Etika Integritas Finfluencer dalam Konteks Tanggung Jawab Sosial Terhadap Keputusan Investasi Gen Z
DOI:
https://doi.org/10.37385/msej.v7i2.10125Keywords:
Finfluencer Ethics, Gen Z Investment, Behavioral Finance, Budi Pekerti Luhur, Financial Influencer Regulation, Digital Finance, Investor Protection, Business Ethics, Fintech GovernanceAbstract
Perkembangan fintech dan dominasi media sosial telah mengubah cara generasi muda Indonesia mengambil keputusan investasi, dengan financial influencer (finfluencer) menjadi sumber informasi yang sangat berpengaruh namun sering kali tidak mengutamakan perlindungan investor. Penelitian ini menganalisis integrasi etika bisnis dalam manajemen keuangan modern Indonesia melalui pendekatan literature review yang komprehensif, mengintegrasikan Grand Theory (utilitarianism, deontological ethics, virtue ethics), Middle Theory (financial ethics dan budi pekerti luhur), dan Applied Theory (empirical research tentang perilaku investor Gen Z). Hasil penelitian mengidentifikasi empat tantangan etis fundamental: (1) asimetri informasi dan transparency gap antara finfluencer dan investor muda, (2) konflik kepentingan inherent dalam business model finfluencer yang didorong oleh komisi dan engagement metrics, (3) behavioral vulnerabilities spesifik Gen Z (FOMO, herding behavior, overconfidence) yang sering dieksploitasi oleh sistem yang tidak ethical, dan (4) regulatory gaps yang tertinggal dari inovasi industri. Penelitian ini mengusulkan Integrated Ethics Framework yang mengoperasionalisasikan enam prinsip etika inti (transparansi, integritas, akuntabilitas, kewajiban fidusia, kehati-hatian, dan budi pekerti luhur) melalui stakeholder-specific mechanisms untuk investor protection, finfluencer compliance, dan institutional governance. Konsep tradisional budi pekerti luhur dengan lima elemen (kejujuran, tanggung jawab sosial, kebijaksanaan, empati, integritas) terbukti tetap relevan dan dapat dikombinasikan dengan framework etika modern untuk menciptakan financial ecosystem yang sustainable. Rekomendasi praktis mencakup pendekatan penerapan bertahap: short-term regulatory guidance (0-6 bulan), medium-term regulation formalization (6-18 bulan), dan long-term culture building (18+ bulan). Penelitian ini berkontribusi pada literatur business ethics dengan menunjukkan bagaimana nilai-nilai lokal Indonesia dapat memperkuat global ethics frameworks dalam konteks financial decision-making modern, sekaligus memberikan actionable guidance untuk regulators, industry players, dan finfluencer dalam membangun responsible financial management di era digital.
References
Anggarini, V. Y., & Riyadi, S. (2022). Pengaruh literasi keuangan dan faktor demografi terhadap minat masyarakat berinvestasi di pasar modal (Studi kasus masyarakat usia 21–35 tahun di DKI Jakarta). Jurnal Ilmu Manajemen, 11(2), 139–148. https://doi.org/10.32502/jimn.v11i2.3701
Anita, N., & Naryoto, P. (2024). Pengaruh financial literacy dan media sosial terhadap keputusan investasi di pasar modal dengan brand ambassador influencer sebagai variabel mediasi (Studi pada Gen Z di Jakarta Utara). Dalam Prosiding Seminar Nasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis (Vol. 1, No. 1, hlm. 355–370). Universitas Budi Luhur. https://senafebi.budiluhur.ac.id
Asosiasi Blockchain Indonesia. (2024). 2024 Indonesia crypto & Web3 industry report. Asosiasi Blockchain Indonesia. https://asosiasiblockchain.co.id/2024_Indonesia%20Crypto_%26_Web3_Industry_Report.pdf
Brigham, E. F., & Houston, J. F. (2019). Fundamentals of financial management (15th ed.). Cengage Learning.
Chandra, R., Antonio, F., & Kaluge, L. (2025). Strategic financial decision-making among young Indonesian investors: A behavioral perspective on cryptocurrency reinvestment. Qubahan Academic Journal, 5(3), 209–227. https://doi.org/10.48161/qaj.v5n3a1954
Crane, A., & Matten, D. (2016). Business ethics: Managing corporate citizenship and sustainability in the age of globalization (4th ed.). Oxford University Press.
