Analisis Strategi Intelijen Maritim dalam Mengantisipasi Ancaman di Pulau-Pulau Besar Indonesia

Authors

  • Wahyu Prabudi Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut
  • Supriadi Supriadi Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut
  • Rudi Sokabla Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut

DOI:

https://doi.org/10.37385/ceej.v7i4.10849

Keywords:

Intelijen Maritim, Ancaman Hibrida, Analisis SWOT, NVivo, Angkatan Laut Indonesia, Keamanan Maritim

Abstract

Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, menghadapi ancaman keamanan multidimensi di lima pulau besar Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Studi ini menganalisis strategi intelijen maritim dalam mengantisipasi ancaman konvensional dan non-tradisional di kawasan-kawasan tersebut, mengidentifikasi kelemahan sistem intelijen maritim TNI AL (Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut), serta merumuskan rekomendasi strategi terpadu. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif-analitik kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan lima informan strategis dari satuan-satuan kunci TNI AL (Sintelal, Pusintelal, Sopsal, Puskodal Mabesal, dan Cyberal) dan dianalisis menggunakan perangkat lunak NVivo serta analisis SWOT. Temuan penelitian mengungkapkan tiga kelemahan struktural: fragmentasi koordinasi antarlembaga, keterbatasan teknologi pengawasan, dan kesenjangan sumber daya manusia. Analisis SWOT menempatkan strategi intelijen maritim pada Kuadran I (X=0,665; Y=0,278), merekomendasikan strategi SO agresif yang memaksimalkan jaringan HUMINT dan pangkalan angkatan laut strategis guna memanfaatkan kemajuan teknologi AI-big data dan kerja sama regional. Tiga pilar strategis diusulkan: sistem berbasis teknologi terpadu, reformasi koordinasi kelembagaan, dan intelijen berbasis komunitas. Temuan-temuan ini mendukung revisi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara dan pengembangan Pusat Fusi Intelijen Maritim Nasional menuju Visi Emas Indonesia 2045.

References

Bueger, C., Edmunds, T., & Ryan, B. J. (2019). Maritime security: The uncharted politics of the global sea. Palgrave Macmillan.

Conboy, K. (2004). Intel: Inside Indonesia's intelligence service. Equinox Publishing.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Hendrawan, C. (2024). Analisis pengaruh peran intelijen TNI Angkatan Laut dalam mendukung keamanan laut di Selat Malaka. Jurnal Multidisiplin Indonesia (JOUMI), 2(2).

Humphrey, A. S. (1960). SWOT analysis: A tool for making better decisions. Stanford Research Institute.

Jackson, K., & Bazeley, P. (2019). Qualitative data analysis with NVivo (3rd ed.). SAGE Publications.

Kent, S. (1949). Strategic intelligence for American world policy. Princeton University Press.

Kismartini, Murtadho, I., Riszka Sabilla, & Ali Roziqin. (2024). A bibliometric analysis of maritime security policy: Research trends and future agenda. Maritime Policy & Management.

Kuswara, Y. B. (2019). Evaluasi fungsi kontra-intelijen Indonesia dalam menghadapi spionase intelijen asing. Jurnal Kajian Strategi Ketahanan Nasional, 2(2).

Lowenthal, M. M. (2019). Intelligence: From secrets to policy (8th ed.). CQ Press.

Mahan, A. T. (1890). The influence of sea power upon history, 1660–1783. Little, Brown and Company.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Prakoso, L. Y. (2021). Metode SWOT AHP dalam merencanakan strategi pertahanan. CV Aksara Global Akademia.

Purba, et al. (2024). Integrasi analisis NVivo-SWOT dalam penelitian kebijakan keamanan maritim. Jurnal Pertahanan Nasional.

Sutisna & Rofii. (2022). Intelijen strategis Bakamla RI dalam melaksanakan kolaborasi institusi keamanan maritim untuk ketahanan nasional. Jurnal Intelijen Nasional.

Till, G. (2018). Seapower: A guide for the twenty-first century (4th ed.). Routledge.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia.

Weihrich, H. (1982). The TOWS matrix: A tool for situational analysis. Long Range Planning, 15(2), 54–66.

Downloads

Published

2026-04-27

How to Cite

Prabudi, W., Supriadi, S., & Sokabla, R. (2026). Analisis Strategi Intelijen Maritim dalam Mengantisipasi Ancaman di Pulau-Pulau Besar Indonesia. Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ), 7(4), 3567–3576. https://doi.org/10.37385/ceej.v7i4.10849