Pengaruh Fraud Pentagon Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Dengan Good Corporate Governance Sebagai Variabel Moderasi Pada Perusahaan Perbankan BUMN Yang Terdaftar Di BEI

Authors

  • Carmelinda Venansia Du Goma Universitas Merdeka Malang image/svg+xml
  • Dyah Ani Pangastuti Universitas Merdeka Malang
  • Diyah Sukanti Cahyaningsih Universitas Merdeka Malang

DOI:

https://doi.org/10.37385/2jhygm68

Keywords:

Fraud Pentagon; kecurangan laporan keuangan; Good Corporate Governance; F-Score; Bank BUMN.

Abstract

Kecurangan laporan keuangan merupakan salah satu risiko yang dapat menurunkan kualitas informasi, kepercayaan pemangku kepentingan, dan kredibilitas perusahaan, khususnya pada sektor perbankan yang memiliki tingkat akuntabilitas tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh elemen Fraud Pentagon terhadap kecurangan laporan keuangan serta menguji peran Good Corporate Governance (GCG) sebagai variabel moderasi pada Bank BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Data sekunder diperoleh dari laporan keuangan triwulanan dan laporan tahunan Bank BUMN selama periode 2019–2024, dengan total 96 observasi. Kecurangan laporan keuangan diidentifikasi menggunakan F-Score, sedangkan pengujian hipotesis dilakukan melalui regresi logistik menggunakan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilitas keuangan, tekanan eksternal, target keuangan, peluang, kompetensi, arogansi, dan rasionalisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan pada tingkat signifikansi 5%. Hasil pengujian moderasi juga menunjukkan bahwa GCG belum mampu memperkuat maupun memperlemah hubungan antara faktor-faktor Fraud Pentagon dan kecurangan laporan keuangan pada hubungan moderasi yang diuji. Nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,097 menunjukkan bahwa model menjelaskan 9,7% variasi kecurangan laporan keuangan. Temuan ini menunjukkan bahwa risiko kecurangan pada Bank BUMN kemungkinan lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lain di luar elemen Fraud Pentagon yang digunakan dalam penelitian. Implikasi penelitian menekankan pentingnya penguatan sistem pengendalian internal, kualitas audit, manajemen risiko, dan implementasi tata kelola yang substantif dalam mendukung pencegahan kecurangan laporan keuangan.

References

Amalia, R., & Annisa, D. (2023). Pengaruh fraud pentagon terhadap kecurangan laporan keuangan dengan komite audit sebagai variabel moderasi: Studi empiris pada perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018–2021. Journal of Applied Managerial Accounting, 7(1), 143–162. https://doi.org/10.30871/jama.v7i1.5156

Association of Certified Fraud Examiners. (2020a). Report to the nations: 2020 global study on occupational fraud and abuse.

Association of Certified Fraud Examiners Indonesia Chapter. (2020b). Survei fraud Indonesia 2019.

Ayem, S., Wardani, D. K., & Mas’adah, L. (2023). Pengaruh fraud pentagon terhadap fraudulent financial statement dengan komite audit sebagai variabel moderasi. Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah, 5(2), 824–842. https://doi.org/10.47467/alkharaj.v5i2.1355

Chandrarin, G. (2017). Metode riset akuntansi: Pendekatan kuantitatif. Salemba Empat.

Cressey, D. R. (1953). Other people’s money: A study in the social psychology of embezzlement. Free Press.

Dechow, P. M., Hutton, A. P., Kim, J. H., & Sloan, R. G. (2012). Detecting earnings management: A new approach. Journal of Accounting Research, 50(2), 275–334. https://doi.org/10.1111/j.1475-679X.2012.00449.x

Desanti, A. (2024). Pengaruh fraud triangle terhadap potensi kecurangan laporan keuangan dengan good corporate governance sebagai variabel moderasi. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Fadilah, N., Ardiansyah, M. Y., & Firdaus, M. (2025). Integrasi prinsip good corporate governance dalam meningkatkan efisiensi dan kepercayaan publik pada lembaga keuangan syariah di Indonesia. Jurnal At-Tamwil: Kajian Ekonomi Syariah, 7(1), 134–149. https://doi.org/10.33367/at-tamwil.v7i1.7124

