Analisis Akuntabilitas Pengelolaan Dana Beasiswa Otonomi Khusus Bagi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih
DOI:
https://doi.org/10.37385/q2e4st61Keywords:
akuntabilitas, beasiswa Otonomi Khusus, mixed methods, pendidikan kedokteran, PapuaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akuntabilitas pengelolaan dana beasiswa Otonomi Khusus (OTSUS) bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih. Beasiswa Otsus merupakan kebijakan afirmatif pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan akses pendidikan tinggi dan penguatan sumber daya manusia kesehatan di Papua. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain deskriptif. Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner terhadap 50 responden yang terdiri dari mahasiswa aktif dan alumni penerima beasiswa, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam serta analisis dokumen kebijakan dan laporan terkait. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji beda independent sample t-test, sedangkan data kualitatif dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum akuntabilitas pengelolaan beasiswa Otsus berada pada kategori baik. Dimensi akuntabilitas hasil memperoleh nilai tertinggi dan menunjukkan bahwa program beasiswa memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran studi, motivasi belajar, dan kesiapan pengabdian lulusan. Sementara itu, dimensi akuntabilitas keuangan menjadi aspek dengan nilai terendah, terutama pada indikator ketepatan waktu pencairan dana dan transparansi informasi. Dimensi proses dan kebijakan berada pada kategori tinggi namun masih menunjukkan kelemahan pada aspek koordinasi, monitoring, serta kejelasan kebijakan pasca kelulusan. Hasil uji beda menunjukkan tidak terdapat perbedaan persepsi yang signifikan antara mahasiswa aktif dan alumni terhadap seluruh dimensi akuntabilitas. Kesimpulannya, pengelolaan beasiswa Otonomi Khusus telah memberikan manfaat yang kuat bagi penerima, namun masih memerlukan penguatan pada aspek tata kelola, khususnya transparansi, ketepatan pencairan dana, integrasi data, dan kebijakan keberlanjutan. Penguatan aspek tersebut diperlukan agar program beasiswa dapat berjalan lebih efektif, akuntabel, dan berkontribusi optimal terhadap penyediaan tenaga dokter di Papua.
References
Agustinus, J. (2013). Phenomenology study on financial performance and management accountability of special autonomy funds allocated for education at the province of Papua, Indonesia. Gadjah Mada International Journal of Business, 15(1), 79–94. https://doi.org/10.22146/gamaijb.5403
Agustinus, J. (2015). Accountability perspective: Implementation and reporting on spending fund of Papua special autonomy. Information Management and Business Review, 7(2), 79–86. https://doi.org/10.22610/imbr.v7i2.1142
Bowen, G. A. (2009). Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40. https://doi.org/10.3316/QRJ0902027
Bovens, M. (2007). Analysing and assessing accountability: A conceptual framework. European Law Journal, 13(4), 447–468. https://doi.org/10.1111/j.1468-0386.2007.00378.x
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
Carter, N., Bryant-Lukosius, D., DiCenso, A., Blythe, J., & Neville, A. J. (2014). The use of triangulation in qualitative research. Oncology Nursing Forum, 41(5), 545–547. https://doi.org/10.1188/14.ONF.545-547
Eisenhardt, K. M. (1989). Agency theory: An assessment and review. Academy of Management Review, 14(1), 57–74. https://doi.org/10.5465/amr.1989.4279003
Fetters, M. D., Curry, L. A., & Creswell, J. W. (2013). Achieving integration in mixed methods designs. Health Services Research, 48(6 Pt 2), 2134–2156. https://doi.org/10.1111/1475-6773.12117
Ghozali, I. (2021). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Jensen, M. C., & Meckling, W. H. (1976). Theory of the firm: Managerial behavior, agency costs, and ownership structure. Journal of Financial Economics, 3(4), 305–360. https://doi.org/10.1016/0304-405X(76)90026-X
Johnson, R. B., Onwuegbuzie, A. J., & Turner, L. A. (2007). Toward a definition of mixed methods research. Journal of Mixed Methods Research, 1(2), 112–133. https://doi.org/10.1177/1558689806298224
Kim, T. K. (2015). T test as a parametric statistic. Korean Journal of Anesthesiology, 68(6), 540–546. https://doi.org/10.4097/kjae.2015.68.6.540
Kurniati, A., Efendi, F., Widowati, A. R., et al. (2024). What medical specialists want to stay in remote areas of Indonesia. PLOS ONE, 19(8), e0308225. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0308225
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Mulyaningsih, T., Dong, S., Miranti, R., Daly, A., & Purwaningsih, Y. (2022). Targeted scholarship for higher education and academic performance: Evidence from Indonesia. International Journal of Educational Development, 88, 102510. https://doi.org/10.1016/j.ijedudev.2021.102510
Noya, F., Carr, S., Thompson, S., Clifford, R., & Playford, D. (2021). Rural and remote medical workforce in Indonesia. Human Resources for Health, 19, 126. https://doi.org/10.1186/s12960-021-00667-z
Palinkas, L. A., et al. (2015). Purposeful sampling for qualitative research. Administration and Policy in Mental Health, 42, 533–544. https://doi.org/10.1007/s10488-013-0528-y
Prabowo, P. A., Supriyono, B., Noor, I., & Muluk, M. K. (2021). Special autonomy policy evaluation in Papua. International Journal of Excellence in Government, 2(1), 24–40. https://doi.org/10.1108/IJEG-06-2019-0011
Putri, L. P., Russell, D. J., O’Sullivan, B., & Kippen, R. (2021). Factors associated with working in remote Indonesia. Frontiers in Medicine, 8, 594695. https://doi.org/10.3389/fmed.2021.594695
Romzek, B. S., & Dubnick, M. J. (1987). Accountability in the public sector. Public Administration Review, 47(3), 227–238. https://doi.org/10.2307/975901
Suchman, M. C. (1995). Managing legitimacy: Strategic and institutional approaches. Academy of Management Review, 20(3), 571–610. https://doi.org/10.5465/amr.1995.9508080331
