Pengaruh Financial Target, Nature Of Industry, dan Change In Auditor Terhadap Financial Statement Fraud Dengan Modal Intelektual Sebagai Variabel Moderasi Pada Perusahaan Sektor Consumer Non-Cyclicals Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2022-20
DOI:
https://doi.org/10.37385/ceej.v7i3.10409Keywords:
Financial Statement Fraud, Financial Target, Nature Of Industry, Change In Auditor, Modal IntelektualAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh financial target, nature of industry, dan change in auditor terhadap financial statement fraud dengan modal intelektual sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor consumer non-cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2022-2024. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan regresi berganda, di mana data dikumpulkan melalui laporan keuangan tahunan dan analisis dilakukan menggunakan software SPSS 27. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling. Sebanyak 62 perusahaan yang telah memenuhi kriteria sebagai unit observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial target berpengaruh positif dan signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan, sedangkan nature of industry dan change in auditor tidak berpengaruh signifikan. Modal intelektual terbukti mampu memoderasi hubungan antara financial target dan financial statement fraud namun, modal intelektual tidak mampu memoderasi pengaruh nature of industry dan change in auditor terhadap financial statement fraud. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami faktor-faktor yang mempengaruhi financial statement fraud serta pentingnya pengelolaan modal intelektual dalam mencegah praktik kecurangan di perusahaan.
References
Association of Certified Fraud Examiners. (2022). Occupational fraud 2022: A report to the nations. ACFE.
Association of Certified Fraud Examiners. (2024). Occupational fraud 2024: A report to the nations. ACFE.
Achmad, T., Ghozali, I., Helmina, M. R. A., Hapsari, D. I., & Pamungkas, I. D. (2023). Detecting fraudulent financial reporting using the fraud hexagon model: Evidence from the banking sector in Indonesia. Economies, 11(1), 5. https://doi.org/10.3390/economies11010005
Afiah, E. T., & Aulia, V. (2020). Financial stability, financial targets, effective monitoring, rationalization, and fraudulent financial reporting. Jurnal Revenue: Jurnal Ilmiah Akuntansi, 1(1), 90–100. https://doi.org/10.46306/rev.v1i1.9
Albrecht, W. S., Albrecht, C. O., Albrecht, C. C., & Zimbelman, M. F. (2012). Fraud examination (4th ed.). Cengage Learning.
Arjapratama, W., Putra, A. M., & Wijayanti, A. (2020). Analisis fraud diamond terhadap restatement laporan keuangan. Equity, 23(1), 91–104. https://doi.org/10.34209/equ.v23i1.2204
Atma, U., & Makassar, J. (2020). Peranan komite audit dalam hubungan pressure dan financial statement fraud. Jurnal Akuntansi, 3(3), 14–30.
Beneish, M. D. (2004). Detecting earnings manipulation. Financial Analysts Journal, 55(5), 24–36.
Bittarani. (2024). Pengaruh financial stability, external pressure, financial targets, dan change in auditor terhadap financial statement fraud. Jurnal Akuntansi, 10(11), 1–23.
Chalissa, A. T., & Suryani, E. (2024). Mendeteksi pressure terhadap kecurangan laporan keuangan menggunakan artificial neural network. Owner, 8(1), 541–552. https://doi.org/10.33395/owner.v8i1.1895
Clalissa, J. (2025). Pengaruh financial stability, independensi auditor, audit tenure, likuiditas, dan ukuran perusahaan terhadap financial statement fraud. Jurnal Akuntansi, 1, 1–12.
Efrinal, L., & Dani, A. (2022). Analisis pengaruh tekanan dan rasionalisasi terhadap kecurangan laporan keuangan. Jurnal Akuntansi, 6(1), 64–77.
Erisa. (2025). Peran audit internal dalam pencegahan fraud pada PT Permodalan Nasional Madani. Jurnal Akuntansi dan Auditing, 3(2), 215–230.
Gujarati, D. N. (2003). Basic econometrics (4th ed.). McGraw-Hill.
