Transformasi Kelembagaan Bumdes Sebagai Penggerak Inklusi Ekonomi Digital: Studi Kasus Sendang Puri Perwita Sari
DOI:
https://doi.org/10.37385/ceej.v7i2.11658Keywords:
Transformasi Kelembagaan, BUMDes, Inklusi Ekonomi Digital, Pemberdayaan Masyarakat, Ekonomi DesaAbstract
Transformasi digital telah mendorong perubahan pola pembangunan ekonomi desa yang menuntut Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk beradaptasi melalui penguatan kelembagaan dan pemanfaatan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi kelembagaan BUMDes dalam mendorong inklusi ekonomi digital dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa pada pengelolaan wisata Sendang Puri Perwita Sari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan strategi studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas pengurus BUMDes, pemerintah desa, pelaku UMKM, pengelola wisata, dan masyarakat sekitar. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi kelembagaan BUMDes dilakukan melalui penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), digitalisasi administrasi dan keuangan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan tata kelola organisasi yang lebih profesional dan akuntabel. Implementasi inklusi ekonomi digital diwujudkan melalui pelatihan pemasaran digital, pendampingan penggunaan marketplace, pemanfaatan media sosial untuk promosi produk dan wisata, serta penerapan sistem pembayaran nontunai menggunakan QRIS. Transformasi tersebut memberikan indikasi terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat yang ditunjukkan oleh meningkatnya jumlah usaha mikro yang terhubung dengan platform digital, bertambahnya pendapatan pelaku usaha, terbentuknya peluang usaha baru, semakin luasnya jangkauan pemasaran produk desa, serta semakin aktifnya keterlibatan perempuan dan pemuda dalam aktivitas ekonomi lokal. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan kelembagaan BUMDes yang adaptif terhadap teknologi digital mampu menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.
References
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). (2024). APJII Jumlah Pengguna Internet Indonesia Tembus 221 Juta Orang. https://apjii.or.id/berita/d/apjii-jumlah-pengguna-internet-indonesia-tembus-221-juta-orang
Bank Indonesia. (2025). Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025. https://www.bi.go.id/id/fungsi-utama/sistem-pembayaran/blueprint-2025/default.aspx
Becker, G. S. (1993). Human capital: A theoretical and empirical analysis, with special reference to education. The University of ChicagoPress.
Daft, R. L. (2015). Organization theory and design. Cengage Learning Canada Inc.
Google, Temasek, & Bain & Company. (2024). E-Conomy SEA 2024 Report.
Kotler, P., Kartajaya, H., & Setiawan, I. (2021). Marketing 5.0: Technology for Humanity. John Wiley & Sons.
Kuncoro, M. (2003). Ekonomi pembangunan: Teori, masalah, dan kebijakan. (No Title). https://cir.nii.ac.jp/crid/1970023484980763921
Mardikanto, T., & Soebianto, P. (2012). Pemberdayaan masyarakat dalam perspektif kebijakan publik. Alfabeta.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2013). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. SAGE Publications.
Muktar, L. (2026). Literasi Digital Fungsional Berbasis Praktik untuk Meningkatkan Kemandirian Akses Layanan Publik Digital Masyarakat Desa. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna, 2(1), 37–47.
North, D. C. (1990). Institutions, institutional change and economic performance. Cambridge university press. https://books.google.com/books?hl=id&lr=&id=oFnWbTqgNPYC&oi=fnd&pg=PR6&dq=North,+D.+C.+(1990).+Institutions,+Institutional+Change+and+Economic+Performance&ots=s-psQhNlU3&sig=oQohvFquS_xR0_IClvBFPQVfDrg
Pitrianti, S., Sampetoding, E. A., Purba, A. A., & Pongtambing, Y. S. (2023). Literasi digital pada masyarakat desa. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Dan Sistem Informasi, 3(1), 43–49. https://sitasi.upnjatim.ac.id/index.php/sitasi/article/view/655
Rogers, E. (2003). Diffusion of Innovations 5th. Free press.
Salindeho, A., Gazali, A., & Pesak, P. J. (2026). Pertumbuhan Desa Wisata: Digitalisasi Bumdes, Transparansi Laporan Keuangan, Kualitas Sumber Daya Manusia. Solusi, 24(2), 192–212.
Sen, A. (2000). Development as freedom (Vintage Books edition). Vintage Books.
Sundari, S., Ahmad, J., Mustanir, A., Muliani, M., Razak, M. R. R., Jumiati, J., Said, S., Erfina, E., Jabbar, A., & Ali, A. (2026). Governansi Digital Dan Pemberdayaan Masyarakat Di Era Transformasi. CV Eureka Media Aksara. https://books.google.com/books?hl=id&lr=&id=RF_GEQAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA1&dq=Koswara.+(2024).+Kajian+mengenai+transformasi+digital+dan+tantangan+literasi+digital+masyarakat+desa.&ots=9Ldp_3TFCT&sig=D4lxG0MXCgWx0BzBq0__rjIunV0
Tapscott, D. (1996). Six themes for new learning from: The digital economy: promise and peril in the age of networked intelligence. Educom Review, 31, 52–54.
UNCTAD. (2021). Digital Economy Report 2021: Cross-border Data Flows and Development. United Nations Conference on Trade and Development.
Upe, A. (2025). Pembangunan Desa Berbasis Smart Village Melalui Program Inovasi Desa di Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara. Indonesian Annual Conference Series, 86–93. https://ojs.literacyinstitute.org/index.php/iacseries/article/view/2180
Wahidah, I., & Herdiana, D. (2023). Kapasitas Kelembagaan Pemerintah Desa dalam Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa di Kabupaten Sumedang. MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial, 7(2), 298–308.
Williamson, O. E. (2008). The economic institutions of capitalism. The political economy reader: Markets as institutions, 27. https://www.academia.edu/download/6640260/williamson__1985___chapter_1.pdf
World Bank. (2021). World Development Report 2021: Data for Better Lives. https://wdr2021.worldbank.org
Template


