Hubungan Konten Tiktok Terhadap Kecemasan Emosional Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Prima Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.37385/ceej.v7i4.10684Keywords:
Konten TikTok, Kecemasan Emosional, Media Sosial, Kesehatan MentalAbstract
Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan penggunaan media sosial, salah satunya TikTok, yang kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mahasiswa. Namun, penggunaan TikTok secara berlebihan diduga dapat memicu kecemasan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara konsumsi konten TikTok dengan tingkat kecemasan emosional pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Prima Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis korelasi pearson product moment sebagai teknik analisis data. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 mahasiswa yang aktif menggunakan TikTok dan dipilih dengan teknik sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui Skala Likert berdasarkan indikator dari variabel konten TikTok dan kecemasan emosional. Temuan penelitian mengindikasikan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara konten TikTok dengan kecemasan emosional, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,705 dan kontribusi sebesar 49,7%. Artinya, semakin tinggi keterpaparan mahasiswa terhadap konten TikTok, semakin tinggi pula tingkat kecemasan emosional yang mereka alami. Temuan ini menjadi dasar penting untuk pengembangan program preventif terhadap masalah kesehatan mental pada mahasiswa.
References
Abi, M. M., Bano, E. N., Obe, L. F., & Blegur, F. M. A. (2023). Pemodelan matematika dan simulasi kecanduan media sosial TikTok tipe SEI1I2R.
Ariani, D. W. (2020). Pengaruh media sosial terhadap kesehatan mental generasi muda. Pustaka Pelajar.
Arhami, M., Suryani, L., & Prasetyo, D. (2024). Metodologi penelitian kuantitatif dalam ilmu sosial. Alfabeta.
Damanik, R., Sari, N. L., & Hutapea, A. (2024). Teknik penyusunan instrumen penelitian kuantitatif. Rajawali Pers.
Darmayanti, D. P., Arifin, I., & Inayah, M. A. M. (2023). FoMO: Kecemasan digital di kalangan pengguna TikTok.
FOMO Plus Indonesia. (2024, November 30). FOMO: Memahami dampak psikologis dari rasa takut ketinggalan. FOMO Plus.
https://fomoplus.id/fomo-memahami-dampak-psikologis-dari-rasa-takut-ketinggalan/
Ghozali, I. (2016). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 23 (Edisi ke-8). Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Hilda. (2023). Dampak penggunaan media sosial terhadap tingkat stres mahasiswa. Jurnal Mahasiswa FIAI-UII.
Indriani, N., & Amaliah, R. (2023). Psikologi emosional: Teori dan aplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Prenadamedia Group.
Klumpp, H., Fitzgerald, J. M., Kinney, K. L., & Phan, K. L. (2020). Neural response during emotional processing and its relationship with anxiety symptoms in individuals with generalized anxiety disorder. Journal of Affective Disorders, 265, 395–402.
https://doi.org/10.1016/j.jad.2020.01.014
Morina, N., Hoppen, T. H., & Priebe, S. (2021). Emotional distress and coping mechanisms in times of crisis: A systematic review. Clinical Psychology Review, 86, 101980.
https://doi.org/10.1016/j.cpr.2021.101980
Priyatno, D. (2016). SPSS: Panduan mudah olah data bagi mahasiswa dan umum. CV Andi Offset.
Rahayu, N. A., & Sudradjat, R. H. (2024). Pengaruh electronic word of mouth dan konten TikTok AI Storyteller Mie Gaga terhadap sikap konsumen.
RRI. (2021, Juni 7). Fear of Missing Out (FOMO) di kalangan anak muda. RRI.
https://www.rri.co.id/lain-lain/1088298/fear-of-missing-out-fomo-di-kalangan-anak-muda
Sugiyono. (2012). Metode riset akuntansi. Deepublish Publisher.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Taufik, M. (2023, Juli 26). TikTok menyebabkan anak muda di Indonesia rawan stres dan kecemasan. Kumparan.
Trianita, Y., Ahmad, N., & Marina. (2022). Pengaruh konten TikTok Dr. Yessica Tania (@Dr.Ziee) terhadap pemenuhan kebutuhan informasi pada followers.



Template