Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) https://journal.yrpipku.com/index.php/ceej <p><strong>CEEJ : Community Engagement and Emergence Journal</strong> <strong>(e-ISSN:2715-9752, p-ISSN:2715-9868)</strong> is a journal for the development and application of science and technology that includes publication of the results of community service activities, models or concepts or their implementation in the context of increasing community participation in development, community empowerment or the implementation of community services.</p> <p>The scope and focus of this journal are Human development, education and national competitiveness, Poverty Alleviation based on local resources, Management of wisdom and rural areas, Economic development, Entrepreneurship, Cooperatives, Creative Industries and MSMEs, Development of environmental technology, Health, Nutrition, Tropical Diseases, as well as national integration and social harmony. Start from December 2021, The CEEJ Journal is published three times a year, every April, August and December.</p> <p><strong>CEEJ is a journal under Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI).</strong></p> Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual en-US Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) 2715-9868 Sosialisasi Supporting Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak Remaja melalui Komunikasi yang Baik antar Orang Tua & Anak Remaja di Lingkungan Pondok Ungu Permai dan Kampung Dua https://journal.yrpipku.com/index.php/ceej/article/view/444 <p>Masa remaja merupakan masa dengan rentang usia 10 sampai 24 tahun, merupakan fase transisi dari masa kanak-kanak (dependen) menuju dewasa (mandiri) dan normal terjadi dalam kehidupan manusia. Pada masa ini seorang remaja akan melalui banyak perkembangan dan pertumbuhan untuk menemukan jati diri dan jati dirinya. Berbagai perubahan akan terjadi mulai dari lingkungan psikologis, fisik (pubertas) dan sosial. Komunikasi harus dibangun sejak dini, hal ini bertujuan untuk menciptakan hubungan yang baik antara orang tua dan anak agar tercipta hubungan yang harmonis. Bagi keluarga yang memiliki masalah dengan karakteristik keluarga yang tidak sesuai dan anak yang membutuhkan pengobatan, masalah keluarga harus diselesaikan terlebih dahulu. Bagi keluarga yang dapat mengasuh anak dengan baik dan memiliki pengetahuan yang cukup untuk membekali dan melindungi anak dari kekerasan dan penganiayaan anak, komunikasi antara orang tua dan anak sangat diperlukan. Metode yang digunakan adalah melalui sosialisasi, observasi lapangan, wawancara, pembuatan What'sApp Group. sosialisasi, webinar, pembuatan poster dan diskusi. Hasil dari kegiatan ini adalah pemahaman yang lebih baik tentang pencegahan kekerasan seksual.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: Sosialisasi, Pencegahan kekerasan seksual pada anak Remaja, Komunikasi baik</p> <p><span style="font-weight: 400;"><br /></span></p> Khofifah Dwi Lestari Laras Oksa Milandia Rinda Pangestuti Copyright (c) 2022 Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) 2022-07-29 2022-07-29 3 2 133 140 10.37385/ceej.v3i2.444 Supporting Pencegahan Kekerasan Seksual di Desa Duren Jaya dan Perum Antariksa Permai https://journal.yrpipku.com/index.php/ceej/article/view/446 <p style="font-weight: 400;">Kejahatan kekerasan seksual yang tidak surut oleh perkembangan jaman, kemajuan teknologi, dan kemajuan pola pikir