Pengaruh Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Terhadap Kebijakan Alokasi Belanja Modal
DOI:
https://doi.org/10.37385/ceej.v7i3.10329Keywords:
Kinerja Keuangan Daerah, Belanja Modal, Rasio Kemandirian, Rasio Efisiensi, Pemerintah DaerahAbstract
Pelaksanaan otonomi daerah menuntut pemerintah daerah untuk mampu mengelola keuangan secara efektif, efisien, dan mandiri guna mendukung penyediaan pelayanan publik dan pembangunan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja keuangan pemerintah daerah terhadap kebijakan alokasi belanja modal pada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah periode 2021–2024. Kinerja keuangan daerah dalam penelitian ini diukur menggunakan Rasio Kemandirian, Rasio Efektivitas, Rasio Efisiensi, Dan Rasio Pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang bersumber dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) yang telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan total 35 pemerintah daerah kabupaten/kota selama empat tahun pengamatan sehingga diperoleh 140 data observasi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rasio Kemandirian menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap Alokasi Belanja Modal. Sementara itu Rasio Efektivitas, Rasio Efisiensi, Dan Rasio Pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak menunjukkan pengaruh terhadap Alokasi Belanja Modal. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengelolaan keuangan daerah yang lebih efektif dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
References
Aini, N., Bukit, R. B., & Situmeang, C. (2024). Factors that influence financial performance with capital expenditure as a moderating variable in the regency/city government of Sumatera Utara Province. International Journal of Research and Review, 11(8), 294–308.
Amal, M. I., & Wibowo, P. (2022). Analisis kinerja keuangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelum dan sesudah pandemi COVID-19. Pajak dan Keuangan Negara, 83–93.
Andriyani, N. (2020). Analisis kinerja keuangan pemerintah daerah. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Universitas Jambi, 5(2), 132–144.
Andriyani, N., Mukhzarudfa, & Diah, E. P. A. (2020). Pengaruh kinerja keuangan pemerintah daerah terhadap belanja modal (Studi di kabupaten/kota Provinsi Jambi tahun 2014–2018). Jurnal Akuntansi dan Keuangan Universitas Jambi, 5(2), 132–144.
Ayuni, R., Sari, K. R., & Fithri, E. J. (2023). Pengaruh efektivitas PAD, ketergantungan keuangan daerah, dan efisiensi keuangan daerah terhadap alokasi belanja modal pada pemerintah provinsi se-Sumatera. Student Research Journal, 1(5), 114–131.
Babarinde, G. F., Ajao, J. O., Adeluwusi, O. A., & Hassan, H. (2022). Causality analysis of internally generated revenue, capital expenditure, and fiscal stress. Journal of Public Administration, Finance and Law, 24, 42–54.
Bayu Kusumaningrum, E., & Sugiyanto, H. (2021). Pengaruh kinerja keuangan pemerintah daerah, pertumbuhan ekonomi, fiscal stress, dan kepadatan penduduk terhadap alokasi belanja modal pada Provinsi Kalimantan Utara. Ekonomi Bisnis, 27(2), 630–632.
Fajriati, C. E., & Anwar, H. S. (2022a). Alokasi belanja modal pada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tahun 2011–2020. MODERAT, 8(3), 436–451.
Fajriati, C. E., & Anwar, H. S. (2022b). Pengaruh kinerja keuangan daerah terhadap alokasi belanja modal pada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tahun 2011–2020. MODERAT, 8(3), 436–451.
Ghozali, I. (2021). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 26. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Hendrastuti, R., & Harahap, R. F. (2023). Agency theory: Review of the theory and current research. Jurnal Akuntansi Aktual, 10(1), 85–100.
Hidayat, T., Permatasari, M. D., & Aeni, P. (2024). Pengaruh dana alokasi umum, pendapatan asli daerah, dan kinerja keuangan terhadap belanja modal Jawa Barat. Jurnal Akuntansi Bisnis Pelita Bangsa, 9(1), 105–115.
