Peran Pastoral Kematian Dalam Tradisi “Duan-Lolat” Dan Relevansinya Bagi Solidaritas Di Paroki St.Maria Immaculata Wowonda

Authors

  • Bibiana Lamere STP-IPI Malang
  • Tomas Lastari Hatmoko STP-IPI Malang
  • Lina Sriwahyuni STP-IPI Malang

DOI:

https://doi.org/10.37385/ceej.v7i1.10142

Keywords:

Pastoral Kematian; Tradisi Duan-Lokal; Solidaritas Umat

Abstract

Pelayanan pastoral kematian merupakan bagian integral dari karya pelayanan Gereja yang bersumber pada iman dan Kristus yang bangkit. Pastoral kematian dalam tradisi “Duan-Lolat” di Paroki St. Maria Immaculata pada hakekatnya bersifat aktual. Artinya, dalam memberikan pelayanan Gereja menyesuaikan dengan budaya setempat. Meskipun tradisi “Duan-Lolat” telah terintegrasikan dalam pelayanan pastoral kematian sebagai bentuk inkulturasi Gereja Katolik, sejauh ini belum ada penelitian yang secara spesifik mengkaji dampak pergeseran nilai sosial akibat moderinisasi-seperti induvilialisme, mobilitas sosial, dan teknologi-terhadap efektivitas pelayanan ini dalam menjaga solidaritas dan pertumbuhan iman umat. Penelitian ini bertujuan untuk mendisktipsikan nilai-nilai kematian dalam tradisi Duan-Lolat” dan pelayanan pastoral kematian yang dilakukan oleh umat Paroki St. Maria Immaculata Wowonda. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif sebagaimana direkomendasikan oleh Miles dan Huberman, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peningkatan solidaritas umat dalam pelayanan kematian membutuhkan dua aspek penting yaitu solidaritas secara spiritual dan solidaritas sosial. Dengan demikian, pelayanan pastoral kematian di Paroki St. Maria Immaculata Wowonda perlu terus dikembangkan sebagai wadah pertumbuhan iman dan penguatan solidaritas komunitas umat di tengah tantangan budaya modern yang semakin kompleks.

References

Abineno, J. L. (2019). Pelayanan pastoral kepada orang berduka. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Alaslan, A. (2018). Analisis nilai-nilai budaya Duan Lolat berbasis kearifan lokal pada masyarakat Tanimbar di Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Jurnal Otonomi, 11(22).

Arah Dasar Pastoral Keuskupan Amboina. (2019). Ambon: Sekretariat Keuskupan Amboina.

Aritonang. (2023). Solidaritas Allah dalam penderitaan seorang ibu karena kematian anaknya. Jurnal Danum Pambelum Teologi dan Musik Gereja, 3(1).

Batlayeri. (2018). Memahami ritual kematian dalam tradisi masyarakat Tanimbar. Jurnal Fides et Ratio Teologi Kontekstual, 3(1).

Direktorium Pastoral. (2003). Pelayanan sakramen kepada orang sakit dan lansia. Jakarta: Komisi Liturgi KWI.

Drabe, P. (2016). Etnografi Tanimbar kehidupan orang Tanimbar di zaman dulu. Yogyakarta: Gunung Sopai.

Ghony, M. D. (2020). Analisis dan interpretasi data penelitian kualitatif. Yogyakarta: Deepublish.

Hardowiryono. (1993). Dokumen Konsili Vatikan II. Jakarta: Obor.

Katekismus Gereja Katolik. (1996). Jakarta: Penerbit Obor.

Katekismus Gereja Katolik untuk orang muda. (2012). Jakarta: Penerbit Obor.

Koentjaraningrat. (2005). Pengantar antropologi pokok-pokok etnografi II. Jakarta: Rineka Cipta.

Konsili Vatikan II. (1996). Gaudium et spes. Yogyakarta: Kanisius.

Konsili Vatikan II. (2005). Lumen gentium. Yogyakarta: Kanisius.

Laka, L. (2022). Metodologi penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Jakarta: Prenadamedia Group.

Lembaga Alkitab Indonesia. (2002). Alkitab terjemahan baru. Jakarta: LAI.

Malindar, L. K. J. (2023). Nilai budaya Tanimbar dalam perspektif demokrasi Pancasila dan hukum. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Mamik. (2015). Metodologi kualitatif. Surabaya: Zifatama Publisher.

McKinnon, S. (1991). From a shattered sun hierarchy gender and alliance in the Tanimbar Islands. Wisconsin: University of Wisconsin Press.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis. Thousand Oaks: Sage Publications.

Moleong, L. J. (2014). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Murdiyanto, E. (2020). Metodologi kualitatif teori dan aplikasi. Yogyakarta: LP2M UPN Veteran Yogyakarta.

Rahner, K. (2004). Dasar-dasar iman Kristen. Jakarta: Penerbit Obor.

Rukminingsih, Adnan, G., & Latief, M. A. (2020). Metode penelitian pendidikan. Yogyakarta: Erhaka Utama.

Sugiyono. (2018). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2023). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Sujarweni, V. W. (2023). Metode penelitian. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Tata upacara pemakaman Katolik. (2001). Jakarta: Komisi Liturgi KWI.

Viktorahadi, B. (2021). Mengoreksi extra ecclesiam nulla salus. Yogyakarta: Kanisius.

Wiyono, R. (2012). Teologi pastoral praktis. Jakarta: Penerbit Obor.

Wuritimur, A. (2012). Basudara orang Tanimbar. Yogyakarta: Kanisius.

Wuritimur, A. (2014). Yang ilahi menurut penghayatan orang Tanimbar. Yogyakarta: Kanisius.

Yohanes Paulus II. (2005). Sollicitudo rei socialis. Yogyakarta: Kanisius.

Downloads

Published

2026-01-11

How to Cite

Lamere, B., Hatmoko, T. L., & Sriwahyuni, L. (2026). Peran Pastoral Kematian Dalam Tradisi “Duan-Lolat” Dan Relevansinya Bagi Solidaritas Di Paroki St.Maria Immaculata Wowonda. Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ), 7(1), 468–477. https://doi.org/10.37385/ceej.v7i1.10142