Strategi Pengembangan Pasar Terapung Lok Baintan Terhadap Pencapaian Desa Mandiri di Kawasan Pasar Terapung Lok Baintan Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan
DOI:
https://doi.org/10.37385/ceej.v7i1.11378Keywords:
Pasar Terapung, Desa Mandiri, Strategi Pengembangan, IDM, Pariwisata Berbasis Komunitas, SWOTAbstract
Pasar Terapung Lok Baintan memiliki posisi strategis sebagai destinasi wisata budaya sungai yang berpotensi mendorong pencapaian desa mandiri, namun pengelolaannya belum sepenuhnya integratif terhadap dimensi ekonomi, sosial dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan: (1) mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pengembangan Pasar Terapung Lok Baintan; (2) menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pengembangan pasar terapung menuju desa mandiri; dan (3) merumuskan strategi pengembangan pasar terapung untuk mendukung peningkatan dan pemantapan status desa mandiri berdasarkan Indeks Desa Membangun IDM. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data primer yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam, kuesioner, observasi partisipatif dan studi dokumentasi terhadap berbagai pemangku kepentingan. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keunikan budaya sungai, ketersediaan sumber daya lokal dan dukungan kebijakan menjadi kekuatan utama, sementara keterbatasan inovasi, infrastruktur dan digitalisasi pemasaran masih menjadi kelemahan signifikan. Peluang besar datang dari program desa mandiri, pengembangan wisata berkelanjutan dan kolaborasi BUMDes, pemerintah dan akademisi, sedangkan ancaman utama berupa degradasi lingkungan sungai, persaingan dengan pasar modern dan risiko banjir. Secara keseluruhan, posisi strategis Pasar Terapung Lok Baintan berada pada kuadran agresif sehingga direkomendasikan strategi pengembangan yang ekspansif melalui penguatan branding wisata budaya sungai, peningkatan kapasitas SDM dan teknologi, penguatan kelembagaan berbasis Community-Based Tourism, serta pengelolaan lingkungan berbasis komunitas. Strategi tersebut terbukti mendukung peningkatan ketahanan ekonomi, sosial dan lingkungan desa serta mempertahankan status desa mandiri secara berkelanjutan.
References
Akiko Nada Atsmara, B. M. A. K. (2014). Relevancy of Law No. 10 Year 2009 about Tourism Towards Creative Economy as a New Platform Of Tourism Development in Indonesia. Journal of Indonesian Tourism and Development Studies, 2(1), 33–39. https://doi.org/10.21776/ub.jitode.2014.002.01.05
Alfandi Aditya, Titik wahyuni, M Hikamus S, & Umar Burhan. (2023). Manajemen Strategi Bumdes Dalam Mengembangkan Desa Wisata Sentra Tanaman Hias Di Jawa Timur. Seminar Nasional Pariwisata Dan Kewirausahaan (SNPK), 2, 30–36. https://doi.org/10.36441/snpk.vol2.2023.97
Chau, T. M., & Tran, T. T. C. (2025). BETWEEN LIVELIHOOD AND HERITAGE: THE FUTURE OF FLOATING MARKETS IN THE MEKONG DELTA. European Journal of Social Sciences Studies, 11(1), 107–117. https://doi.org/10.46827/ejsss.v11i1.1950
Dinas PMD Kalsel. (2024). IDM Dinas PMD Kalsel 2024 (p. 1).
Edward J. Blakely, T. K. B. (2022). Planning Local Economic Development: Theory and Practice. Sage Publications, Business & Economics, 398 pages.
Gyan Abiyoga Syahdan, Rudiyanto, Fayyadh El Ahnof, & Hamdi Agustin. (2024). SISTEM INFORMASI IDM (INDEKS DESA MEMBANGUN) BERBASIS WEB DI DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA (PMD) KABUPATEN PELALAWAN. Jurnal Ekonomi KIAT, Vol. 35 No.
Limaei, S. M., Saraei, S. T. M. S., Bonyad, A. m, & Mirzaei, M. (2024). Integrated SWOT and AHP Analysis for Participatory Forest Management Seite 263 141. 263–296.
Prayitno, G., Auliah, A., Ari, I. R. D., Effendi, A., Hayat, A., Delisa, A., Siankwilimba, E., & Hiddlestone-Mumford, J. (2023). Social capital for sustainable tourism development in Indonesia. Cogent Social Sciences, 10(1). https://doi.org/10.1080/23311886.2023.2293310
Rahmini, N., & Alfiyanor. (2023). Strategi Pengembangan Objek Wisata Bukit Matang Kaladan Desa Tiwingan Lama Kab. Banjar Provinsi Kalimantan Selatan di Era New Normal. Jurnal Ilmu Ekonomi Dan Pembangunan, 6(1), 575–582.
Tjachja Nugraha, A., . F., Zahara, S., Suhartini, W., Zahid, U., & Hlahla, J. (2024). The Role of Social Capital on Community Resilience in Rural Areas: A Case Study in Ponggok Village, Indonesia. Regional and Rural Studies, 2(1), 1–14. https://doi.org/10.21776/rrs.v2i1.27
Triyani, Hanah, N., Gea, A., Sustiani, D., & Sallom, L. N. M. (2023). Kreativitas Pedagang Dalam Meningkatkan Taraf Ekonomi Pasar Terapung Lok Baintan Masyarakat Kalimantan Selatan. Jurnal Pendidikan Sosiologi Journal, 13(2), 140–146.
Template