Santika, I. P., & Adnyana, I. B. M. P. (2022). Kinerja keuangan daerah Kabupaten Badung dalam pelaksanaan otonomi daerah. Journal of Applied Management Studies, 3(2), 173–190. https://doi.org/10.51713/jamms.v3i2.54
Lestari, R. I., & Basuki, P. (2024). The effect of economic growth, local original revenue, general allocation fund, special allocation fund, and profit sharing fund on capital expenditure of the NTB Provincial Government. International Journal of Multidisciplinary Research and Analysis, 7(1), 62–70. https://doi.org/10.47191/ijmra/v7-i01-10
Mubarok, M. H., Nasution, A. A., & Kesuma, S. A. (2022). Local government financial performance: The effects of capital expenditure and intergovernmental revenue. Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah, 9(6), 503–512. https://doi.org/10.22437/ppd.v9i6.11364
Nabanan, J. H., & Shahrullah, R. S. (2021). Peranan otonomi daerah terhadap pembangunan ekonomi melalui pengelolaan keuangan daerah. Journal of Law and Policy Transformation, 6(2), 108–116.
Novita, I., & Nurhasanah, N. (2020). Pengaruh kinerja keuangan daerah terhadap belanja modal. Buana Ilmu, 4(2), 64–77.
Oktavianti, Y. A., & Idayati, F. (2020). Pengaruh kinerja keuangan daerah terhadap belanja modal pada kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi, 9(11), 1–20.
Putri, A., Herdika, M., Fendita, X., & Fratiwi. (2022). Desentralisasi sebagai upaya penanggulangan problematika serta tantangan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. BULLET: Jurnal Multidisiplin Ilmu, 1(3), 400–408.
Putri, R. S., & Rahayu, S. (2019). Pengaruh kinerja keuangan pemerintah daerah terhadap belanja modal di Provinsi Jawa Barat. JASa: Jurnal Akuntansi, Audit dan Sistem Informasi Akuntansi, 3(2), 256–268. https://doi.org/10.36555/jasa.v3i2.429
Rahmadini, D., Indriani, R., & Febriana, N. (2024). Pengaruh kinerja keuangan pemerintah daerah terhadap alokasi belanja modal. Riset & Jurnal Akuntansi, 8(3), 2783–2795. https://doi.org/10.33395/owner.v8i3.2069
Sarina Dewi, A., Masnila, N., & Nurhasanah. (2022). Pengaruh kinerja keuangan daerah terhadap belanja modal pada kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan. Syntax Idea, 4(6).
Setiawan, F. P. (2019). Pengaruh rasio keuangan terhadap belanja modal pada pemerintah daerah tertinggal di Indonesia (Skripsi). UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Setiawati, E., Putri, E., & Devista, N. (2021). Pengaruh profitabilitas, ukuran perusahaan, kepemilikan institusional, dan komite audit terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 7(1), 56–67.
Siregar, A. O. D., & Siregar, I. M. (2020). Analisis kinerja keuangan pemerintahan (Studi kasus Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat). IMAGE, 9(1), 1–19.
Siregar, I. G. (2022). Pengaruh DAU, DAK, PAD, dan pertumbuhan ekonomi terhadap belanja modal. Dynamic Management Journal, 6(2), 175–192.
Sugiyono. (2021). Metode penelitian pendidikan. Alfabeta.
Sularsono, H., & Restianto, Y. E. (2019). Pengaruh kinerja keuangan terhadap alokasi belanja modal dan pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di Jawa Tengah. Media Riset Akuntansi, 11(1), 1–14.
Suriadi, H., & Frinaldi, A. (2023). Sejarah perkembangan desentralisasi dan otonomi daerah di Indonesia. Jurnal Media Ilmu, 2(2), 193–210.
Talumewo, K. D. K. S., Kawung, G. M. V., & Tumangkeng, S. Y. L. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan pemerintah daerah di Kota Manado. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 20(2), 1–13.
Tran, M. H., & Nguyen, N. T. (2024). Impacts of fiscal decentralization on performance of local government expenditure: Evidence from Vietnam. Journal of Infrastructure, Policy and Development, 8(6), 1–32.
Ula, N., & Bharata, R. (2022). Analisis rasio keuangan dalam APBD untuk menilai kinerja keuangan pemerintah daerah. Transekonomika: Akuntansi, Bisnis dan Keuangan, 2(5), 405–414.



Template