Pengaruh Realisasi Dana Otonomi Khusus Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, Dan Ekonomi Kerakyatan Terhadap Indeks Pembangunan Manusia Di Kabupaten Teluk Bintuni Tahun 2011–2021
DOI:
https://doi.org/10.37385/17gjgc40Keywords:
Dana Otonomi Khusus, pendidikan, ekonomi kerakyatan, Indeks Pembangunan Manusia, Teluk Bintuni.Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh realisasi Dana Otonomi Khusus bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan ekonomi kerakyatan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan data sekunder berbentuk runtun waktu selama periode 2011–2021. Data realisasi Dana Otonomi Khusus diperoleh dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Teluk Bintuni, sedangkan data Indeks Pembangunan Manusia diperoleh dari Badan Pusat Statistik. Analisis dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan metode stepwise regression serta dilengkapi pengujian asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa realisasi Dana Otonomi Khusus bidang pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia dengan koefisien sebesar 0,0697 dan nilai probabilitas 0,0256. Realisasi dana bidang ekonomi kerakyatan juga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien sebesar 0,4283 dan nilai probabilitas 0,0342. Sementara itu, realisasi dana bidang kesehatan dan infrastruktur tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Secara simultan, dana bidang pendidikan dan ekonomi kerakyatan berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia dengan nilai probabilitas 0,0096. Kedua variabel tersebut mampu menjelaskan 68,69% variasi Indeks Pembangunan Manusia, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas Dana Otonomi Khusus tidak hanya ditentukan oleh besarnya realisasi anggaran, tetapi juga oleh ketepatan alokasi dan kemampuan pemerintah daerah mengubah belanja publik menjadi hasil pembangunan manusia.
References
Adriansyah, M. A., & Suyanto. (2023). Evaluasi pengelolan Dana Otonomi Khusus bidang pendidikan dan kesehatan: Studi pada Pemerintah Kabupaten Yahukimo. ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal, 11(3). https://doi.org/10.22146/abis.v11i3.86439
Agustinus, J. (2013). Phenomoenology study on financial performance and management accountability of special autonomy funds allocated for education at the Province of Papua, Indonesia. Gadjah Mada International Journal of Business, 15(1), 79–94. https://doi.org/10.22146/gamaijb.5403
Anand, S., & Sen, A. (2000). Human development and economic sustainability. World Development, 28(12), 2029–2049. https://doi.org/10.1016/S0305-750X(00)00071-1
Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Teluk Bintuni. (2023). Laporan realisasi Dana Otonomi Khusus Kabupaten Teluk Bintuni tahun 2011–2021 [Data tidak dipublikasikan].
Badan Pusat Statistik. (2015). Booklet Indeks Pembangunan Manusia metode baru.
Badan Pusat Statistik. (2021). Indeks Pembangunan Manusia 2020. https://www.bps.go.id/id/publication/2021/04/30/8e777ce2d7570ced44197a37/indeks-pembangunan-manusia-2020.html
Badan Pusat Statistik Kabupaten Teluk Bintuni. (2011–2021). Data Indeks Pembangunan Manusia dan kependudukan Kabupaten Teluk Bintuni [Data statistik].
