Implementasi Kebijakan Penurunan Stunting di Kecamatan Tewah Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah
DOI:
https://doi.org/10.37385/ceej.v7i5.10942Keywords:
Implementasi Kebijakan, Stunting, Kecamatan Tewah, George C. Edward IIIAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan penurunan stunting di Kecamatan Tewah, Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah, serta mengidentifikasi faktor penghambat dan upaya penanganannya. Menggunakan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap petugas kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat. Analisis dilakukan dengan menggunakan model implementasi George C. Edward III, yang mencakup aspek komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan belum berjalan optimal. Masalah komunikasi muncul dalam bentuk penyampaian informasi yang kurang merata dan tidak konsisten, terutama di wilayah terpencil. Dari sisi sumber daya, keterbatasan tenaga kesehatan dan sarana prasarana menjadi kendala utama. Sementara itu, meskipun ada komitmen dari petugas kesehatan, motivasi mereka kerap terhambat oleh kondisi kerja yang tidak mendukung. Struktur birokrasi yang kompleks dan lemahnya koordinasi antar sektor juga memperlambat pencapaian target program. Upaya yang telah dilakukan antara lain pelatihan kader, penguatan komunikasi lintas sektor, serta sosialisasi gizi seimbang kepada masyarakat. Program pemberian makanan tambahan dan pendekatan berbasis komunitas juga mulai diterapkan. Kesimpulannya, meskipun terdapat kemajuan, implementasi kebijakan penurunan stunting masih menghadapi tantangan signifikan yang perlu segera ditangani untuk mencapai target nasional secara efektif.
References
Agustino, L. (2017). Dasar-dasar kebijakan publik. Alfabeta.
Alfian. (2022). Implementasi kebijakan publik dalam perspektif organisasi.
Allyreza, R., & Jumiati, I. E. (2023). Strategi komunikasi kader posyandu sebagai upaya perubahan perilaku keluarga (ibu) dalam penurunan stunting di Desa Ramaya Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang. Bantenese: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 1–14.
Amalia, D., & Wahyuni, R. (2020). Peran posyandu dalam penurunan angka stunting di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(3), 34–45.
Asmawati, A. (2020). Implementasi kebijakan pemerintahan terhadap disiplin aparatur sipil negara pada Kantor Kelurahan Baranti Kabupaten Sidenreng Rappang. PRAJA: Jurnal Ilmiah Pemerintahan, 8(1), 8–17.
Ayuwulandari, D. (2023). Upaya kesehatan masyarakat dalam pencegahan stunting. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 14(3), 201–209.
Basri, F., & Rahayu, T. (2020). Implementasi kebijakan penurunan stunting di Kecamatan Kolaka. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 9(4), 47–55.
Budiastutik, I., & Rahfiludin, M. Z. (2019). Faktor risiko stunting pada anak di negara berkembang.
Budiyanto, & Mochklas, M. (2021). Kinerja pegawai dan budaya kerja.
Dewi, R. A., & Lestari, W. (2019). Efektivitas sosialisasi program pencegahan stunting di puskesmas. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 14(3), 201–209.
Edyanto, E., Agustang, A., Idkhan, A. M., & Rifdan, R. (2021). Implementasi kebijakan otonomi khusus (Otsus) Papua. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan), 5(4).
Elih. (2020). Faktor-faktor keberhasilan implementasi kebijakan publik.
Gunawan. (2020). Analisis implementasi kebijakan publik.
Hafulyon, H., Putra, M. D., Shobirin, K., & Elfisra, M. (2021). Pengaruh motivasi dan budaya kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Koperindag Kabupaten Tanah Datar. Jurnal Manajemen Bisnis Syariah, 1(1). https://doi.org/10.31958/mabis.v1i1.3086
Hakim, A., et al. (2022). Pengaruh budaya kerja terhadap kinerja pegawai.
Handayani, T. A. (2023). Dimensi disposisi atau sikap pelaksana dalam implementasi kebijakan sistem kearsipan dinamis terintegrasi (Srikandi) dalam mendukung sistem pemerintahan berbasis elektronik. Media Bina Ilmiah, 18(4), 867–874.