manusia, menjadi salah satu kejahatan yang sangat meresahkan. Di Indonesia kasus kekerasan seksual setiap tahun mengalami peningkatan, korbannya bukan hanya dari kalangan dewasa saja sekarang sudah merambah ke remaja, anak-anak bahkan balita. Pada kesempatan ini penulis ingin mengabdikan diri pada masyarakat melalui program “Supporting Pencegahan Kekerasan Seksual”. Pelaksanaan kegiatan program pengabdian dilaksanakan di Perum Antariksa Permai RT 002 RW 020 Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor dan di Desa Duren Jaya RT 04/03, Kabupaten Bekasi. Metode ini dipaparkan secara online kepada masyarakat melalui WAG (WhatsApp Grup). Setelah dilaksanakan program PENGABDIAN baik dari kegiatan petama, kedua, hingga ketiga masyarakat khususnya anak-anak dan remaja bisa memahami jenis-jenis kekerasan seksual dan cara mencegahnya apa bila terjadi kepada mereka atau di lingkungan sekitar, kemudian diharapkan orang tua dan warga juga turut andil dalam menjaga lingkungan masyarakat yang aman bagi anak-anak dan remaja agar terhindar dari kekerasan seksual. Kekerasan seksual merupakan kasus yang tidak memandang gender dan usia, baik itu perempuan maupun laki-laki dan juga bagi orang dewasa maupun anak-anak, maka dari itu pendidikan seks untuk anak seharusnya tidak ditunda, kita perlu memberikan pemahaman sejak dini sehingga anak-anak dan remaja memiliki pengetahuan tentang hal-hal apa yang perlu dia persiapkan bagi dirinya, termasuk risiko-risiko yang akan diterima ketika mengalami masalah kekerasan seksual </p> <p style="font-weight: 400;"><strong>Kata Kunci</strong><strong>: </strong>Pengabdian Masyarakat, Supporting Pencegahan Kekerasan Seksual</p> Firdaus Wijayanto Hafizh Maulana Akmal Rinda Pangestuti Copyright (c) 2022 Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) 2022-07-29 2022-07-29 3 2 141 146 10.37385/ceej.v3i2.446 Stop Kekerasan Seksual pada Perempuan dan Anak di Kampung Purwajaya, Desa Kondang Jaya dan Kelurahan Kayuringin Jaya https://journal.yrpipku.com/index.php/ceej/article/view/447 <p style="font-weight: 400;">Kasus kekerasan seksual terhadap anak meningkat selama pandemi Covid-19 (Bintang, 2021). Bukan hanya anak, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan juga turut memprihatinkan. Dalam rangka kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam program Supproting Pencegahan Kekerasan Seksual pada Perempuan dan Anak di Kampung Purwajaya, Desa Kondang Jaya dan Kelurahan Kayuringin Jaya untuk mendapatkan pembelajaran mengenai cara agar mengenal perilaku kekerasan seksual, dan dapat menghindari serta mencegah kekerasn seksual terutama pada anak usia dini. Adapun kegiatan yang kami lakukan adalah sosialisasi dalam rangka peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan kekerasan seksual secara verbal maupun non-verbal, pembuatan dan penempelan poster dan banner dilingkungan tempat tinggal, webinar pencegahan kekerasan seksual. Metode pelaksanaan secara hybrid yakni online dan offline untuk menjaga protokol kesehatan selama pandemic Covid-19. Secara umum, hasil dari kegiatan kami adalah memberikan dampak positif agar masyarakat dapat mengaplikasikanya secara mandiri.