Pengaruh Digitalisasi Layanan Publik Terhadap Transparansi Dan Partisipasi Masyarakat Dalam Tata Kelola Pemerintahan
DOI:
https://doi.org/10.37385/ceej.v7i5.11100Keywords:
Digitalisasi Layanan Publik, Transparansi, Partisipasi Masyarakat, E-Government, Tata Kelola PemerintahanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digitalisasi layanan publik terhadap transparansi dan partisipasi masyarakat dalam tata kelola pemerintahan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (literature review) yang mengkaji berbagai sumber literatur ilmiah, seperti jurnal, buku, dan laporan lembaga internasional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran sistematis pada database ilmiah, sedangkan analisis data menggunakan metode content analysis untuk mengidentifikasi pola, hubungan, dan temuan utama dalam literatur yang dikaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi layanan publik memiliki pengaruh positif terhadap transparansi pemerintahan melalui peningkatan aksesibilitas informasi, keterbukaan data, dan akuntabilitas publik. Selain itu, digitalisasi juga mendorong partisipasi masyarakat dengan menyediakan platform interaktif yang memungkinkan keterlibatan warga dalam proses pengambilan keputusan. Namun demikian, pengaruh tersebut tidak terlepas dari berbagai faktor pendukung, seperti literasi digital, ketersediaan infrastruktur teknologi, serta tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Penelitian ini juga menemukan bahwa transparansi berperan sebagai variabel mediasi yang memperkuat hubungan antara digitalisasi layanan publik dan partisipasi masyarakat. Meskipun demikian, implementasi digitalisasi layanan publik masih menghadapi tantangan, seperti kesenjangan digital, rendahnya literasi teknologi, dan keterbatasan akses di daerah terpencil. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang komprehensif dan inklusif untuk mengoptimalkan pemanfaatan digitalisasi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan partisipatif.
References
Bertot, J. C., Jaeger, P. T., & Grimes, J. M. (2010). Using ICTs to create a culture of transparency: E-government and social media as openness and anti-corruption tools. Government Information Quarterly, 27(3), 264–271.
Carter, L., & Bélanger, F. (2005). The utilization of e-government services: Citizen trust, innovation and acceptance factors. Information Systems Journal, 15(1), 5–25.
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). Thousand Oaks: SAGE Publications.
Gilster, P. (1997). Digital Literacy. New York: Wiley.
Heeks, R. (2006). Implementing and Managing e-Government: An International Text. London: SAGE Publications.
Indrajit, R. E. (2016). Electronic Government: Strategi Pembangunan dan Pengembangan Sistem Pelayanan Publik Berbasis Teknologi Digital. Yogyakarta: Andi.
Krippendorff, K. (2018). Content Analysis: An Introduction to Its Methodology (4th ed.). Thousand Oaks: SAGE Publications.
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic Inquiry. Beverly Hills: SAGE Publications.
van Dijk, J. (2020). The Digital Divide. Cambridge: Polity Press.
Webster, J., & Watson, R. T. (2002). Analyzing the past to prepare for the future: Writing a literature review. MIS Quarterly, 26(2), xiii–xxiii.
Zed, M. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.



Template