Iskandar, A., & Yulianti, S. (2021). Evaluasi implementasi program stunting di daerah rural Indonesia. Jurnal Kebijakan Publik, 17(1), 61–72.
Jeverson Taluke, O., Lesawengen, L., & Suwu, E. A. A. (2021). Pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap tingkat keberhasilan mahasiswa di Desa Buo Kecamatan Loloda Kabupaten Halmahera Barat. Holistik: Journal of Social and Culture, 14(2). https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/holistik/article/view/33777
Julianto, et al. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan publik.
Melleng, A. S. (2007). Pengaruh implementasi kebijakan peternakan terhadap pendapatan peternak di Kota Tangerang Banten (Disertasi). Universitas Padjadjaran.
Motivasi Kerja, et al. (2019). Pengaruh budaya kerja terhadap kinerja karyawan.
Muhammad Elwan, L. O., Rahman, R., & Fitri Cahyani, E. (2022). Implementasi program penanggulangan prevalensi stunting anak balita pada Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe. Journal Publicuho, 5(2), 289–303.
Muliawan, A., & Suwandi, S. (2020). Analisis faktor-faktor penghambat implementasi program stunting di Kabupaten Klaten. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 9(4), 31–45.
Muthia, et al. (2020). Intervensi spesifik dan sensitif dalam penanganan stunting.
Nirmala, I., Purwanti, U., & Rosada, A. (2024). Implementasi kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM di Kelurahan Empat Belas Ulu Kecamatan Seberang Ulu Dua Kota Palembang. Journal of Social and Economics Research, 6(1), 29–45.
Nurwati, R. N., Listari, Z. P., Studi, P., Sosial, K., & Unpad, F. (2021). Pengaruh status sosial ekonomi keluarga terhadap pemenuhan kebutuhan pendidikan anak. Share: Social Work Journal, 11(1), 74–80. https://doi.org/10.24198/share.v11i1.33642
Pakaya, Y., Kadir, S., & Kasim, V. N. A. (2023). Implementasi kebijakan intervensi gizi sensitif dalam penanganan stunting di Kabupaten Gorontalo. Health Information: Jurnal Penelitian, 15(2), e1244. https://myjurnal.poltekkes-kdi.ac.id/index.php/hijp/article/view/1244
Permatasari, M. A., & Eprilianto, D. F. (2023). Analisis partisipasi masyarakat dalam mencapai zero stunting di Kelurahan Bulak Banteng Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya. Publika, 2637–2650.
Pratama. (2021). Implementasi program dalam kebijakan publik.
Rahadian, A. (2007). Pengaruh komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi terhadap implementasi kebijakan kemandirian kelompok tani (Disertasi). Universitas Padjadjaran.
Rahman. (2023). Model implementasi kebijakan publik perspektif Edward III.
Rahmat, et al. (2022). Dinamika implementasi kebijakan dalam organisasi.
Rustiyani, & Susilo. (2020). Faktor penyebab stunting pada ibu hamil.
Setyowati, Y. (2019). Komunikasi pemberdayaan sebagai perspektif baru pengembangan pendidikan komunikasi pembangunan di Indonesia. Jurnal Komunikasi Pembangunan, 17(2), 188–199. https://doi.org/10.46937/17201926849
Sunaryo, D. R., Candradewini, C., & Arifianti, R. (2021). Implementasi kebijakan percepatan pencegahan dan penanggulangan stunting di Kabupaten Bandung. Responsive: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik, 4(4). https://doi.org/10.24198/responsive.v4i4.34716
Susiyanti, S., Riadi, S., Kurnia, I., & Nuraisyah, N. (2024). Implementasi kebijakan pelayanan ibu hamil di Puskesmas Kamonji Kecamatan Palu Barat. Jurnal Syntax Imperatif, 5(3), 404–418.
Svefors, P., et al. (2019). Stunting in children: Global health perspective.
Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. (2018). Panduan konvergensi program/kegiatan percepatan pencegahan stunting: Buku pegangan resmi organisasi perangkat daerah (OPD). TNP2K.
Trisasmita, et al. (2020). Dampak stunting terhadap perkembangan anak.
Windasari, et al. (2020). Faktor risiko dan dampak stunting pada anak.



Template