</p> <p style="font-weight: 400;"><strong>Kata kunci:</strong> Pengabdian Kepada Masyarakat, Pencegahan Kekerasan Seksual, edukasi, Sosialisasi</p> Putri Widyawati Nur Indriyati Rahmawati Rahmawati Rinda Pangestuti Copyright (c) 2022 Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) 2022-07-29 2022-07-29 3 2 147 155 10.37385/ceej.v3i2.447 Pengabdian Masyarakat Melalui Pelaksanaan Rolling Massage Dan Pemberian Minyak Aromaterapi Lavender Pada Ibu Nifas Untuk Meningkatkan Produksi ASI Di PMB Deliana https://journal.yrpipku.com/index.php/ceej/article/view/837 <p style="font-weight: 400;"><em>Massage rolling (punggung)</em> yaitu salah satu terapi relaksasi yang bertujuan untuk menstimulasi saraf pusat hingga dapat meningkatkan produksi ASI khususnya pada ibu post partum dan dapat memberikan kenyamanan dan rileksasi pada ibu setelah persalinan. Tindakan <em>massage rolling (punggung)</em>dapat memengaruhi hormone prolaktin yang berfungsi sebagai stimulus produksi ASI pada ibu selama menyusui, sedangkan kandungan lavender adalah linalyl asetat dan linalool dimana Linalool merupakan kandungan aktif utama pada lavender yang berperan pada efek anti cemas (relaksasi). Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat terutama ibu nifas dan menyusui tentang rolling massage dan pemberian minyak aromaterapi lavender untuk melancarkan Produksi ASI. Pengabdian dilaksanakan di PMB Deliana pada bulan bulan Januari – April 2022 yang akan menjadi objek dalam Pengabdian kepada masyarakat ini adalah Ibu Nifas hari ke 4 yang ASInya tidak lancar. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan 2 tahapan yaitu pemberian informasi dan pelaksanaan massage rolling dengan pemberian minyak aromaterapi lavender pada ibu nifas. Dimana setelah dilakukan Edukasi tentang pentingnya massage roliing dengan menggunakan minyak lavender, pengetahuan ibu dan keluarga menjadi meningkat ini dapat dilihat dari antusiasnya ibu dan keluarga untuk melakukan diskusi ataupun tanya jawab dan dalam pelaksanaan keterampilan untuk massage rolling sehingga memberikan nilai yang positif bagi penulis.</p> <p style="font-weight: 400;"><strong>Kata Kunci: </strong>Rolling Massage, Minyak Terapi, Ibu Nifas</p> Eka Maya Saputri Juli Selvi Yanti Copyright (c) 2022 Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) 2022-07-29 2022-07-29 3 2 156 161 10.37385/ceej.v3i2.837 Manajemen Pariwisata Berbasis Teknologi Pada Wisata Pancing Desa Mentulik, Kab. Kampar-Riau https://journal.yrpipku.com/index.php/ceej/article/view/854 <p style="font-weight: 400;">Salah satu sektor wisata pancing Desa Mentulik Kec. Kampar Kiri Hilir, Kab. Kampar yang terdampak pandemi covid 19 adalah UKM AA Pancing. Beberapa persoalan yang ditemukan pada UKM AA Pancing terdiri dari aspek permodalan dimana kurangnya jumlah kapal yang memiliki mesin yang layak guna, aspek teknologi pemasaran dimana pemasaran dan penjualan UKM AA Pancing masih dilakukan secara manual dan aspek manajerial dimana tidak pernah dilakukan pencatatan kas masuk dan kas keluar bagi mengetahui sejauh mana kinerja UKM AA Pancing, selain itu juga kurangnya kepedulian UKM AA Pancing dan masyarakat sekitar untuk mengikuti protokol kesehatan dan juga keselamatan. Bagi memberikan solusi atas persoalan yang di hadapi, beberapa solusi yang di tawarkan yakni : 1) Penambahan mesin sampan, baju pelampung dan alat pancing, 2) Pembuatan aplikasi pencatatan keuangan 3) Pemberian pelatihan manajemen kesehatan dan keselamatan. Kegiatan ini dirasa mampu meningkatkan kemampuan mitra dalam pengelolaan bisnis wisatanya. Kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi sosialisasi manajemen usaha dan keselamatan usaha pancing dan pemberian beberapa peralatan usaha seperti mesin, alat pancing dan pelampung. Melalui kegiatan ini dapat membantu keberlangsungan dan pengembangan usaha mitra serta mampu meningkatkan pariwisata pancing desa mentulik.