Pengaruh Faktor Individu dan Faktor Pekerjaan Terhadap Keluhan Low Back Pain dan Kinerja Perawat di RS Harapan Bunda
DOI:
https://doi.org/10.37385/ceej.v7i4.10423Keywords:
Faktor Individu, Faktor Pekerjaan, Keluhan Low Back Pain, KinerjaAbstract
Tempat kerja adalah lokasi di mana orang berkumpul dan rata-rata bekerja selama sekitar 8 jam per hari. Di tempat kerja, terdapat berbagai aktivitas, dan setiap pekerjaan memiliki risiko serta potensi bahaya yang dapat menyebabkan penyakit akibat kerja (PAK) dan kecelakaan akibat kerja (KAK). Salah satu risiko yang ada adalah Low back pain (LBP) atau nyeri punggung bawah merupakan bagian dari jenis penyakit Musculoskeletal Disorders (MSDs). Penelitian ini adalah penelitian yang menerapkan metode kuantitatif kausal komparatif melalui pendekatan kuantitatif. Dalam pengambilan teknik menggunakan Teknik sensus sebanyak 78 perawat. Kuesioner dikirim menggunakan google form dan lembar pengukuran RULA . Alat uji analisis yang digunakan adalah SmartPls versi 3.0.0 dengan metode analisis SEM (Structural Equation Modeling). Hasil dalam penelitian menyatakan variabel faktor individu tidak signifikan terhadap keluhan low back pain dengan nilai T-Statistic 0,835 dan pvalue 0,404, variabel faktor individu signifikan terhadap kinerja dengan nilai T-Statistic 1,492 dan pvalue 0,037, variabel faktor pekerjaan signifikan terhadap keluhan low back pain dengan nilai T-Statistic 0,699 dan pvalue 0,000, variabel faktor pekerjaan tidak signifikan terhadap kinerja dengan nilai T-Statistic 5,107 dan pvalue 0,830 dan variabel keluhan low back pain tidak signifikan terhadap kinerja dengan nilai T-Statistic 2,019 dan pvalue 0,391. Nilai R-Square Keluhan low back pain sebesar 0.932 dan Kinerja sebesar 0,140. Nilai tersebut menunjukkan bahwa faktor individu, faktor pekerjaan terhadap keluhan low back pain sebesar 93,2%. Sedangkan pada faktor individu, faktor pekerjaan terhadap kinerja sebesar 14,0%.
References
Abdullah. (2015). Metodologi penelitian kuantitatif. Aswaja Pressindo.
Agus Ali, M. E. (2022). Peningkatan kinerja teknologi pendidikan dan penerapannya pada pembelajaran pendidikan agama Islam.
Allegri, M. (2016). Mechanisms of low back pain: A guide for diagnosis and therapy.
Andini. (2015). Risk factors of low back pain in workers. Jurnal Kesehatan, 4(1).
Anwar Prabu Mangkunegara, A. A. (2017). Manajemen sumber daya manusia.
Cahya, I. P. I., Gde, A. A., & Asmara, Y. (2020). Prevalensi nyeri punggung bawah pada tahun 2014-2015 di RSUP Sanglah Denpasar. Jurnal Medika Udayana, 35-39.
Cahyati, A. I. (2012). Merawat tanpa nyeri punggung bawah.
Cieza, A., et al. (2020). Global estimates of the need for rehabilitation based on the global burden of disease study 2019: A systematic analysis.
Departemen Kesehatan. (2003). Profil kesehatan Indonesia tahun 2002. Depkes RI.
Farhan Bilondatu. (2018). Faktor yang berhubungan dengan kejadian low back pain pada operator PT Terminal Petikemas Makassar (Skripsi). Universitas Hasanuddin.
Hadyan, M. F. (2015). Faktor faktor yang mempengaruhi kejadian low back pain pada pengemudi transportasi publik.
Jionghong Liu, P. (2011). Early health risk factors for violence: Conceptualization, review of the evidence, and implication.
Koes, B. W., van Tulder, M. W., & Thomas, S. (2006). Diagnosis and treatment of low back pain. British Medical Journal, 332, 1430-1434.
Kumbea, N. P., Asrifuddin, A., & Sondakh, O. J. (2021). Keluhan nyeri punggung bawah pada nelayan. Journal of Public Health and Community Medicine, 2.
Meilani Patrianingrum, Oktaliansah, E., & Suryadi, E. (2015). Prevalensi dan faktor risiko nyeri punggung bawah di lingkungan kerja anestesiologi. Jurnal Anestesi Perioperatif, 47-56.
Noviyanti, Y., Azwar, Y., Santi, E., & Lestari, D. T. (2021). Faktor faktor yang berhubungan dengan keluhan nyeri punggung bawah pada pekerja welding.
Nurjaya, Sunarsi, D., Effendy, A. A., Taufik, A., & Gunartin. (2021). Pengaruh etos kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai. Jurnal Ilmiah Manajemen Sumber Daya Manusia.
Peraturan Menteri Kesehatan No 41 Tahun 2014 tentang pedoman gizi seimbang. (2014).
Peraturan Menteri Kesehatan tentang keselamatan dan kesehatan kerja rumah sakit. (2016).
Pratami, A. R., Zulhamidah, Y., & Wibowo, E. (2019). Hubungan antara sikap duduk dengan kejadian low back pain pada mahasiswa fakultas kedokteran.
Rasyidah, A. Z., & Hidayat, D. (2019). Masa kerja, sikap kerja, dan jenis kelamin dengan keluhan low back pain.
Riri Segita. (2020). Analisis faktor risiko terjadinya low back pain di rumah sakit kota Bukittinggi.
Robbins, S. P. (2006). Perilaku organisasi (Edisi 10). PT Indeks.
Rodliyah, M. (2016). Estimated score factor with partial least square PLS on model.
Rosadi, R. (2021). Analisis posisi kerja terhadap kasus low back pain pada perawat.
Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan kombinasi. Alfabeta.
Suma'mur. (2014). Higiene perusahaan dan kesehatan kerja. Sagung Seto.
Suprantiknya, A. (2015). Metodologi penelitian kuantitatif dan kualitatif dalam psikologi. Universitas Sanata Dharma.
Susanti, D. E. L., Zadry, H. R., & Yuliandra, B. (2015). Pengantar ergonomi industri.
Tarwaka. (2004). Ergonomi untuk keselamatan kesehatan kerja dan produktivitas.
WHO. (n.d.). Low back pain. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/low-back-pain
Wardoyo, F. S., Wadopo, S., & Siregar, R. K. S. (2020). Hubungan lama duduk dan masa kerja dengan low back pain.
Wibowo. (2011). Manajemen kinerja. PT Raja Grafindo Persada.
Widiyasari, K., Ahmad, A., & Fajar, B. (2014). Hubungan faktor individu dan faktor risiko ergonomi dengan keluhan low back pain.
Wulandari, M., Setyawan, D., & Zahra, A. (2017). Faktor risiko low back pain pada mahasiswa. Jurnal Keterapian Fisik, 2(1), 8-14.



Template