Liberalisasi Perdagangan Afta Dan Perubahan Pola Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Manufaktur Indonesia

Authors

  • Juan Pedro Kacaribu Universitas Widyatama
  • Dwi Fauziansyah Moenardy Universitas Widyatama

DOI:

https://doi.org/10.37385/f31b1h05

Keywords:

Liberalisasi Perdagangan, AFTA, CEPT-AFTA, Penyerapan Tenaga Kerja, Transformasi Struktural, Sektor Manufaktur Indonesia.

Abstract

Penelitian ini menganalisis bagaimana liberalisasi perdagangan ASEAN Free Trade Area (AFTA) memengaruhi strategi industri manufaktur Indonesia dalam menentukan pola penyerapan tenaga kerja selama periode 2001–2012, yang dibagi menjadi periode 2001–2006 sebagai fase adaptasi awal dan periode 2007–2012 sebagai fase integrasi dan ekspansi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi dokumentasi, dengan menganalisis data tarif CEPT-AFTA serta data penyerapan tenaga kerja sektor manufaktur dari Badan Pusat Statistik (BPS/Sakernas). Analisis dilakukan menggunakan Teori Integrasi Ekonomi Regional Balassa yang dikritisi melalui perspektif trade diversion Viner, serta Teori Transformasi Struktural Chenery dan Syrquin yang dibandingkan dengan model dua sektor Lewis dalam menjelaskan perubahan pola penyerapan tenaga kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan tarif CEPT-AFTA tidak secara langsung memengaruhi penyerapan tenaga kerja, melainkan bekerja melalui tekanan persaingan yang mendorong industri manufaktur melakukan penyesuaian strategi produksi. Pada periode 2001–2006, pola penyerapan tenaga kerja bersifat fluktuatif dan kontraktif, ditandai oleh penurunan tajam pada tahun 2003. Sementara itu, pada periode 2007–2012, pola penyerapan tenaga kerja menjadi lebih konsisten dan ekspansif hingga mencapai puncaknya pada tahun 2012. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi adaptasi industri berperan sebagai variabel perantara yang menghubungkan liberalisasi perdagangan AFTA dengan perubahan pola ketenagakerjaan sektor manufaktur Indonesia.

References

Adji, A., Marsisno, W., & Nafngiyana, U. (2012). Dampak liberalisasi perdagangan terhadap penyerapan tenaga kerja industri makanan minuman di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia, 12(2).

Aritenang, A. F. (2015). The impact of the AFTA tariff reduction on districts economic growth in Indonesia. Journal of Regional and City Planning, 26(1), 18–27. https://doi.org/10.5614/jpwk.2015.26.1.3

ASEAN Secretariat. (1992). Agreement on the Common Effective Preferential Tariff (CEPT) Scheme for the ASEAN Free Trade Area (AFTA).

Badan Pusat Statistik. (2001–2012). Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), berbagai tahun. BPS.

Balassa, B. (1961/2012). The theory of economic integration. Routledge. (Original work published 1961). ISBN: 978-0-415-68124-7

Bungin, B. (2003). Analisis data penelitian kualitatif. RajaGrafindo Persada.

Chenery, H. B., & Syrquin, M. (1975). Patterns of development, 1950–1970. Oxford University Press for the World Bank.

Creswell, J. W. (2009). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (3rd ed.). Sage Publications.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. (2010). Surat Edaran Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor SE-05/BC/2010.

Handoyo, R. D., & Rabbanisyah, F. (2020). Trade liberalization and labor demand in Indonesia. Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan, 13(1).

Hidayat, H. A. (2014). Dampak liberalisasi perdagangan terhadap kinerja industri manufaktur Indonesia. Skripsi S1, Universitas Diponegoro.

Ilhamdi, A., Oktaviani, R., & Purnamadewi, Y. L. (2015). Dampak implementasi AFTA terhadap perubahan struktur produksi dan distribusi tenaga kerja antar sektor di kawasan ASEAN. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan, 4(2).

Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2007). Peraturan Menteri Keuangan Nomor 129/PMK.011/2007 tentang Penetapan Tarif Bea Masuk dalam Rangka Skema Integrasi Sektor Prioritas ASEAN.

Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2009). Peraturan Menteri Keuangan Nomor 247/PMK.011/2009 tentang Perubahan Klasifikasi dan Penetapan Tarif Bea Masuk atas Barang Impor Produk-Produk Tertentu dalam Rangka Skema Common Effective Preferential Tariff (CEPT).

Lewis, W. A. (1954). Economic development with unlimited supplies of labour. Manchester School of Economic and Social Studies, 22(2), 139–191.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Susanto, J., & Purwiyanta. (2006). Dampak liberalisasi perdagangan terhadap tingkat employment dan upah pada industri manufaktur padat karya di Indonesia. Jurnal Ekonomi & Bisnis Indonesia, 21(3).

Viner, J. (1950). The customs union issue. Carnegie Endowment for International Peace.

Wong, C. K., Liew, V. K. S., & Arip, M. A. (2017). The impact of ASEAN free trade area on intra-ASEAN manufacturing trade. Journal of Economic Cooperation and Development, 38(1).

World Trade Organization. (2011). World trade report 2011: The WTO and preferential trade agreements. WTO

Downloads

Published

2026-07-31

How to Cite

  Liberalisasi Perdagangan Afta Dan Perubahan Pola Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Manufaktur Indonesia. (2026). Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ), 7(1), 839-845. https://doi.org/10.37385/f31b1h05