Febriyanti, D., & Syarif, D. (2023). Efektivitas peran akuntan forensik dalam mengatasi fraud: Analisis fraud pentagon theory. Inovasi: Jurnal Ekonomi, Keuangan, dan Manajemen, 19(4), 966–975. https://doi.org/10.30872/jinv.v19i4.2497

Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 25. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hadiani, Y., Rizani, F., & Nailiah, R. (2022). Mekanisme corporate governance sebagai variabel moderator dalam potensi kecurangan laporan keuangan: Studi pada perusahaan BUMN dengan menggunakan teori fraud pentagon. International Student Conference on Accounting and Business, 1.

Horwath, C. (2011). Putting the fread in fraud: Why the fraud triangle is no longer enough. Crowe Horwath.

Jensen, M. C., & Meckling, W. H. (1976). Theory of the firm: Managerial behavior, agency costs and ownership structure. Journal of Financial Economics, 3(4), 305–360. https://doi.org/10.1016/0304-405X(76)90026-X

Luhri, A. S. R. N., Mashuri, A. A. S., & Ermaya, H. N. L. (2021). Pengaruh fraud pentagon terhadap kecurangan laporan keuangan dengan komite audit sebagai variabel moderasi. Jurnal Akuntansi, Keuangan dan Manajemen, 3(1), 15–30. https://doi.org/10.35912/jakman.v3i1.481

Murphy, P. R., & Dacin, M. T. (2011). Psychological pathways to fraud: Understanding and preventing fraud in organizations. Journal of Business Ethics, 101(4), 601–618. https://doi.org/10.1007/s10551-011-0741-0

Organisation for Economic Co-operation and Development. (2015). G20/OECD principles of corporate governance. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/9789264236882-en

Sari, R. P., Supri, Z., & Riyanti, R. (2023). Analisis determinan kualitas pelaporan keuangan perusahaan non jasa keuangan di Bursa Efek Indonesia. Jesya (Jurnal Ekonomi dan Ekonomi Syariah), 6(2), 2097–2106. https://doi.org/10.36778/jesya.v6i2.1239

Sihombing, K. S., & Rahardjo, S. N. (2014). Analisis fraud diamond dalam mendeteksi financial statement fraud: Studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2010–2012. Diponegoro Journal of Accounting, 3(2), 657–668.

Skousen, C. J., Smith, K. R., & Wright, C. J. (2009). Detecting and predicting financial statement fraud: The effectiveness of the fraud triangle and SAS No. 99. In Corporate governance and firm performance (pp. 53–81). Emerald Group Publishing.

Skousen, C. J., & Twedt, B. J. (2009). Fraud in emerging markets: A cross country analysis. Cross Cultural Management: An International Journal, 16, 301–316.

Suganda, N. (2024). Determinan-determinan kecurangan laporan keuangan menggunakan teori fraud pentagon dengan komite audit sebagai variabel moderasi. APSSAI Accounting Review, 4(1), 100–125. https://doi.org/10.26418/apssai.v4i1.21

Tiffani, L., & Marfuah, M. (2015). Deteksi financial statement fraud dengan analisis fraud triangle pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia, 19(2), 112–125. https://doi.org/10.20885/jaai.vol19.iss2.art3

Wolfe, D. T., & Hermanson, D. R. (2004). The fraud diamond: Considering the four elements of fraud. CPA Journal, 74(12), 38–42.

Yusof, M., Khair, A., & Simon, J. (2015). Fraudulent financial reporting: An application of fraud models to Malaysian public listed companies. The Macrotheme Review: A Multidisciplinary Journal of Global Macro Trends, 4(3), 126–145.

Downloads

Published

2026-08-24

How to Cite

Pengaruh Fraud Pentagon Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Dengan Good Corporate Governance Sebagai Variabel Moderasi Pada Perusahaan Perbankan BUMN Yang Terdaftar Di BEI. (2026). Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ), 7(1), 1217-1236. https://doi.org/10.37385/2jhygm68