Happy Fajrian. (2020). TPS Food sajikan ulang laporan keuangan 2017, rugi membengkak jadi Rp5 triliun. Katadata.co.id. https://katadata.co.id/finansial/bursa/5e9a495cb39ca/tps-food-sajikan-ulang-lapkeu-2017-rugi-membengkak-jadi-rp-5-triliun
Indarti, I., Apriliyani, I. B., & Onasis, D. (2022). Pengaruh financial stability, financial target, dan kualitas audit terhadap fraudulent financial statement. Jurnal Akuntansi Kompetif, 5(2).
Kurniati, R., Shofiyah, A., & Sopian, D. (2020). Financial stability, financial target, dan external pressure terhadap kecurangan laporan keuangan. JSMA (Jurnal Sains Manajemen & Akuntansi), 1–22.
Lotfi, A., Salehi, M., & Lari Dashtbayaz, M. (2022). The effect of intellectual capital on fraud in financial statements. TQM Journal, 34(4), 651–674. https://doi.org/10.1108/TQM-11-2020-0257
Madany, N., Ruliana, & Rais, Z. (2022). Regresi data panel dan kinerja keuangan terhadap pertumbuhan laba. VARIANSI: Journal of Statistics and Its Application, 4(2), 79–94. https://doi.org/10.35580/variansiunm28
Meckling, W. H., & Jensen, M. C. (1976). Theory of the firm: Managerial behavior, agency costs and ownership structure. Journal of Financial Economics, 3(4), 305–360.
Noviani, E. D., & Ginting, R. (2024). Komite audit sebagai pemoderasi faktor fraud triangle. JIAFE (Jurnal Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi), 10(1), 23–38. https://doi.org/10.34204/jiafe.v10i1.8715
Nurhafifa, N., Rahmawati, R., & Ramadhan, A. (2023). External pressure, financial stability, dan financial target terhadap kecurangan laporan keuangan. Journal of Economic, Management, Accounting and Technology, 6(2), 220–227. https://doi.org/10.32500/jematech.v6i2.4091
Nurhayati, S. (2017). Pengaruh intellectual capital terhadap kinerja pasar dan kinerja keuangan. Jurnal ASET (Akuntansi Riset), 9(1), 133–144. https://doi.org/10.17509/jaset.v9i1.5260
Ridwan, A. (2023). Fraud pentagon terhadap kecurangan laporan keuangan. Jurnal Administrasi Bisnis, 3(1), 12–20. https://doi.org/10.31294/jab.v3i1.1959
Salehi, M., Al-Msafir, H. A. M., Homayoun, S., & Zimon, G. (2023). The effect of social and intellectual capital on fraud and money laundering. Journal of Money Laundering Control, 26(2), 227–252. https://doi.org/10.1108/JMLC-12-2021-0142
Sintabela, D., & Badjuri, A. (2023). Pendeteksian kecurangan laporan keuangan berbasis fraud triangle. Jurnal Bina Akuntansi, 10(1), 378–399. https://doi.org/10.52859/jba.v10i1.375
Siswantoro, S. (2020). Faktor tekanan dan ukuran perusahaan terhadap kecurangan laporan keuangan. Jurnal Akuntansi, Keuangan, dan Manajemen, 1(4), 287–300. https://doi.org/10.35912/jakman.v1i4.76
Sugiyono. (2007). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Susanto Salim, I. A. (2021). Fraud diamond dalam mendeteksi financial statement fraud. Jurnal Ekonomi, 26(11), 187–207. https://doi.org/10.24912/je.v26i11.773
Vista Yulianti, Wulandari, D. S., & Sopiah, S. (2023). Stabilitas keuangan dan tekanan eksternal terhadap kecurangan laporan keuangan. Journal of Trends Economics and Accounting Research, 3(4), 519–528. https://doi.org/10.47065/jtear.v3i4.643
Warshavsky, M. (2012). Analyzing earnings quality as a financial forensic tool. Financial Valuation and Litigation Expert Journal, 39, 16–20.
Wulandari, R., & Maulana, A. (2022). Institutional ownership as a moderating variable of fraud triangle. Jurnal ASET (Akuntansi Riset), 14(2), 207–222. https://doi.org/10.17509/jaset.v14i2.44183
Yanti, L. D., & Monica. (2024). Strategi deteksi kecurangan dalam laporan keuangan. ECo-Fin, 6(2), 152–165. https://doi.org/10.32877/ef.v6i2.1258



Template