</p> <p style="font-weight: 400;"><strong>Kata Kunci :</strong> Wisata pancing, Manajemen, UKM, Pencatatan Keuangan</p> Zulfadli Hamzah Anggi Hanafiah Ermina Rusilawati Astri Ayu Purwati Hamzah Hamzah Tri Purnama Sari Muhammad Luthfi Hamzah Copyright (c) 2022 Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) 2022-07-29 2022-07-29 3 2 162 169 Pelatihan Kader Untuk Pendampingan Ibu Hamil Dalam Deteksi Dini Komplikasi Kehamilan Di Masa Pandemi Covid 19 https://journal.yrpipku.com/index.php/ceej/article/view/849 <p style="font-weight: 400;">Angka kematian ibu di provinsi Riau mengalami peningkatan, komplikasi pada proses kehamilan, persalinan dan nifas merupakan salah satu penyebab kematian ibu dan kematian bayi. Kader merupakan sosok yang paling dekat dengan masyarakat untuk memberikan informasi, bimbingan dan dukungan kepada ibu hamil dan keluarga. Kondisi pandemi saat ini ibu hamil takut untuk melakukan pemeriksaan sehingga kader hanya berfokus mendata bayi dan balita dan kurang memberikan informasi kesehatan kepada ibu-ibu hamil, sehingga para kader tidak mengetahui cara pendampingan kepada ibu hamil dalam deteksi dini komplikasi kehamilannya. Tujuan kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader, serta terbentuknya terbentuknya tim pendampingan pada ibu-ibu hamil dalam Deteksi Dini Komplikasi Kehamilan di Masa Pandemi COVID-19. Metode kegiatan dalam hal ini adalah pelatihan dengan perpaduan teori dan praktik serta diskusi dan ujian praktik. Hasil kegiatan dari 4 orang kader pada saat pre test terdapat 3 kader yang mampu menjawab pertanyaan tim dengan baik, namun setelah dilakukan post test semua kader mampu menjawab pertanyaan. Pada kegiatan simulasi seluruh kader mampu melakukan pendampingan pada ibu hamil. Disimpulkan bahwa telah terbentuk tim pendampingan pada ibu hamil. Perlu dukungan dari Puskesmas untuk menggiatkan program pendampingan pada ibu hamil dan pendekatan kepada ibu serta keluarga.</p> <p style="font-weight: 400;"><strong>Kata Kunci :</strong> Pelatihan, kader, deteksi dini, kehamilan, COVID-19</p> Ani Triana Miratu Megasari Copyright (c) 2022 Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) 2022-08-02 2022-08-02 3 2 170 175 10.37385/ceej.v3i2.849 Sosialisasi Dan Pelatihan Massage Untuk Mengurangi Nyeri Persalinan Pada Ibu Hamil Trimester III Di PMB Deliana https://journal.yrpipku.com/index.php/ceej/article/view/839 <p>Effluarage massage merupakan salah satu metode pemijatan untuk mengurangi nyeri selama persalinan yang terdaftar dalam Summary of pain relief measures during labor, dimana pada kala I fase laten (pembukaan 0-3 cm) dan fase aktif (pembukaan 4-7 cm) aktivitas yang bisa dilakukan oleh ibu dan pendamping saat bersalin adalah effleurage. Effleurage adalah pijatan ringan dengan menggunakan jari tangan, biasanya pada perut, seirama dengan pernapasan saat kontraksi. Effleurage dapat dilakukan oleh ibu bersalin sendiri atau pendamping persalinan selama kontraksi berlangsung. Massage ini sebaiknya telah diajarkan pada ibu hamil dan pendamping persalinan sejak ibu dalam masa kehamilan. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini Untuk menambah pengetahuan dan keterampilan ibu hamil trimester III dan pendamping persalinan tentang Effleurage massage. Pengabdian dilaksanakan di PMB Deliana pada bulan Juni 2022 yang akan menjadi objek dalam pengabdian masyarakat adalah ibu hamil TM 3 beserta pendamping persalinan. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dengan cara memberikan informasi dan keterampilan ibu hamil TM 3 beserta pendamping. Hasil dari pengabdian ini yaitu ibu hamil dan pendamping memahami dan mengerti tentang efflueurage massage dan akan menerapkan efflueurage massage saat proses persalinannya. Simpulan dari kegiatan ini yaitu Ibu hamil dan pendamping berjanji akan melaksanakan effleurage massage pada saat persalinan nantinya demi untuk memberikan rasa kenyamanan dalam menghadapi nyeri persalinan</p> <p>Kata kunci : sosialisasi,Pelatihan, Effleurage Massage, Ibu Hamil, Pendamping persalinan</p> Juli Selvi Yanti Eka Maya Saputri Copyright (c) 2022 Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) 2022-08-02 2022-08-02 3 2 176 180 10.37385/ceej.v3i2.839 Pemberdayaan Ayah ASI Melalui Pelatihan Pijat Oksitosin Untuk Meningkatkan Produksi ASI Pada Ibu Nifas https://journal.yrpipku.com/index.php/ceej/article/view/838 <p style="font-weight: 400;">ASI Eksklusif mengalami penurunan setiap tahunnya. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) memperlihatkan terjadinya penurunan prevalensi ASI eksklusif dari 32% pmenjadi 27%. Menurut Riset Kesehatan dasar menjelaskan bahwa cakupan ASI eksklusif masih belum maksimal hanya mencapai 30,2%. Menurut Profil Kesehatan Indonesia pada jumlah ASI eksklusif di Indonesia dari lebih dari tiga juta bayi yang ada di 34 provinsi di Indonesia, terdapat sekitar satu juta bayi saja yang mendapat ASI eksklusif dengan persentase 55,7%. Angka tersebut membuktikan bahwa target 80% cakupan ASI eksklusif masih sangat jauh dari kenyataan. Produksi ASI dirangsang oleh pengosongan payudara dan berlaku prinsip <em>suplly and demand</em>, sehingga semakin banyak ASI dikeluarkan, maka semakin banyak ASI yang dikeluarkan. Pijat oksiton merupakan salah satu cara untuk dapat memperbanyak dan memperlancar produksi ASI. Tujuan kegiatan ini diharapkan kepada para ayah dapat melakukan pijat oksitosin pada istrinya yang memiliki bayi untuk memperlancar ASI. Tahapan metode pengabdian, yaitu: 1) Mengadakan penyuluhan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan pada Kader dan Ayah ASI, kader yang ikut pada penyuluhan ada 6 orang, untuk ayah ASI atau yang memiliki bayi yang berusia 0-6 bulan yang berada pada RW 11 ada 10 orang, 2) Mengadakan pelatihan dengan dibantu oleh terapis terlatih yang mempunyai sertifikat pelatihan massase, dan 3) Melakukan Pembinaaan yang dilakukan melalui pertemuan rutin di posyandu , pemantauan dimaksudkan untuk mengamati kegiatan yang dilakukan kader terhdap para suami, dan evaluasi melihat hasil yang dilakukan terhadap keberhasilan pemberian ASI apakah sudah berhasil yang di pantau secara langsung oleh kader yang berada di RW 11. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 7-16 Februari 2022. Diharapkan pada kader membuat posko/pokok Ayah ASI untuk konsultasi atau memberikan edukasi terhadap Ayah ASI yang lain.</p> <p style="font-weight: 400;"><strong>Kata Kunci :</strong> Pijat Okitosin, Ayah ASI, Produksi ASI, Ibu Nifas</p> Risa Pitriani Rika Andriyani Copyright (c) 2022 Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) 2022-08-02 2022-08-02 3 2 181 187 10.37385/ceej.v3i2.838 Penerapan Pijat Oksitosin dalam Upaya Meningkatkan Produksi ASI di PMB Dince Safrina Kota Pekanbaru https://journal.yrpipku.com/index.php/ceej/article/view/852 <p style="font-weight: 400;">Pemberian ASI eksklusif pada bayi selama 6 bulan menurut Riskesdes hanya 40,6 %, jauh dari target nasional yang mencapai 80%. Sehingga banyak ibu yang memberikan susu formula pada bayinya. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai upaya – upaya yang dapat dilakukan untuk memperbanyak ASI termasuk salah satunya adalah pijat oksitosin menjadi salah satu penyebab ibu memutuskan memberikan susu formula. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu nifas mengenai pijat oksitosin. Kegiatan dilakukan dengan cara memberikan informasi dan pendidikan kesehatan terutama tentang ASI, fisiologi laktasi, mitos – mitos selama menyusui, penyebab produksi ASI rendah, upaya memperbanyak ASI, pijat oksitosin. Kegiatan ini diberikan kepada ibu nifas yang memiliki bayi 0 – 6 bulan, sehingga dapat memberikan contoh cara melakukan pijat oksitosin secara langsung. Setelah informasi dan pendidikan kesehatan diberikan diharapkan dapat meningkatkan produksi ASI ibu nifas serta meningkatkan cakupan pemberian ASI di PMB Dince Safrina Kota Pekanbaru. Metode kegiatan dalam hal ini adalah penyuluhan dengan dilaksanakannya diskusi dan tanya jawab dan praktik pijat oksitosin. Hasil kegiatan yaitu seluruh peserta memahami tentang pijat oksitosin dan seluruh suami ibu menyusui mampu melaksanakan pijat oksitosin. Disimpulkan bahwa peserta paham dan mampu melaksanakan pijat oksitosin. Perlu dukungan dari suami agar selalu mendukung ibu menyusui dan melakukan pijat ositosin agar produksi ASI lancar.</p> <p style="font-weight: 400;"><strong>Kata Kunci :</strong> Pijat Oksitosin, Produksi ASI</p> Kiki Megasari Yulrina Ardhiyanti Copyright (c) 2022 Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) 2022-08-03 2022-08-03 3 2 188 194 10.37385/ceej.v3i2.852 Pemberian Buah Kurma Pada Ibu Hamil Sebagai Upaya Peningkatan Kadar Haemoglobin https://journal.yrpipku.com/index.php/ceej/article/view/847 <div> <p class="Keyword"><span lang="EN-US">Berdasarkan pengalaman penulis saat memberikan bimbingan kepada mahasiswa kebidanan yang praktik di poliklinik kebidanan, masih ada ibu hamil yang tidak mengkonsumsi tablet penambah darah karena efek samping dari tablet tersebut adalah mual, BAB berwarna hitam. Sehingga ibu malas mengkonsumsi tablet penambah darah. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Megasari (2020) mengenai pemberian kurma pada ibu hamil dengan anemia ringan ditemukan bahwa rata-rata kadar hemoglobin ibu hamil sebelum diberikan kurma adalah 9,17 gr% dengan standar deviasi 0,83gr%. Sedangkan rata-rata kadar hemoglobin ibu hamil setelah diberi kurma adalah 10,15gr% dengan standar deviasi 0,800 gr%. Selisih nilai sebelum dan sebelum diberi buah adalah -0,983 dengan standar deviasi 0,278. Hasil uji statistik nilai 0,001 artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar Hb sebelum dan sebelum diberikan kurma. Pemberian kurma pada ibu hamil sebagai upaya peningkatan kadar hemoglobin sudah terbukti secara ilmiah, oleh karena itu perlu dilakukan pengabdian kepada masyarakat dengan menyasar kelompok ibu hamil trimester pertama yang mengalami anemia ringan dan akan ditawari kurma selama 3 bulan di Arrabih Pratama Klinik. Setelah memberikan ilmu dan menawarkan kurma kepada 10 ibu hamil, terjadi perubahan dan peningkatan kadar hemoglobin berkisar 0,5-1,5 g%. Diharapkan dapat menyajikan kurma yang dapat digunakan sebagai metode asuhan kebidanan pada ibu hamil untuk pencegahan anemia.