Tata Kelola Pembiayaan Kesehatan Berbasis Sosial-Budaya Untuk Capaian Standar Pelayanan Minimal di Wilayah Kepulauan (Study Kasus: Kabupaten Sabu Raijua)

Authors

  • Theresa Wattilete Universitas Terbuka
  • Susanti Susanti Universitas Terbuka
  • Aos Koeswandi Universitas Terbuka

DOI:

https://doi.org/10.37385/ceej.v7i5.10943

Keywords:

Tata Kelola Pembiayaan, Standar Pelayanan Minimal (SPM), Pembiayaan Kesehatan Berbasis Sosial-Budaya, Daerah Kepulauan 3T, Good Governance, Sabu Raijua

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tata kelola pembiayaan kesehatan berbasis sosial-budaya dalam meningkatkan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan di wilayah kepulauan, dengan studi kasus Kabupaten Sabu Raijua. Latar belakang penelitian didasarkan pada capaian SPM kesehatan yang masih fluktuatif dan belum optimal (79–86%) akibat keterbatasan fiskal daerah, ketergantungan dana pusat, tantangan geografis kepulauan, serta hambatan sosial-budaya yang memengaruhi pemanfaatan layanan kesehatan, khususnya pelayanan ibu hamil, ibu bersalin, dan bayi baru lahir. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, Focus Group Discussion (FGD), dan dokumentasi terhadap 20 informan yang terdiri dari pemangku kepentingan sektor kesehatan dan masyarakat. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola pembiayaan SPM kesehatan telah berjalan namun belum optimal. Akuntabilitas dan transparansi masih bersifat administratif, partisipasi masyarakat bersifat formal, dan alokasi anggaran belum sepenuhnya selaras dengan kebutuhan riil di lapangan. Faktor pendorong utama meliputi dukungan kepala keluarga, sinergi lintas aktor, dan pemanfaatan dana desa. Sementara faktor penghambat adalah keterbatasan anggaran, tantangan geografis, serta hambatan sosial-budaya seperti kepercayaan pada dukun beranak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan tata kelola pembiayaan kesehatan yang berbasis sosial-budaya menjadi kunci untuk meningkatkan capaian SPM di daerah kepulauan 3T. Implikasi praktis penelitian ini adalah perlunya pendekatan pembiayaan yang adaptif terhadap konteks lokal untuk mendukung pemerataan dan kualitas layanan kesehatan.

References

Anderson, J. E. (2014). Public policymaking (8th ed.). Cengage Learning.

Ansell, C., & Gash, A. (2007). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032

Azmi, H., Kusmanto, H., & Zulkifli, Z. (2025). Implementation of minimum service standards in health services for people suspected of tuberculosis (TB) in Labuhanbatu District. East Asian Journal of Multidisciplinary Research, 4(1), 126–140. https://doi.org/10.55927/eajmr.v4i1.12654

Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Timur. (2024). Statistik kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur 2024. BPS NTT.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2017). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Denzin, N. K. (2017). The research act: A theoretical introduction to sociological methods. Routledge.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sabu Raijua. (2024). Laporan realisasi kinerja Standar Pelayanan Minimal bidang kesehatan tahun 2022–2024. Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua.

Fadlika, A., Machmud, R., & Setya, A. (2024). Analysis of the implementation of minimum service standards (SPM) on the minimum service quality of hospitals. Community Medicine and Education Journal, 5(2), 593–602.

Howlett, M., & Ramesh, M. (2003). Studying public policy: Policy cycles and policy subsystems (2nd ed.). Oxford University Press.

Jamaluddin, Y., & Maruapey, M. (2024). Public participation in basic services in Indonesia. KnE Social Sciences, 9(7), 155–170. https://doi.org/10.18502/kss.v9i7.15522

Kaharuddin, K., Saafi, L., & Risky, S. (2023). Relationship between allocation of health operational assistance funds and achievement of minimum service standards at regional technical implementation unit health centers. Waluya The International Science of Health Journal, 2(4), 557–565.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 6 Tahun 2024 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan.

Litvack, J., & Seddon, J. (Eds.). (1999). Decentralization briefing notes. The World Bank.

Mardiasmo. (2018). Perpajakan: Edisi revisi 2018. Andi.

Marta, H., Abdurrohman, A., & Novelia, S. (2024). Optimalization of minimum service standards for newborn services in Lebak Regency: Challenges and solutions. Nursing and Health Sciences Journal, 4(2), 374–385.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2018). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.

Mokoginta, S., Lapian, A. L. C. P., & Kawung, G. M. V. (2023). Analisis pengaruh Standar Pelayanan Minimal (SPM) terhadap kesejahteraan masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi Kotamobagu. Jurnal Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Daerah, 24(2), 207–220.

Moore, M. H. (1995). Creating public value: Strategic management in government. Harvard University Press.

Noman, E., & Kamisutara, M. (2022). Design and build applications for maternal and child health promotion and services to overcome stunting in NTT Province. International Journal of Electrical Engineering and Information Technology, 5(2), 85–92.

Oates, W. E. (1972). Fiscal federalism. Harcourt Brace Jovanovich.

Okto, O. (2025). Analysis of the influence of the implementation of minimum service standards (SPM) of hospitals on the satisfaction of inpatients. Medistra Medical Journal, 2(2), 270–285.

Risdiyanti, A., Paramu, H., & Sunarto, S. (2024). Health financing analysis of minimum service standards in the health sector. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 12(1), 62–73. https://doi.org/10.20473/jaki.v12i1.2024.62-73

Sarastri, L., Indarto, I., & Wardoyo, P. (2023). Strategi meningkatkan capaian Standar Pelayanan Minimal pada Pemerintah Kota Magelang. Solusi, 21(4), 379–392.

Sedarmayanti. (2020). Reformasi administrasi publik, reformasi birokrasi, dan kepemimpinan masa depan. CV. Pustaka Setia.

Wahidin, M., Latelay, A., & Nitami, M. (2023). Dana Alokasi Khusus dan capaian Standar Pelayanan Minimal diabetes melitus di Indonesia. Indonesian Journal of Nursing Health Science, 8(1), 45–58.

World Bank. (1992). Governance and development. The World Bank.

World Health Organization. (2007). Everybody’s business: Strengthening health systems to improve health outcomes: WHO’s framework for action. World Health Organization.

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Wattilete, T., Susanti, S., & Koeswandi, A. (2026). Tata Kelola Pembiayaan Kesehatan Berbasis Sosial-Budaya Untuk Capaian Standar Pelayanan Minimal di Wilayah Kepulauan (Study Kasus: Kabupaten Sabu Raijua). Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ), 7(5), 3796–3806. https://doi.org/10.37385/ceej.v7i5.10943