Tari Sikonbal
DOI:
https://doi.org/10.37385/ceej.v7i6.11578Keywords:
contemporary, *Sikonbal*, gambling, bodyAbstract
Sikonbal merupakan sebuah karya tari yang terinspirasi oleh fenomena perjudian bola adil. Proses penciptaan karya ini menggunakan metode Panca Stithi Ngawi Sani, melibatkan lima tahapan, yaitu inspirasi (ngawirasa), eksplorasi (ngawacak), konsepsi (ngarencana), eksekusi (ngawangun), dan penyelesaian (ngebah/maedeng). Dalam pertunjukan, karya tari ini diinterpretasikan oleh tujuh penari putra dengan durasi sekitar 12 menit. Tema yang diangkat dalam Sikonbal adalah kehidupan sosial. Pilihan tata busana sederhana, seperti celana hitam yang dimodifikasi dan baju dengan aksesori karet hitam, memberikan nuansa yang sesuai dengan tema yang diusung. Musik yang mengiringi karya ini diproduksi menggunakan Logic Pro, sebuah stasiun kerja audio digital (DAW). Dalam konteks Sikonbal, bola adil dianggap bukan hanya sebagai objek mati, melainkan entitas yang memiliki kekuasaan yang diimplementasikan kedalam respon spontan tubuh penjudi terhadap pergerakan bola adil menciptakan visual yang dinamis, memperkuat peran bola adil sebagai simbol kekuasaan. Melalui karya tari kontemporer Sikonbal, pencipta berharap menyampaikan pesan kesadaran kepada generasi muda agar dapat menghindari praktik perjudian, dengan menggambarkan kehidupan sosial dan dinamika interaksi antara pemain dan bola adil, karya ini diharapkan mampu memberikan pandangan baru dan memotivasi penonton untuk menjauhkan diri dari perilaku perjudian yang merugikan.
References
Cerita, I. N. (2020). Marginalisasi tari kontemporer dalam Pesta Kesenian Bali. PT Japa Widya Duta.
Dibia, I. W. (2013). Puspasari seni tari Bali. UPT ISI Denpasar.
Dibia, I. W. (2020). Panca Sthiti Ngawi Sani: Metodologi penciptaan seni. LP2MPP ISI Denpasar.
Djelantik, A. A. M. (1999). Estetika: Sebuah pengantar. Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.
Hadi, Y. S. (2003). Mencipta lewat tari. Institut Seni Indonesia.
Hadi, Y. S. (2007). Kajian tari. Pustaka Book.
Handayaningrat, S. (1990). Pengantar studi ilmu administrasi dan manajemen. Gunung Agung.
Martono, H. (2010). Mengenal tata cahaya seni pertunjukan. Cipta Media.
Martono, H. (2012). Koreografi lingkungan: Revitalisasi gaya pemanggungan dan gaya penciptaan seniman Nusantara. Cipta Media.
Maryono. (2015). Analisis tari. ISI Press.
Murgiyanto, S. (1983). Seni menata tari. Dewan Kesenian Jakarta.
Ramadani, Z. P. (2015). Gesture. PT Hafamira.
Soedarsono. (1986). Komposisi tari, elemen-elemen dasar: Diterjemahkan dari buku Dance Composition: The Basic Elements, karangan La Meri. Lagaligo.
Template


