Penguatan Kearifan Lokal melalui Pelestarian Budaya Lokal Berbasis Media Digital di Kampung Ruteng Pu'u

Authors

  • Klemens Mere Universitas Wisnuwardhana Malang

DOI:

https://doi.org/10.37385/ceej.v7i2.10263

Keywords:

Kearifan Lokal; Budaya; Digital Kampung Ruteng Pu’u

Abstract

Kampung Ruteng Pu'u sebagai salah satu kampung adat di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, merupakan representasi nyata dari kekayaan budaya lokal yang masih bertahan hingga saat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk Penguatan Kearifan Lokal melalui Pelestarian Budaya Lokal Berbasis Media Digital di Kampung Ruteng Pu'u. Penelitian ini bersifat deskriptif-analitis, yaitu menggambarkan dan menganalisis secara kritis gagasan, konsep, dan hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan kearifan lokal, budaya lokal, serta media digital. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang diperoleh melalui kajian pustaka, dapat disimpulkan bahwa kearifan lokal Kampung Ruteng Pu’u merupakan warisan budaya yang memiliki nilai sosial, budaya, dan edukatif yang tinggi bagi masyarakat Manggarai. Nilai-nilai kearifan lokal tersebut tercermin dalam praktik adat, sistem sosial, arsitektur tradisional, serta ritual budaya yang berfungsi sebagai pedoman hidup masyarakat dan pembentuk identitas kolektif komunitas adat.

References

Appadurai, A. (2019). The Future as Cultural Fact: Essays on the Global Condition. London: Verso.

Barker, C. (2012). Cultural Studies: Theory and Practice. London: Sage Publications.

Barker, C. (2012). Cultural Studies: Theory and Practice. London: Sage Publications.

Booth, W. C., Colomb, G. G., & Williams, J. M. (2016). The Craft of Research. Chicago: University of Chicago Press.

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Erb, M. (2016). Ritual, Identity, and Change in Manggarai Society. Jakarta: Obor.

Erb, M., & Widyastuti, T. (2020). Cultural heritage and digital transformation in Eastern Indonesia. Journal of Southeast Asian Studies, 51(3), 455–472.

Jenkins, H. (2016). Convergence Culture: Where Old and New Media Collide. New York: New York University Press.

Jenkins, H. (2016). Convergence Culture: Where Old and New Media Collide. New York: New York University Press.

Jenkins, H. (2018). Convergence Culture: Where Old and New Media Collide. New York: NYU Press.

Mere, K. (2025). Dari Wombu ke Woda: Transformasi Nilai budaya dalam siklus kehudupan masyarakat nagekeo di era modern. Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ), 6(6), 5037–5043. https://doi.org/10.37385/ceej.v6i6.9669

Mere, K. (2025). Kearifan Lokal dalam siklus kehidupan manusia Nagakeo: Upaya pelestarian identitas budaya di tengah globalisasi. Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ), 6(6), 5044–5050. https://doi.org/10.37385/ceej.v6i6.9670

Keraf, A. S. (2010). Etika Lingkungan Hidup. Jakarta: Kompas.

Keraf, A. S. (2010). Etika Lingkungan Hidup. Jakarta: Kompas.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Krippendorff, K. (2018). Content Analysis: An Introduction to Its Methodology. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). *Qualita

Nadlir, M. (2016). Pelestarian budaya lokal dalam konteks globalisasi. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 21(1), 1–12.

Prensky, M. (2010). Teaching Digital Natives: Partnering for Real Learning. Thousand Oaks: Corwin Press.

Prensky, M. (2019). Digital Natives, Digital Immigrants. New York: Routledge.

Sedyawati, E. (2014). Kebudayaan di Nusantara: Dari Keris, Tor-Tor sampai Industri Budaya. Jakarta: Komunitas Bambu.

Sedyawati, E. (2018). Budaya Indonesia: Kajian Arkeologi, Seni, dan Sejarah. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Smith, L. (2020). Uses of Heritage. London: Routledge.

Suryadi, A. (2021). Pendidikan berbasis kearifan lokal di era digital. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 26(2), 145–158.

UNESCO. (2018). Operational Guidelines for the Implementation of the Convention for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage. Paris: UNESCO.

Downloads

Published

2026-01-22

How to Cite

Mere, K. (2026). Penguatan Kearifan Lokal melalui Pelestarian Budaya Lokal Berbasis Media Digital di Kampung Ruteng Pu’u . Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ), 7(2), 930–937. https://doi.org/10.37385/ceej.v7i2.10263