Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Masalah

  • Hamdunah STKIP PGRI Sumatera Barat
  • Lucky Heriyanti Jufri STKIP PGRI Sumatera Barat
  • Siskha Handayani STKIP PGRI Sumatera Barat

Abstract

Guru profesional dituntut dengan sejumlah persyaratan, seperti memiliki kualifikasi pendidikan profesi yang memadai, memiliki kompetensi keilmuan sesuai dengan bidang yang ditekuninya, memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dengan anak didiknya, mempunyai jiwa kreatif dan produktif. Salah satu kemampuan yang dituntut dalam kompetensi profesional seorang guru adalah kemampuan dalam menguasai materi ajar serta mengembangkannya. Pengembangan bahan ajar penting agar pembelajaran lebih efektif, efesien, dan tidak melenceng dari kompetensi yang ingin dicapai. Guru umumnya menyediakan bahan ajar yang monoton, yang sudah tersedia dan tinggal pakai. Guru kurang mengembangkan kreativitas untuk merencanakan, menyiapkan dan membuat bahan ajar secara matang yang kaya inovasi sehingga menarik bagi siswa. Agar bahan ajar lebih bermakna, inovatif, variatif, dan dapat membimbing siswa dalam memahami materi, maka bahan ajar dapat memuat suatu basis, yaitu  pembelajaran berbasis masalah. Pembelajaran ini menekankan kepada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah. Siswa tidak hanya sekedar mencatat dan menghapal materi, namun mahasiswa aktif berpikir dalam menyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah dan akhirnya dapat membuat kesimpulan. Oleh karena itu, akan diadakan pelatihan pengembangan bahan ajar berbasis masalah bagi guru Matematika MTsN 1 Kota Padang. Hasil pelatihan  ini, guru lebih termotivasi dalam pengembangan bahan ajar yang kreatif dan inovatif sehingga siswa lebih tertarik dan paham terhadap materi pembelajaran serta dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa.

Keywords: Guru, bahan ajar, berbasis masalah, berpikir kritis, pemecahan masalah

References

Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik DanTenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Media Pembelajaran dan Sumber Belajar. Materi Diklat Calon Pengawas Sekolah/Pengawas Sekolah. Jakarta.

Graaff, E dan Kolmos, A. 2003. Characteristics of Problem-Based Learning. Int. J. Engng Ed. 19(5): 657–662.

Hamid, Moh. Sholeh. 2011. Metode Edutainment: Menjadikan Siswa Kreatif dan Nyaman di Kelas. Yogyakarta: Diva Press.

Kunandar. 2011. Guru Profesional: Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikasi Guru. Jakarta: Rajawali Pers.

Levin, B.B. 2001. Energizing Teacher Education and Professional Development with Problem Based Learning. Virginia: Association for Supervision and Curriculum Development.

Lukmanul Hakim, 2009. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: CV Wacana Prima.

Mansyur, U. 2013. Evaluasi Kompetensi Pedagogik Guru Bahasa Indonesia SMP Peserta MGMP dan yang Bukan Peserta MGMP di Kabupaten Pinrang.Thesis: Universitas Negeri Makassar.

Sulaiman, Fauziah, & Elnetthra F. E. 2014. Integrated PBL Approach: Finding towards Physics Students Critical Thinking. International Journal for Innovation Education and Research, 2(2): 75-81. Tersedia di http://ijier.com[diakses tanggal 11 November 2014].

Tosun, C., dan Taşkesenligil, Y. (2011). The Effect of Problem Based Learning on Student Motivation Towards Chemistry Classes and on Learning Strategies. Journal of Turkish Science Education. 9(1)

Trianto. (2007). Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka.

Zulkifli., Royes, Nadjamuddin. 2017. Profesionalisme Guru dalam Mengembangkan Materi Ajar Bahasa Arab di MIN 1 Palembang. Jurnal Ilmiah PGMI Volume 3, Nomor 2, Desember 2017. ISSN:2557-2764.

Zuriah, Nurul., Sunaryo, Hari., Yusuf, Nurbani. 2013. IbM Guru dalam Pengembangan Bahan Ajar Kreatif Inovatif Berbasis Potensi Lokal. Jurnal Dedikasi Volime 13, Mei 2016 ISSN 1693-3214.
Published
2020-07-24
How to Cite
Hamdunah, Jufri, L. H., & Handayani, S. (2020). Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Masalah. Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ), 1(2), 98-105. https://doi.org/10.37385/ceej.v1i2.115