Daqar, M. A. M., Arqawi, S., & Abu Karsh, S. (2020). Fintech in the eyes of millennials and Generation Z: Financial behavior and fintech perception. Banks and Bank Systems, 15(3), 20–28. https://doi.org/10.21511/bbs.15(3).2020.03
Dewi, I. O., Wahyudi, I., Setiawan, N., & Uyun, J. (2023). Fraud ditinjau dari etika profesi dan etika bisnis: Kasus PT Garuda Indonesia. Jurnal Media Komunikasi Ilmu Ekonomi, 42, 1–15. https://doi.org/10.58906/melati.v40i1.101
Ferrell, O. C., & Fraedrich, J. (2018). Business ethics: Ethical decision making and cases (11th ed.). Cengage Learning.
Hassan, T. H., & Salem, A. E. (2022). Impact of service quality of low-cost carriers on airline image and consumers’ satisfaction and loyalty during the COVID-19 outbreak. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(1), Article 83. https://doi.org/10.3390/ijerph19010083
Higgins, D., Lauzon, J., & Thibodeau, M. (2021). Information technology control frameworks: Do they protect financial services firms? International Journal of Accounting Information Systems, 43, Article 100537. https://doi.org/10.1016/j.accinf.2021.100537
Joshi, R., & Lee, H. (2025). Innovation strategies in global airline industry: Digitalization, service quality, and loyalty programs. Journal of Air Transport Management, 112, Article 102219. https://doi.org/10.1016/j.jatm.2025.102219
Kaur, A., Singh, R., Sharma, S., & Kumar, V. (2024). Digital transformation and cybersecurity: A systematic review of the financial sector. Journal of Financial Crime, 31(2), 456–475. https://doi.org/10.1108/JFC-06-2023-0156
Kim, S., & Han, J. (2023). Airline CSR and quality attributes as driving forces of passengers’ brand love. Sustainability, 15(9), Article 7293. https://doi.org/10.3390/su15097293
Kusnawan, A., & Riyadi, S. (2024). Menguatkan kebudiluhuran dan pekerti luhur dalam kehidupan masyarakat modern: Tantangan dan peluang. Jurnal Etika dan Humaniora, 12(1), 55–68.
Martaningrat, N. W. S., & Kurniawan, Y. (2024). The impact of financial influencers, social influencers, and FOMO economy on investment decision among millennials and Generation Z in Indonesia. Journal of Ecohumanism, 3(3), 145–162. https://doi.org/10.62754/joe.v3i3.3604
Morgan, K., & Hunt, S. D. (1994). The commitment–trust theory of relationship marketing. Journal of Marketing, 58(3), 20–38. https://doi.org/10.2307/1252308
Nelfianti, F., Sriyanto, A., & Naryoto, P. (2021). Pengaruh celebrity endorsement terhadap brand credibility dan brand equity (Studi pada online shop Instagram produk fashion). Jurnal Ekonomika dan Manajemen, 10(2), 108–122. https://doi.org/10.36080/jem.v10i2.1775
Pintér, É., Bagó, P., Berényi, L., Molnár, L., Deutsch, N., Szigeti, G., & Pintér, T. (2021). How do digitalization and the fintech phenomenon affect financial decision-making in the younger generation? Acta Polytechnica Hungarica, 18(11), 191–215. https://doi.org/10.12700/APH.18.11.2021.11.10
Rahmah, F., & Riyadi, S. (2025). Pengaruh iklan di media sosial dan electronic word of mouth terhadap brand image dalam keputusan pembelian (Studi kasus RS BSH Bogor). Journal of Innovation Research and Knowledge, 4(10), 7835–7852. https://doi.org/10.30872/jakt.v18i4.9789
Riyadi, S. (2019). Influence between banking service quality and brand image against customer relationship and loyalty in Sharia bank. International Journal of Business Excellence, 18(3), 285–301. https://doi.org/10.1504/IJBEX.2019.102634
Riyanto, E. P. D., & Riyadi, S. (2022). The impact of business ethics implementation on customer trust in product and service innovation. Interdisciplinary Social Studies, 4(4), 732–745. https://doi.org/10.55324/iss.v4i4.939
Sirdeshmukh, D., Singh, J., & Sabol, B. (2002). Consumer trust, value, and loyalty in relational exchanges. Journal of Marketing, 66(1), 15–37. https://doi.org/10.1509/jmkg.66.1.15.18449
Velasquez, M. G. (2014). Business ethics: Concepts and cases (7th ed.). Pearson Education.
Zhang, Y. (2023). A review of air transport service quality studies. Transportation Research Interdisciplinary Perspectives, 13, Article 100558. https://doi.org/10.1016/j.trip.2023.100558
Template


