Kampung Adat Wogo sebagai Sumber Pembelajaran Budaya Lokal

Authors

  • Klemens Mere Universitas Wisnuwardhana

DOI:

https://doi.org/10.37385/ceej.v7i3.10378

Keywords:

Kampung Adat; Sumber Pembelajaran; Budaya Lokal

Abstract

Globalisasi telah membawa perubahan signifikan dalam pola kehidupan masyarakat, termasuk dalam bidang pendidikan dan budaya. Masuknya budaya populer global melalui media digital sering kali menyebabkan budaya lokal tersisih dan dianggap kurang relevan dengan perkembangan zaman. Tujuan penelitian ini menjadikan kampung adat Wogo sebagai sumber pembelajaran budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research). Metode kajian pustaka dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk menganalisis, mengkaji, dan mensintesis berbagai konsep, teori, serta temuan penelitian terdahulu yang relevan dengan pemanfaatan kampung adat sebagai sumber pembelajaran budaya lokal. Berdasarkan hasil kajian pustaka yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Kampung Adat Wogo memiliki potensi yang sangat besar sebagai sumber pembelajaran budaya lokal. Kampung adat ini tidak hanya merepresentasikan warisan budaya masyarakat Ngada, tetapi juga mengandung nilai-nilai edukatif yang relevan dengan tujuan pendidikan nasional, khususnya dalam penguatan identitas budaya dan pendidikan karakter.

References

Banks, J. A. (2016). Cultural diversity and education: Foundations, curriculum, and teaching. New York: Routledge.

Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Hasan, S. H. (2019). Pendidikan sejarah untuk memperkuat pendidikan karakter. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 24(2), 145–156.

Kemendikbud. (2020). Kebijakan penguatan pendidikan karakter berbasis budaya lokal. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Mere, K. (2026). Penguatan Kearifan Lokal melalui Pelestarian Budaya Lokal Berbasis Media Digital di Kampung Ruteng Pu’u . Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ), 7(2), 930–937. https://doi.org/10.37385/ceej.v7i2.10263

Klemens, K. (2026). Edukasi dan Pendampingan Masyarakat dalam Pelestarian Tradisi Sosial Budaya Kampung Adat Ruteng Pu’u. Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ), 7(2), 1271–1277. https://doi.org/10.37385/ceej.v7i2.10303

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Kolb, D. A. (2015). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. New Jersey: Pearson Education.

Krippendorff, K. (2019). Content analysis: An introduction to its methodology. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Sedyawati, E. (2014). Kebudayaan di Nusantara. Jakarta: Komunitas Bambu.

Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Suparlan. (2015). Pendidikan dan kebudayaan dalam perspektif globalisasi. Jurnal Ilmu Pendidikan, 21(1), 1–12.

Tilaar, H. A. R. (2012). Perubahan sosial dan pendidikan: Pengantar pedagogik transformatif. Jakarta: Rineka Cipta.

Triyanto. (2017). Kearifan lokal sebagai basis pendidikan karakter. Cakrawala Pendidikan, 36(1), 14–25.

Widodo, S. T. (2018). Kampung adat sebagai sumber pembelajaran berbasis budaya. Jurnal Pendidikan Humaniora, 6(3), 112–123.

Zed, M. (2014). Metode penelitian kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Downloads

Published

2026-02-01

How to Cite

Mere, K. (2026). Kampung Adat Wogo sebagai Sumber Pembelajaran Budaya Lokal. Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ), 7(3), 1494–1500. https://doi.org/10.37385/ceej.v7i3.10378