Evaluasi Kinerja Berdasarkan Pendekatan Balanced Scorecard Di Puskesmas Tipar Di Kota Sukabumi
DOI:
https://doi.org/10.37385/ceej.v7i3.10312Keywords:
Balanced Scorecard, evaluasi kinerja, puskesmas, pelayanan kesehatan primer, strategi peningkatan kinerjaAbstract
Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama dituntut memiliki kinerja organisasi yang akuntabel, responsif, dan berorientasi pada mutu layanan. Namun, pengukuran kinerja puskesmas masih sering berfokus pada aspek administratif dan finansial, sehingga belum menggambarkan capaian organisasi secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja Puskesmas Tipar Kota Sukabumi menggunakan pendekatan Balanced Scorecard (BSC) melalui empat perspektif: keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan, sekaligus merumuskan strategi peningkatan kinerja berbasis temuan empiris. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, studi dokumentasi, dan penguatan data menggunakan kuesioner, melibatkan 10 informan kunci yang dipilih secara purposive. Validitas data dijaga melalui triangulasi, member checking, cross-check dokumen, dan audit trail. Hasil menunjukkan kinerja agregat Puskesmas Tipar berada pada kategori sangat baik (skor 92,26), dengan kekuatan pada akuntabilitas keuangan, kepuasan masyarakat, capaian SPM, dan kompetensi SDM. Namun, ditemukan area kritis yang memerlukan perbaikan, terutama stock-out obat, keterbatasan sarana ruang tunggu, dan stabilitas sistem informasi (SIMPUS). Integrasi BSC dengan Matriks OMTI menghasilkan rekomendasi strategis prioritas yang terukur, seperti perbaikan supply chain obat, penguatan inovasi digital, serta peningkatan kapasitas SDM. Studi ini menegaskan BSC efektif sebagai kerangka evaluasi komprehensif dan dasar penyusunan strategi peningkatan kinerja puskesmas secara berkelanjutan.
References
Adhan, A. S., & Sembiring, E. E. (2019). Pengukuran Kinerja Instansi Pemerintah dengan Pendekatan Balanced Scorecard (Studi Kasus pada Dinas Kesehatan Kota Bandung). Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar, 10(1), 1026-1035
Anitya, H. R. (2008). Gambaran Pelaksanaan Sistem Informasi Kesehatan Integrasi di Puskesmas Di Wilayah Kerja Suku Dinas Kesehatan Masyarakat Jakarta Timur Tahun 2007 Universitas Indonesia, Depok
Aprilia, P. A., Linawati, & Tohari, A. (2024). Analisis Metode Balanced Scorecard Sebagai Pengukuran Kinerja Puskesmas Prambon
Aprillia, W. R. (2016). Desain Pengukuran Kinerja Puskesmas Balongsari Surabaya dengan Balanced Scorecard. Universitas Widya Mandala Surabaya.
Basuki, A. T., & Prawoto, N. (2020). Pengukuran Kinerja Puskesmas Menggunakan Balanced Scorecard di Kabupaten Blitar. Jurnal Administrasi Publik, 12(2), 89-102.
Cantika, W. O. (2015). Analisis Dan Evaluasi Kinerja Sistem Informasi Puskesmas (SIMPUS) Untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan Pada Puskesmas Tlogosari Wetan. Universitas Dian Nuswantoro, Semarang
Fahmi. (2017). Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien di Puskesmas. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 188-200
Fatimah, S., Kurdi, F. N., & Thamrin, M. H. (2016). Strategi Peningkatan Kinerja dengan Metode Balanced Scorecard di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Ogan Ilir. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 3(1), 351-359.
Fitriyana, A. (2021). Pengukuran Kinerja UPTD Puskesmas Tanah Sarepet Bogor dengan Balanced Scorecard. Universitas Pakuan Bogor.
Hadi, I. (2012). Analisis Penerapan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Barito Kuala (SIMPUSBAKU) di Puskesmas Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Indarti, T. (2020). Implementasi Balanced Scorecard dalam Pengukuran Kinerja Puskesmas di Kota Surabaya. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 8(2), 45-58
Kaplan, R. S., & Norton, D. P. (1992). The Balanced Scorecard—Measures that Drive Performance. Harvard Business Review, 70(1), 71-79.
Kaplan, R. S., & Norton, D. P. (1996). The Balanced Scorecard: Translating Strategy into Action. Harvard Business Press.
Lestari, D. P. (2022). Analisis Kinerja Puskesmas Astanagarib dengan Balanced Scorecard dan AHP. Jurnal Ekonomi LLDikti 4.
Mahmudi. (2013). Manajemen Sektor Publik: Pengukuran Kinerja dan Akuntabilitas. Erlangga, Jakarta.
Mulyadi. (2005). Akuntansi Manajemen: Konsep dan Implementasi Balanced Scorecard. Salemba Empat, Jakarta
Nurhidayati, E., Suprihanto, J., & Wikaningtyas, S. U. (2017). Strategi Peningkatan Kinerja Puskesmas Arjosari Kabupaten Pacitan Dalam Program Pemberian ASI Eksklusif.
Puskesmas Batua. (2019). Penilaian Kinerja Puskesmas Batua Makassar Menggunakan Metode Balanced Scorecard. Repositori UIN Alauddin Makassar.
Putranto, T. Y. E. (2012). Analisis Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Dengan Metode Framework for The Application of SystemThinking (FAST) Di Dinas Kesehatan Kota Salatiga. Universitas Muhammadiyah Surakarta
Rahmawati, S. (2017). Kinerja Puskesmas Juwana dengan Menggunakan Metode Balanced Scorecard [Skripsi]. Universitas Negeri Semarang.
Rangkuti, F. (2011). SWOT Balanced Scorecard: Teknik Menyusun Strategi Korporat yang Efektif. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Rasidi, & Sadmoko, R. (2019). Penerapan Konsep Balanced Scorecard Dalam Pengukuran Kinerja Instansi Pemerintah pada Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Jurnal Ilmu Pemerintahan Widya Praja, 45(2), 189-202
Sari, N. K. (2021). Pengukuran Kinerja Puskesmas Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSTU) dengan Balanced Scorecard. Jurnal Ilmiah Riset Akuntansi.
Subehan, S., Setyawati, S. M., & Aji, B. (2019). Kinerja Puskesmas Rawat Inap Distrik Jatilawang Kabupaten Banyumas dengan Metode Balanced Scorecard. Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Akuntansi (JEBA), 21(2), 1-10.
Susanto, Y. H. (2018). Analisis Kinerja Puskesmas Menggunakan Balanced Scorecard: Studi Kasus Puskesmas X Kota Yogyakarta. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 21(3), 123-135
Wulandari et al. (2024). "Pengukuran Kinerja UPTD Puskesmas Tanah Sareal Kota Bogor Menggunakan Metode Balanced Scorecard 2019-2022". Jurnal Ilmu Akuntansi dan Keuangan Ekonomi (JIAFE) 10(1).
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2019 tentang Puskesmas.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2022 tentang Standar Pelayanan Minimal Puskesmas.



Template