Analisis Faktor Risiko Kejadian Epilepsi Pada Anak Di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin Tahun 2023

Authors

  • Wa Ode Nur Anisah Hamzah Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Rauly Ramadhani Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Henny Fauziah Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

DOI:

https://doi.org/10.37385/ceej.v7i4.10960

Keywords:

Epilepsi Anak, Kejang Demam, Kelahiran Prematur, Asfiksia, Trauma Kepala, Riwayat Keluarga

Abstract

Epilepsi merupakan penyakit kronik pada anak yang dapat mengganggu tumbuh kembang dan kualitas hidup. Penyakit ini ditandai dengan kejang berulang akibat aktivitas listrik abnormal di otak dan masih banyak terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Berbagai faktor risiko seperti kondisi prenatal, perinatal, dan infeksi berperan dalam kejadian epilepsi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor risiko yang mempengaruhi kejadian Epilepsi pada anak di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin Makassar tahun 2023. Jenis penelitian yang di pakai adalah penelitian kuantitatif, dan selanjutnya di analisis dengan prosedur analisis observastional dengan pendekatan case control. Hasil penelitian menunjukkan bahwa riwayat kejang demam, kelahiran prematur, asfiksia, trauma kepala, dan riwayat epilepsi keluarga berhubungan signifikan dengan kejadian epilepsi pada anak. Faktor yang paling dominan adalah riwayat kejang demam dan riwayat epilepsi keluarga. Maka dapat disimpulkan bahwa faktor risiko seperti riwayat kejang demam, prematuritas, asfiksia, trauma kepala, dan riwayat epilepsi keluarga berhubungan dengan kejadian epilepsi pada anak, dengan faktor dominan adalah kejang demam dan riwayat keluarga epilepsi.

References

Asita, P., Mithayayi, P., & Mahalini, D. S. (2020). Karakteristik faktor-faktor yang berhubungan dengan epilepsi pada anak di Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RSUP Sanglah Denpasar. Jurnal, 9(7). https://doi.org/10.24843.MU.2020.V9.i7.P15

Budiman, M., Salendu, P. M., & Rompis, J. L. (2022). Pengaruh riwayat kejang demam terhadap kejadian epilepsi pada anak. E-CliniC, 11(1), 19–26. https://doi.org/10.35790/ecl.v11i1.44268

Damanah, G. (2019). Metodologi penelitian. CV Hira Tech.

Faradilah, A., January, R., As’ad, S., & Jalaluddin, S. (2022). Nutritional therapy in malnourished young adolescent: From epileptic state to catch up growth. Alami Journal, 6(2). https://doi.org/10.24252/alami.v6i2.35933

Gusta, N., Yolanda, A., Sareharto, P., Istiadi, H., Nuh, G., Ady, Y., & Sareharto, T. P. (2019). Faktor-faktor yang berpengaruh pada kejadian epilepsi intraktabel anak di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Jurnal, 8(1), 378–389.

Hammer, G. D., & McPhee, S. J. (2014). Pathophysiology of disease: An introduction to clinical medicine (7th ed.).

Hasibuan, D. K., & Dimyati, Y. (n.d.). Kejang demam sebagai faktor predisposisi epilepsi pada anak.

Hoesin, H. (2017). Mengedit, koding, dan tabulasi.

Indriani, N., Rustina, Y., & Agustini, N. (2015). Perkembangan bayi usia 6–12 bulan dengan riwayat asfiksia perinatal. Jurnal Keperawatan Indonesia, 18(2).

Kementerian Kesehatan RI. (2017). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/367/2017.

Kerja Koordinasi Neurologi Ikatan Dokter Anak Indonesia. (n.d.). Konsensus penatalaksanaan kejang demam.

Khairin. (2020). Karakteristik penderita epilepsi di bangsal anak RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2018.

Shihab, M. Q. (2001). Tafsir Al-Mishbah: Pesan dan keserasian Al-Qur’an (Vol. 1).

Setianingsih, P. R. (2012). Faktor-faktor terjadinya epilepsi pada anak. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret.

Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia. (2016). Panduan praktik klinis neurologi.

Reis-Dennis, S. (2019). Anger: Scary good. Australasian Journal of Philosophy, 97(3), 451–464. https://doi.org/10.1080/00048402.2018.1520268

Rinaldi, S. F., & Mujianto, B. (2017). Metodologi penelitian dan statistik.

Rsup Prof. R. D. Kandou Manado, D. D., Oroh, S., Suparman, E., Tendean, H. M., & Ratulangi Manado, S. (2015). Karakteristik persalinan prematur. Jurnal e-Clinic, 3(2).

Symonds, J. D., Zuberi, S. M., Stewart, K., McLellan, A., O’Regan, M., MacLeod, S., Jollands, A., Joss, S., Kirkpatrick, M., Brunklaus, A., Pilz, D. T., Shetty, J., Dorris, L., Abu-Arafeh, I., Andrew, J., Brink, P., Callaghan, M., Cruden, J., Diver, L. A., & Wilson, M. (2019). Incidence and phenotypes of childhood-onset genetic epilepsies: A prospective population-based national cohort. Brain, 142(8), 2303–2318. https://doi.org/10.1093/brain/awz195

World Health Organization. (2016). Epilepsy: A public health imperative.

Yulianingsih, D., Hidayat, R., & Nabila, F. A. (2022). Penanaman nilai-nilai Islami bagi anak berkebutuhan khusus tuna laras. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(2).

Zapata-Aldana, E., Sadikovic, B., Yang, P., Balci, T. B., & Prasad, A. N. (2021). Genetic testing in children with epilepsy: Report of a single-center experience. Canadian Journal of Neurological Sciences, 48(2), 233–244. https://doi.org/10.1017/cjn.2020.167

Downloads

Published

2026-04-20

How to Cite

Hamzah, W. O. N. A., Ramadhani , R., & Fauziah , H. (2026). Analisis Faktor Risiko Kejadian Epilepsi Pada Anak Di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin Tahun 2023. Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ), 7(4), 3 115–3125. https://doi.org/10.37385/ceej.v7i4.10960