Pengaruh Persepsi Kegunaan Dan Kemudahan Penggunaan Terhadap Keberhasilan Adopsi Qris Oleh Umkm Di Kota Mataram
DOI:
https://doi.org/10.37385/ceej.v7i1.11543Keywords:
QRIS, Persepsi Kegunaan, Kemudahan Penggunaan, Keberhasilan Adopsi, UMKM, Kota MataramAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan penggunaan berkontribusi terhadap keberhasilan penerapan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Mataram. Sebagai standar pembayaran digital yang ditetapkan secara nasional, QRIS diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam bertransaksi, memperluas jangkauan layanan keuangan, sekaligus mengakselerasi transformasi digital di sektor UMKM. Meski demikian, keberhasilan implementasinya tidak terlepas dari seberapa besar penerimaan pengguna terhadap teknologi ini. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif melalui metode survei dengan melibatkan 100 pelaku UMKM pengguna QRIS di Kota Mataram sebagai sampel, yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dikembangkan berdasarkan kerangka Technology Acceptance Model (TAM), mencakup tiga variabel utama, yaitu persepsi kegunaan, persepsi kemudahan penggunaan, dan keberhasilan adopsi QRIS. Analisis data dilakukan dengan teknik regresi linier berganda. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa baik persepsi kegunaan maupun persepsi kemudahan penggunaan memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keberhasilan adopsi QRIS. Lebih lanjut, secara bersama-sama kedua variabel tersebut juga terbukti berpengaruh nyata terhadap tingkat pemanfaatan QRIS oleh pelaku UMKM di Kota Mataram. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baik pemahaman pelaku UMKM terhadap manfaat dan kemudahan QRIS, semakin tinggi pula kecenderungan mereka untuk mengadopsi sistem pembayaran digital tersebut dalam kegiatan usahanya. Atas dasar itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan lembaga keuangan terkait dalam merancang strategi sosialisasi serta penguatan literasi digital guna mendorong pemanfaatan QRIS secara optimal dan berkelanjutan.
References
Afsaliani, D., Rustandi, D. F., & Dewi, E. R. (2024). Pengaruh Kemudahan Penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) Sebagai Transaksi Pembayaran Terhadap Minat Wirausahawan Dalam Menggunakan QRIS. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(14), 451-466.
Anggraini, M. S., Anggraeni, E., & Nurhayati, N. (2024). Pengaruh Persepsi Kepercayaan dan Persepsi Keamanan Terhadap Pelaku Usaha Pada Penggunaan QRIS Sebagai Alat Pembayaran Digital Dalam Persepektif Bisnis Syariah:(Studi Pada UMKM di Bandar Lampung). Digital Bisnis: Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen dan E-Commerce, 3(3), 160-174. Amalia, R. D., & Purwantini, A. H. (2021). Investigasi Niat penggunaan Financial Technology Payment Bagi Usaha Mikro Kecil Menengah. Jurnal Akuntansi Universitas Jember, 19(1).
Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik UMKM Provinsi Nusa Tenggara Barat 2024. BPS Provinsi NTB.
Bank Indonesia. (2024). Statistik sistem pembayaran: QRIS 2024. Bank Indonesia.
Bank Indonesia. (2025). QRIS: Quick Response Code Indonesian Standard. Bank Indonesia. https://www.bi.go.id/id/fungsi-utama/sistem-pembayaran/ritel/kanal-layanan/qris/default.aspx
Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 13(3), 319–340. https://doi.org/10.2307/249008
Denhardt, R. B., & Denhardt, J. V. (2000). The new public service: Serving rather than steering. Public Administration Review, 60(6), 549–559.
Denhardt, R. B., & Denhardt, J. V. (2015). The new public service: Serving, not steering (Expanded ed.). Routledge.
Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Nusa Tenggara Barat. (2023). Jumlah UMKM berdasarkan jenis usaha dan kabupaten/kota di Provinsi NTB tahun 2023. Satu Data NTB. https://data.ntbprov.go.id/dataset/9d597b1c-8347-4a03-b3e4-e0c224ae425e/show
Ghozali, I. (2012). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Menggunakan SPSS. Universitas Diponegoro, Semarang.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat. (2025). Perkembangan digitalisasi Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB.
Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia. (2024). Profil usaha mikro, kecil, dan menengah tahun 2024. Kementerian Koperasi dan UKM.
Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2023). Laporan keuangan pemerintah pusat tahun 2023. Kementerian Keuangan RI.
Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (2023). Laporan tahunan transformasi digital nasional 2023. Kementerian Kominfo.
Kumoro, C. J., Ryandini, E. Y., & Samin, N. (2024). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Adopsi Pembayaran QR Code (QRIS) di Toko Fisik. Journal of Innovation in Management, Accounting and Business, 3(2), 97-112.
Laudon, K. C., & Laudon, J. P. (2020). Management information systems: Managing the digital firm (16th ed.). Pearson.
Maulana, H., & Jailani, M. A. (2025). implementasi kebijakan keterbukaan informasi publik pada diskominfo kabupaten lombok tengah. JURNAL ILMIAH ILMU ADMINISTRASI, 15(1), 27-40.
Osborne, S. P. (2006). The new public governance? Public Management Review, 8(3), 377–387.
Rahmaniar, A. F., Pinandito, A., & Rachmadi, A. (2025). Analisis Pengaruh Kemudahan Penggunaan, Kenyamanan, Dan Kebiasaan Terhadap Niat Keberlanjutan Layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Di Kota Malang. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, 9(4).
World Bank. (2014). Global financial development report 2014: Financial inclusion. World Bank.
Template


