Analisis Hubungan Waktu Tunggu Rawat Jalan Terhadap Kepuasan Pasien Di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Koja Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.37385/msej.v7i3.10311Keywords:
kepuasan pasien, poliklinik penyakit dalam, rawat jalan, RSUD Koja, waktu tungguAbstract
Pelayanan rawat jalan yang efisien merupakan prasyarat mutu rumah sakit; Standar Pelayanan Minimal (SPM) menetapkan waktu tunggu maksimal 60 menit agar pasien mendapat layanan cepat, tepat, dan aman. Di RSUD Koja, poliklinik penyakit dalam menjadi layanan dengan kunjungan tertinggi (14.049 kunjungan pada Jan–Mar 2025) dengan rata-rata waktu tunggu 90–120 menit, yang mengindikasikan tantangan mutu pada titik layanan tersebut. Temuan awal survei kepuasan (n=497) menunjukkan hanya 46% pasien menyatakan puas, 30% kurang puas, dan 24% tidak puaskeluhan utama terkait lamanya antrean, keterlambatan dokter, serta informasi estimasi waktu tunggu yang kurang. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan antara waktu tunggu rawat jalan dan tingkat kepuasan pasien di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Koja. Desain penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan potong lintang, dilaksanakan di Instalasi Rawat Jalan RSUD Koja pada Juli–Agustus 2025. Sampel diambil secara accidental sampling dari pasien poliklinik penyakit dalam; besar sampel ditentukan dengan rumus Slovin, dan data dikumpulkan melalui kuesioner. Analisis meliputi deskriptif karakteristik pasien (jenis kelamin, usia, pendidikan), gambaran waktu tunggu, tingkat kepuasan, serta uji hubungan antara waktu tunggu dan kepuasan. Studi ini diharapkan memberikan bukti empiris untuk perbaikan manajemen alur pelayanan rawat jalan dan pemenuhan standar SPM, sekaligus menjadi dasar rekomendasi strategis peningkatan mutu di poliklinik penyakit dalam RSUD Koja.
References
Astuti. (2017). Persepsi pasien tentang mutu pelayanan dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap puskesmas. Higeia Journal of Public Health, 1(3).
Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Hasan. (2014). Hubungan waiting time dengan kepuasan pasien di Poliklinik Mata Instalasi Rawat Jalan RSUD Tarakan Provinsi Kalimantan Timur tahun 2013 [Karya ilmiah]. Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin.
Hidayat, R. (2018). Pengaruh standar pelayanan kesehatan dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien BPJS di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Prambanan. STIE PENA.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2008). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 129 Tahun 2008 tentang standar pelayanan minimal rumah sakit.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 tentang keselamatan pasien rumah sakit.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2019 tentang pusat kesehatan masyarakat.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Optimalisasi pelayanan rawat jalan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022a). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2022 tentang standar pelayanan minimal rumah sakit.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022b). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2022 tentang akreditasi rumah sakit.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang standar usaha dan produk klinik.
Kotler, P. (2009). Manajemen pemasaran. Erlangga.
Laeliyah, N., & Subekti, H. (n.d.). Waktu tunggu pelayanan rawat jalan dengan kepuasan pasien di RSUD Kabupaten Indramayu.
Mayasari, F. (2015). Analisis hubungan waktu pelayanan dan faktor total quality service terhadap kepuasan pasien di Poliklinik Kebidanan dan Kandungan RSIA Anugerah Medical Centre Kota Metro [Tesis]. Universitas Indonesia.
Nofriadi, N., Delima, M., & Sara, Y. (n.d.). Hubungan lama waktu tunggu pelayanan dengan kepuasan pasien Poli Penyakit Dalam RSUD Painan.
Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.
Parasuraman, A., Zeithaml, V. A., & Berry, L. L. (1988). SERVQUAL: A multiple-item scale for measuring consumer perceptions of service quality. Journal of Retailing, 64(1), 12-40.
Putri, R. P., & Hadianor. (2019). Hubungan usia, tingkat pendidikan, dan fasilitas kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Muara Laung.
Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang rumah sakit.
Sari, N. (2022). Analisis mutu pelayanan dengan kepuasan pasien di puskesmas. Universitas Pahlawan Journal.
Sugiyono. (2014). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R and D. Alfabeta.
Tjiptono, F. (2008). Pemasaran jasa. Andi.
Wulandari, W., Listiawaty, L., & Hafiz, H. (2020). Hubungan waktu tunggu terhadap kepuasan pasien di Puskesmas X Kota Jambi.
Yulia, Y., & Adriani, L. (n.d.). Hubungan waktu tunggu pelayanan rawat jalan dengan kepuasan pasien spesialis pribadi di RS Atma Jaya.
Template


