Kajian Etnolinguistik Terhadap Penggunaan Bahasa Adat Ma’u Pogo Dalam Tradisi Lisan Masyarakat Lokal
DOI:
https://doi.org/10.37385/jkzb4245Keywords:
etnolinguistik, bahasa adat, Ma’u Pogo, tradisi lisan, budaya lokalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan bahasa adat Ma’u Pogo dalam tradisi lisan masyarakat lokal melalui perspektif etnolinguistik. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tinjauan pustaka (library research) melalui pengumpulan data dari buku, jurnal ilmiah, artikel penelitian, dan dokumen yang relevan dengan bahasa adat, tradisi lisan, dan etnolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa adat Ma’u Pogo memiliki fungsi penting sebagai media komunikasi budaya, pelestarian identitas sosial, serta pewarisan nilai-nilai adat masyarakat lokal. Penggunaan bahasa adat dalam tradisi lisan seperti petuah adat, ritual budaya, dan ungkapan tradisional mengandung makna simbolik yang mencerminkan pandangan hidup, norma sosial, dan nilai kebersamaan masyarakat. Tradisi lisan juga berperan sebagai sarana pewarisan budaya dari generasi tua kepada generasi muda. Namun, perkembangan globalisasi dan dominasi bahasa nasional menyebabkan penggunaan bahasa adat Ma’u Pogo mulai mengalami penurunan, terutama di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, diperlukan upaya pelestarian melalui dokumentasi budaya, pendidikan berbasis kearifan lokal, dan penguatan penggunaan bahasa adat dalam kehidupan sosial masyarakat agar keberadaan bahasa adat Ma’u Pogo tetap terjaga.
References
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). Thousand Oaks: Sage Publications.
Crystal, D. (2000). Language Death. Cambridge: Cambridge University Press.
Danandjaja, J. (2007). Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-Lain. Jakarta: Grafiti.
Duranti, A. (1997). Linguistic Anthropology. Cambridge: Cambridge University Press.
Finnegan, R. (1992). Oral Traditions and the Verbal Arts. London: Routledge.
Kramsch, C. (1998). Language and Culture. Oxford: Oxford University Press.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks: Sage Publications.
Mere, K. 2026. Dari Wombu ke Woda: Transformasi Nilai budaya dalam siklus kehudupan masyarakat nagekeo di era modern. (2025). Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ), 6(6), 5037-5043. https://doi.org/10.37385/ceej.v6i6.9669
Mere, K. 2026. Kearifan Lokal dalam siklus kehidupan manusia Nagakeo: Upaya pelestarian identitas budaya di tengah globalisasi. (2025). Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ), 6(6), 5044-5050. https://doi.org/10.37385/ceej.v6i6.9670
Sapir, E. (1921). Language: An Introduction to the Study of Speech. New York: Harcourt, Brace and Company.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
UNESCO. (2003). Convention for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage. Paris: UNESCO.
Zed, M. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Template