</span></p> </div> <div> <p class="Keyword"><strong><span lang="EN-US">Kata kunci:</span></strong><span lang="EN-US"> Kurma, Anemia Ringan, Ibu Hamil</span></p> </div> Miratu Megasari Ani Triana Copyright (c) 2022 Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) 2022-08-03 2022-08-03 3 2 195 201 10.37385/ceej.v3i2.847 Peranan Rekam Medis Elektronik (RME) Terhadap Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Riau Tahun 2021 https://journal.yrpipku.com/index.php/ceej/article/view/865 <p style="font-weight: 400;">Rekam Medik Elektronik sudah digunakan di berbagai rumah sakit di dunia sebagai pengganti atau pelengkap rekam kesehatan berbentuk kertas. Di Indonesia dikenal dengan Rekam Medis Elektronik (RME). Sejak berkembangnya e-Health, RME menjadi pusat informasi dalam sistem informasi rumah sakit. RME mulai digunakan di beberapa rumah sakit di Indonesia khususnya rumah sakit dengan penanam modal asing (PMA), namun demikian para tenaga kesehatan dan pengelola sarana pelayanan kesehatan masih ragu untuk menggunakannya karena belum ada peraturan perundangan yang secara khusus mengatur penggunaannya. Sejak dikeluarkannya Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Nomor 11 Tahun 2008 telah memberikan jawaban atas keraguan yang ada. UU ITE telah memberikan peluang untuk implemetasi RME. Dengan demikian, Implementasi RME merupakan sebuah proses dan proyek besar dari sistem teknologi informasi karena penuh dengan tantangan. Pengelola tidak selalu dapat menerima tantangan dan mengatur dengan efektif dan kritis agar dapat melakukan perubahan sistem informasi dan teknologi yang baru. Pada akhirnya teknologi informasi elektronik yang baru diharapkan dapat meningkatkan privacy dan confidentiality. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan di RSUD Petala Bumi Provinsi Riau. Metode penelitian yang dilakukan dengan penyuluhan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, evaluasi dan refleksi hal ini bertujuan guna memberikan pemahaman akan pentingnya RME.</p> <p style="font-weight: 400;"><strong>Kata Kunci</strong>: Rekam Medis, Elektronik, system informasi manajemen,RSUD</p> Doni Jepisah Tri Purnama Sari Haryani Octaria Copyright (c) 2022 Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) 2022-08-03 2022-08-03 3 2 202 206 10.37385/ceej.v3i2.865 Evaluasi Penerapan SIMRS Dengan Metode EUCS (End User Computing Satisfaction) Di Instalasi Rekam Medis RSUD Petala Bumi Provinsi Riau Tahun 2021 https://journal.yrpipku.com/index.php/ceej/article/view/866 <p style="font-weight: 400;">Salah satu model untuk mengevaluasi sistem informasi adalah dengan metode End User Computing Satisfaction(EUCS). EUCS adalah metode untukmengukur tingkat kepuasan dari pengguna suatu sistem aplikasi dengan membandingkan antara harapan dan kenyataan dari sebuah sistem informasi.Model evaluasi EUCS ini dikembangkan oleh Doll &amp; Torkzadeh. Evaluasi dengan menggunakan model ini lebih menekankan kepada kepuasan(satisfaction) pengguna akhir terhadap aspek teknologi berdasarkan dimensi isi, keakuratan, format, ketepatan waktu dan kemudahan penggunaan sistem. Metode End-User Computing Satisfaction (EUCS), merupakan cara untuk melakukan penilaian keseluruhan evaluasi, dimana pengguna telah merasa puas terhadap sebuah sistem informasi dan juga faktor-faktor