Analisis Pengelolaan Keuangan Dana Hibah Pemilihan Kepala Daerah Di Provinsi Papua
DOI:
https://doi.org/10.37385/63vewd35Keywords:
dana hibah, Pilkada, pengelolaan keuangan, efektivitas, akuntabilitasAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan keuangan dana hibah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur di Provinsi Papua, khususnya pada aspek efektivitas pengelolaan, proses perencanaan, mekanisme pengawasan, serta strategi pengelolaan keuangan yang digunakan oleh penyelenggara pemilu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap dokumen Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), Rencana Anggaran Biaya (RAB), laporan realisasi anggaran, serta laporan pertanggungjawaban dana hibah Pilkada. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta didukung analisis rasio efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dana hibah Pilkada di Provinsi Papua belum sepenuhnya optimal. Rasio efektivitas pengelolaan dana hibah mencapai 69,1%, sehingga berada pada kategori kurang efektif. Kondisi ini disebabkan oleh belum maksimalnya realisasi anggaran, adanya penyesuaian kegiatan akibat dinamika tahapan Pilkada, keterbatasan kapasitas administrasi, kendala geografis, serta kebutuhan penguatan pengawasan dan pertanggungjawaban. Proses perencanaan telah dilakukan melalui mekanisme formal, mulai dari penyusunan kebutuhan, pembahasan anggaran, hingga penetapan NPHD. Namun, pelaksanaannya masih memerlukan penguatan koordinasi, monitoring, dan sistem pelaporan. Strategi yang diperlukan meliputi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan pengendalian internal, digitalisasi pelaporan, serta pengawasan berlapis agar pengelolaan dana hibah Pilkada lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
References
Al Izzati, R., Dartanto, T., Suryadarma, D., & Suryahadi, A. (2024). Direct elections and trust in state and political institutions: Evidence from Indonesia’s election reform. European Journal of Political Economy, 85, 102572. https://doi.org/10.1016/j.ejpoleco.2024.102572
Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032
Baskaran, T., & Feld, L. P. (2013). Fiscal decentralization and economic growth in OECD countries: Is there a relationship? Public Finance Review, 41(4), 421–445. https://doi.org/10.1177/1091142112463726
Bovens, M. (2007). Analysing and assessing accountability: A conceptual framework. European Law Journal, 13(4), 447–468. https://doi.org/10.1111/j.1468-0386.2007.00378.x
Bovens, M. (2010). Two concepts of accountability: Accountability as a virtue and as a mechanism. West European Politics, 33(5), 946–967. https://doi.org/10.1080/01402382.2010.486119
Bowen, G. A. (2009). Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40. https://doi.org/10.3316/QRJ0902027
Choi, N. (2007). Local elections and democracy in Indonesia: The Riau Archipelago. Journal of Contemporary Asia, 37(3), 326–345. https://doi.org/10.1080/00472330701408650
Clark, A. (2017). Identifying the determinants of electoral integrity and administration in advanced democracies: The case of Britain. European Political Science Review, 9(3), 471–492. https://doi.org/10.1017/S1755773916000060
Clark, A. (2019). The cost of democracy: The determinants of spending on the public administration of elections. International Political Science Review, 40(3), 354–369. https://doi.org/10.1177/0192512118824787
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Cucciniello, M., Porumbescu, G. A., & Grimmelikhuijsen, S. (2017). 25 years of transparency research: Evidence and future directions. Public Administration Review, 77(1), 32–44. https://doi.org/10.1111/puar.12685
Eisenhardt, K. M., & Graebner, M. E. (2007). Theory building from cases: Opportunities and challenges. Academy of Management Journal, 50(1), 25–32. https://doi.org/10.5465/amj.2007.24160888
Emerson, K., Nabatchi, T., & Balogh, S. (2012). An integrative framework for collaborative governance. Journal of Public Administration Research and Theory, 22(1), 1–29. https://doi.org/10.1093/jopart/mur011
Faguet, J.-P. (2014). Decentralization and governance. World Development, 53, 2–13. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2013.01.002
Grimmelikhuijsen, S. G., & Welch, E. W. (2012). Developing and testing a theoretical framework for computer-mediated transparency of local governments. Public Administration Review, 72(4), 562–571. https://doi.org/10.1111/j.1540-6210.2011.02532.x
James, T. S., Garnett, H. A., Loeber, L., & van Ham, C. (2019). Electoral management and the organisational determinants of electoral integrity: Introduction. International Political Science Review, 40(3), 295–312. https://doi.org/10.1177/0192512119828206
Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2015). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 44 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Dana Kegiatan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota.
Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2019 tentang Pendanaan Kegiatan Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2024). Peraturan Menteri Keuangan Nomor 56 Tahun 2024 tentang Dukungan Pendanaan Kegiatan Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024.
Komisi Pemilihan Umum Provinsi Papua. (2024). Jumlah bantuan dana hibah Pemilukada Provinsi Papua Tahun 2024. KPU Provinsi Papua.
Komisi Pemilihan Umum Provinsi Papua. (2024). Rancangan kebutuhan barang dan jasa untuk penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua Tahun 2024. KPU Provinsi Papua.
Komisi Pemilihan Umum Provinsi Papua. (2025). Laporan realisasi penggunaan dana tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tahun 2024 sampai dengan Maret 2025. KPU Provinsi Papua.
Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia. (2023). Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor 1394 Tahun 2023 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Hibah di Lingkungan Komisi Pemilihan Umum.
Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia. (2024). Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 2 Tahun 2024 tentang Tahapan dan Jadwal Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2024.
Kyriacou, A. P., Muinelo-Gallo, L., & Roca-Sagalés, O. (2015). Fiscal decentralization and regional disparities: The importance of good governance. Papers in Regional Science, 94(1), 89–107. https://doi.org/10.1111/pirs.12061
Meijer, A. (2009). Understanding modern transparency. International Review of Administrative Sciences, 75(2), 255–269. https://doi.org/10.1177/0020852309104175
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Norris, P. (2013). The new research agenda studying electoral integrity. Electoral Studies, 32(4), 563–575. https://doi.org/10.1016/j.electstud.2013.07.015
Nowell, L. S., Norris, J. M., White, D. E., & Moules, N. J. (2017). Thematic analysis: Striving to meet the trustworthiness criteria. International Journal of Qualitative Methods, 16(1), 1–13. https://doi.org/10.1177/1609406917733847
Oates, W. E. (1999). An essay on fiscal federalism. Journal of Economic Literature, 37(3), 1120–1149. https://doi.org/10.1257/jel.37.3.1120
Republik Indonesia. (2016). Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota.
Republik Indonesia. (2017). Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.
Republik Indonesia. (2021). Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua.
Sepulveda, C. F., & Martinez-Vazquez, J. (2011). The consequences of fiscal decentralization on poverty and income equality. Environment and Planning C: Government and Policy, 29(2), 321–343. https://doi.org/10.1068/c1033r
Simandjuntak, D. (2012). Gifts and promises: Patronage democracy in a decentralised Indonesia. European Journal of East Asian Studies, 11(1), 99–126. https://doi.org/10.1163/15700615-20120008
Sjahrir, B. S., Kis-Katos, K., & Schulze, G. G. (2013). Political budget cycles in Indonesia at the district level. Economics Letters, 120(2), 342–345. https://doi.org/10.1016/j.econlet.2013.05.007
Sjahrir, B. S., Kis-Katos, K., & Schulze, G. G. (2014). Administrative overspending in Indonesian districts: The role of local politics. World Development, 59, 166–183. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2014.01.008
Tracy, S. J. (2010). Qualitative quality: Eight “big-tent” criteria for excellent qualitative research. Qualitative Inquiry, 16(10), 837–851. https://doi.org/10.1177/1077800410383121
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.
