Optimalisasi Pelabuhan Dan Logistik Maritim Dalam Meningkatkan Daya Saing Batam Sebagai Pusat Perdagangan Internasional
DOI:
https://doi.org/10.37385/msej.v6i6.9852Keywords:
Optimalisasi Pelabuhan; Logistik Maritim; Daya Saing Pelabuhan; Smart Port; GAP Analysis; Pusat Perdagangan Internasional.Abstract
Batam memiliki posisi geostrategis tak tertandingi di jalur pelayaran internasional Selat Malaka, yang merupakan arteri utama perdagangan global yang dilewati oleh lebih dari 60.000 kapal niaga per tahun. Keunggulan geografis ini didukung oleh statusnya sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yang seharusnya memposisikan Batam sebagai regional trading hub. Namun, potensi ini terhambat oleh kesenjangan struktural yang signifikan, meliputi keterbatasan kapasitas fisik Pelabuhan Batu Ampar, inefisiensi non-fisik yang menyebabkan biaya logistik nasional tinggi (>23% dari PDB), serta rendahnya adopsi konsep Smart Port dan integrasi transportasi multimoda. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi optimalisasi komprehensif pada lima pilar: infrastruktur, digitalisasi, konektivitas, kebijakan, dan SDM, guna mendongkrak daya saing Batam secara fundamental di kawasan Asia Tenggara.Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed methods (metode campuran) yang terintegrasi, dengan kombinasi analisis kuantitatif (survei, statistik deskriptif efisiensi operasional) dan kualitatif (wawancara mendalam, analisis tematik, SWOT, dan GAP Analysis). Temuan kunci menunjukkan bahwa meskipun modernisasi parsial telah meningkatkan produktivitas crane Batu Ampar hingga \approx 35 kontainer per jam, masih terdapat GAP Tinggi dibandingkan pelabuhan pesaing regional (standar >60 kontainer per jam), terutama dalam hal dwelling time dan integrasi sistem digital penuh (Port Community System). Strategi yang direkomendasikan berpusat pada Investasi Dual: (1) Modernisasi fisik dan implementasi Smart Port (Fase 1-3), (2) Reformasi tata kelola melalui harmonisasi regulasi dan digitalisasi perizinan terpadu (INSW), serta (3) Pembangunan kawasan logistik terintegrasi (integrated logistics hub) untuk menarik kegiatan transshipment. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan panduan strategis yang terukur bagi otoritas (BP Batam dan Pelindo) untuk mentransformasi Batam menjadi pusat perdagangan internasional yang berdaya saing tinggi.
References
Ardiansyah, & Siregar, F. H. (2022). Reformasi regulasi melalui digitalisasi perizinan, khususnya penerapan Indonesia National Single Window, mampu mempercepat proses kepabeanan dan mengurangi biaya logistik.
Cullinane, K., & Ng, A. K. Y. (2022). Sustainable Port Development in the Anthropocene: Addressing the Triple Bottom Line. Journal of Transport Geography, 100, 103328. [Tambahan Baru - Aspek Keberlanjutan Pelabuhan]
Fu, X., Ng, A. K. Y., & Lau, Y. Y. (2020). Port competitiveness: A comparative study of major ports in Asia. Research in Transportation Economics, 80, 100828. https://doi.org/10.1016/j.retrec.2019.100828
Lam, J. S. L. (2019). The competitiveness of ports in the Asia-Pacific region: a critical analysis of port selection factors. International Journal of Shipping and Transport Logistics, 11(1), 1-20. [Tambahan Baru - Faktor Seleksi Pelabuhan]
Munim, Z. H., & Schramm, H. J. (2018). The impacts of port infrastructure and logistics performance on economic growth: The mediating role of seaborne trade. Journal of Shipping and Trade, 3(1), 1–19. https://doi.org/10.1186/s41072-018-0027-0
Notteboom, T., & Rodrigue, J. P. (2022). The future of containerization: Perspectives from maritime and inland freight distribution. Transport Reviews, 42(4), 499–516. https://doi.org/10.1080/01441647.2021.1958234
Parola, F., Pallis, A. A., & Satta, G. (2021). Digital transformation in container terminals: Advancing competitiveness through automation and smart port systems. Journal of Shipping and Trade, 6(1), 1–20. https://doi.org/10.1186/s41072-021-00084-9
Pellegrini, V., & Giuffrida, M. (2023). Digital port ecosystems: The role of data sharing platforms in enhancing supply chain visibility. Transportation Research Part E: Logistics and Transportation Review, 175, 103138. [Tambahan Baru - Ekosistem Digital Pelabuhan]
Rachman, H. P., & Pujawan, I. N. (2020). Implementasi teknologi informasi dalam pengembangan pelabuhan pintar (smart port) di Indonesia. Jurnal Ilmiah Teknik Industri, 19(2), 93–102. https://doi.org/10.23917/jiti.v19i2.10840
Silitonga, N. F., & Siregar, R. (2021). Analisis Efektivitas Kebijakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dalam Peningkatan Investasi Logistik di Batam. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Maritim, 4(2), 110-125. [Tambahan Baru - KEK Batam]
Song, D. P., & Panayides, P. M. (2024). Global supply chain disruptions and port resilience: The role of policy and investment. Maritime Policy & Management, 51(1), 1-18. [Tambahan Baru - Rantai Pasok Global dan Resiliensi Pelabuhan]
Suhartono, E., & Hidayat, A. (2023). Peningkatan Kualitas Layanan dan Sumber Daya Manusia Pelabuhan melalui Penerapan Konsep Servant Leadership. Jurnal Manajemen Logistik dan Transportasi, 7(1), 45-60. [Tambahan Baru - SDM dan Kepemimpinan Pelabuhan]
Wahyuni, S., & Prasetyo, B. (2020). Penguatan kapasitas SDM dan tata kelola pelabuhan dalam meningkatkan daya saing logistik Indonesia. Jurnal Manajemen Maritim dan Pelabuhan, 5(1), 55–66.
Yap, W. Y., & Lam, J. S. L. (2019). Dynamics of liner shipping network and port connectivity in Southeast Asia. Maritime Policy & Management, 46(7), 819–835. https://doi.org/10.1080/03088839.2019.1594420
Bank Dunia. (2024). Indonesia Logistics Performance Index (LPI) Update. [Tambahan Baru - Data LPI]
Badan Pusat Statistik (BPS) Batam. (2023). Statistik Pelabuhan dan Angkutan Laut Kota Batam Tahun 2023. [Tambahan Baru - Data Statistik Resmi]
The World Economic Forum (WEF). (2023). Global Competitiveness Report 2023. [Tambahan Baru - Laporan Daya Saing Global]
Template