yang membentuk kepuasan ini. Pengukuran terhadap kepuasan telah memiliki sejarah yang panjang dalam disiplin ilmu sistem informasi. Model evaluasi ini dikembangkan oleh Doll &amp; Torkzadeh dimana keduanya menekankanpada kepuasan (satisfaction) pengguna akhir terhadap aspek teknologi. Penilaian kepuasan tersebut dilihat dari 5 (lima) macam perspektif ataudimensi yaitu isi (concent), keakuratan (accuracy), format, kemudahan penggunaan (easy of use) dan waktu (timeliness). Pengabdian kepada masyarakat dilakukan di RSUD Petala Bumi Provinsi Riau. Metode penelitian yang dilakukan dengan penyuluhan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, evaluasi dan refleksi hal ini bertujuan guna memberikan pemahaman akan pentingnya Salah satu model untuk mengevaluasisistem informasi adalah dengan metode End User Computing Satisfaction(EUCS).</p> <p style="font-weight: 400;"><strong>Kata Kunci </strong>: SIMRS, EUCS, Rekam Medis, Rumah Sakit, Kepuasan Pengguna</p> Sy. Effi Daniati Haryani Octaria Mohd. Rinaldi Amartha Rizki Aprianto Copyright (c) 2022 Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) 2022-08-03 2022-08-03 3 2 207 212 10.37385/ceej.v3i2.866 Screening IVA Test Dan Pembentukan Peer Group Dalam Upaya Pencegahan Kanker Serviks Di PMB Dince Safrina Kota Pekanbaru https://journal.yrpipku.com/index.php/ceej/article/view/878 <p style="font-weight: 400;">PMB Dince Safrina merupakan salah satu penyedia layanan kesehatan ibu dan anak yang berlokasi di Jalan Limbungan, Kelurahan Lembah Sari, Kecamatan Rumbai Timur Kota Pekanbaru, Riau, telah banyak memberikan informasi seputar kesehatan berupa penyuluhan/demonstrasi. Namun, penyuluhan/demonstrasi mengenai Kaker Serviks belum rutin dilaksanakan dan masih sedikit WUS yang datang berkunjung untuk melakukan IVA Test. Dalam satu bulan hanya 1 orang yang datang untuk melakukan IVA Test bahkan tidak ada sama sekali. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang Screening IVA Test dan Pembentukan Peer Group dalam Upaya Pencegahan Kanker Serviks di PMB Dince Safrina Kota Pekanbaru ini telah dilaksanakan dalam beberapa tahapan yang dimulai dari tangga 04 April s.d 05 Juni 2022. Metode yang dilakukan pada pengabdian kepada masyarakat ini adalah : 1). penyuluhan, 2). screening IVA test, 3). Membentuk peer group, 4). Evaluasi pelaksanaan program. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan telah memberikan hasil : 1). meningkatnya pengetahuan WUS tentang kanker serviks, 2). kegiatan screening dengan IVA test belum berjalan sesuai dengan target yang diharapkan, 3). terbentuknya <em>peer group</em> yang berjumlah 3 kelompok yang bertugas mengedukasi WUS yang belum bersedia dilakukan <em>screening</em> dengan IVA test, 4) penyuluhan tentang kanker serviks dan <em>screening</em> dengan metode IVA secara rutin dilaksanakan sebulan sekali di PMB Dince Safrina. Diharapkan petugas kesehatan yang bekerja di PMB Dince Safrina secara rutin melaksanakan penyuluhan tentang kanker serviks dan <em>screening</em> dengan metode IVA dan memantau peer group untuk tetap menjalankan tanggung jawabnya mengedukasi WUS lain untuk bersedia dilakukan <em>screening</em>.</p> <p style="font-weight: 400;"><strong>Kata Kunci : </strong>Screening IVA, Peer Group, Kanker Serviks</p> Yulrina Ardhiyanti Kiki Megasari Copyright (c) 2022 Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) 2022-08-04 2022-08-04 3 2 213 220 10.37385/ceej.v3i2.878