Beck, T., Demirgüç-Kunt, A., & Levine, R. (2005). SMEs, growth, and poverty: Cross-country evidence. Journal of Economic Growth, 10(3), 199–229. https://doi.org/10.1007/s10887-005-3533-5
Breusch, T. S. (1978). Testing for autocorrelation in dynamic linear models. Australian Economic Papers, 17(31), 334–355. https://doi.org/10.1111/j.1467-8454.1978.tb00635.x
Cahyaningsih, A., & Fitrady, A. (2019). The impact of asymmetric fiscal decentralization on education and health outcomes: Evidence from Papua Province, Indonesia. Economics & Sociology, 12(2), 48–63. https://doi.org/10.14254/2071-789X.2019/12-2/3
Channa, A., & Faguet, J.-P. (2016). Decentralization of health and education in developing countries: A quality-adjusted review of the empirical literature. The World Bank Research Observer, 31(2), 199–241. https://doi.org/10.1093/wbro/lkw001
Dickey, D. A., & Fuller, W. A. (1979). Distribution of the estimators for autoregressive time series with a unit root. Journal of the American Statistical Association, 74(366a), 427–431. https://doi.org/10.1080/01621459.1979.10482531
Fauzi, F. Z., Murti, A. A. G. B., Imamah, L. A., & Hapsari, N. (2019). Infrastructure development in Papua: Features and challenges. Policy & Governance Review, 3(3), 225–243. https://doi.org/10.30589/pgr.v3i3.162
Gupta, S., Verhoeven, M., & Tiongson, E. R. (2002). The effectiveness of government spending on education and health care in developing and transition economies. European Journal of Political Economy, 18(4), 717–737. https://doi.org/10.1016/S0176-2680(02)00116-7
Kharisma, V. D., Samputra, P. L., & Muntaha, P. Z. (2020). Analisis dampak kebijakan alokasi Dana Otonomi Khusus bidang pendidikan dan kesehatan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Papua. Journal Publicuho, 3(1), 1–20. https://doi.org/10.35817/jpu.v3i1.11392
Maksimov, V., Wang, S. L., & Luo, Y. (2017). Reducing poverty in the least developed countries: The role of small and medium enterprises. Journal of World Business, 52(2), 244–257. https://doi.org/10.1016/j.jwb.2016.12.007
Masduki, U., Rindayati, W., & Mulatsih, S. (2022). How can quality regional spending reduce poverty and improve human development index? Journal of Asian Economics, 82, Article 101515. https://doi.org/10.1016/j.asieco.2022.101515
Miranda-Lescano, R., Muinelo-Gallo, L., & Roca-Sagalés, O. (2023). Human development and decentralization: The importance of public health expenditure. Annals of Public and Cooperative Economics, 94(1), 191–219. https://doi.org/10.1111/apce.12373
Muhtarulloh, F. (2021). Analysis of the impact of Papua and West Papua Special Autonomy Funds on IPM. Jurnal Budget: Isu dan Masalah Keuangan Negara, 6(1), 96–113. https://doi.org/10.22212/jbudget.v6i1.76
Newey, W. K., & West, K. D. (1987). A simple, positive semi-definite, heteroskedasticity and autocorrelation consistent covariance matrix. Econometrica, 55(3), 703–708. https://doi.org/10.2307/1913610
O’Brien, R. M. (2007). A caution regarding rules of thumb for variance inflation factors. Quality & Quantity, 41(5), 673–690. https://doi.org/10.1007/s11135-006-9018-6
Ranis, G., Stewart, F., & Ramirez, A. (2000). Economic growth and human development. World Development, 28(2), 197–219. https://doi.org/10.1016/S0305-750X(99)00131-X
Riley, R. D., Snell, K. I. E., Ensor, J., Burke, D. L., Harrell, F. E., Jr., Moons, K. G. M., & Collins, G. S. (2019). Minimum sample size for developing a multivariable prediction model: Part I—Continuous outcomes. Statistics in Medicine, 38(7), 1262–1275. https://doi.org/10.1002/sim.7993
Said, S. E., & Dickey, D. A. (1984). Testing for unit roots in autoregressive-moving average models of unknown order. Biometrika, 71(3), 599–607. https://doi.org/10.1093/biomet/71.3.599
Sandjaja, F. R., Nafisa, F., & Manurung, I. N. (2020). The impact of fiscal decentralization on welfare in selected provinces in Indonesia. Jurnal Bina Praja, 12(1), 21–31. https://doi.org/10.21787/jbp.12.2020.21-31
Shapiro, S. S., & Wilk, M. B. (1965). An analysis of variance test for normality (complete samples). Biometrika, 52(3–4), 591–611. https://doi.org/10.1093/biomet/52.3-4.591
Siswidiyanto, & Sahputri, R. A. M. (2023). Decentralisation and human development in Indonesia: The importance of local government capacity in delivering development outputs and outcomes. Lex Localis—Journal of Local Self-Government, 21(2), 393–419. https://doi.org/10.4335/21.2.393-419(2023)
Sofilda, E., Hamzah, M. Z., & Kusairi, S. (2023). Analysis of fiscal decentralisation, human development, and regional economic growth in Indonesia. Cogent Economics & Finance, 11(1), Article 2220520. https://doi.org/10.1080/23322039.2023.2220520
White, H. (1980). A heteroskedasticity-consistent covariance matrix estimator and a direct test for heteroskedasticity. Econometrica, 48(4), 817–838. https://doi.org/10.2307/1912934
Peraturan Perundang-undangan
Republik Indonesia. (2001). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua. https://peraturan.bpk.go.id/Details/44901/uu-no-21-tahun-2001
Republik Indonesia. (2021). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua. https://peraturan.bpk.go.id/Details/172403/uu-no-2-tahun-2021
