Pengaruh Lingkungan Kerja Dan Stres Kerja Terhadap Turnover Intention Pada Karyawan Generasi Z Di Kabupaten Karawang
DOI:
https://doi.org/10.37385/a64jsq22Keywords:
lingkungan kerja, stres kerja, turnover intentionAbstract
Karakteristik Generasi Z yang dinamis dan memiliki ekspektasi tinggi terhadap lingkungan kerja menjadikan turnover intention sebagai isu penting bagi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja dan stres kerja terhadap turnover intention pada karyawan Generasi Z di Kabupaten Karawang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 425 karyawan Generasi Z berusia 18-29 tahun dari berbagai perusahaan di Kabupaten Karawang dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Turnover Intention Scale (TIS-6), Skala Lingkungan Kerja dan Perceived Stress Scale (PSS-10), kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda melalui SPSS 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja dan stres kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap turnover intention dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Secara parsial, lingkungan kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention (β = -0,108; p = 0,001), sedangkan stres kerja berpengaruh positif dan signifikan (β = 0,404; p = 0,000). Kedua variabel mampu menjelaskan 51,1% variasi turnover intention. Temuan ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang kondusif dapat menurunkan turnover intention, sedangkan stres kerja yang tinggi meningkatkan kecenderungan karyawan Generasi Z untuk meninggalkan organisasi.
References
Karakteristik Generasi Z yang dinamis dan memiliki ekspektasi tinggi terhadap lingkungan kerja menjadikan turnover intention sebagai isu penting bagi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja dan stres kerja terhadap turnover intention pada karyawan Generasi Z di Kabupaten Karawang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 425 karyawan Generasi Z berusia 18-29 tahun dari berbagai perusahaan di Kabupaten Karawang dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Turnover Intention Scale (TIS-6), Skala Lingkungan Kerja dan Perceived Stress Scale (PSS-10), kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda melalui SPSS 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja dan stres kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap turnover intention dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Secara parsial, lingkungan kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention (β = -0,108; p = 0,001), sedangkan stres kerja berpengaruh positif dan signifikan (β = 0,404; p = 0,000). Kedua variabel mampu menjelaskan 51,1% variasi turnover intention. Temuan ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang kondusif dapat menurunkan turnover intention, sedangkan stres kerja yang tinggi meningkatkan kecenderungan karyawan Generasi Z untuk meninggalkan organisasi.
