Analisis Tenaga Kerja Perusahaan Logistik Di Surabaya Menggunakan Metode NASA-TLX Dan WISN
DOI:
https://doi.org/10.37385/ceej.v7i3.11803Keywords:
Tenaga Kerja, Beban Kerja, Fishbone Diagram, NASA-TLX, WISNAbstract
Kota Surabaya sebagai salah satu pusat ekonomi dan pelabuhan utama di Indonesia memiliki aktivitas logistik yang tinggi, sehingga perusahaan logistik dituntut untuk memberikan layanan cepat, tepat, dan efisien. Kunci keberhasilan perusahaan adalah kesejahteraan tenaga kerja. Salah satu perusahaan logistik di Surabaya mengalami permasalahan understaffing akibat penurunan jumlah tenaga kerja secara berkelanjutan, yang berdampak pada meningkatnya beban kerja pada tenaga kerja yang tersisa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab tingginya beban kerja menggunakan Fishbone Diagram, menganalisis beban kerja mental menggunakan NASA-TLX, menghitung kebutuhan tenaga kerja menggunakan WISN, serta memberikan rekomendasi perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab tingginya beban kerja berasal dari aspek Man, Method, Machine dan Measurement. Hasil NASA-TLX menunjukkan bahwa sebanyak 5 tenaga kerja berada pada kategori beban kerja tinggi dan 11 tenaga kerja berada pada kategori beban kerja sangat tinggi. Sementara itu, hasil WISN menunjukkan kebutuhan ideal tenaga kerja sebanyak 20 orang, sedangkan jumlah aktual hanya 16 orang. Oleh karena itu, perusahaan direkomendasikan menambah 1 Staff Project Marketing atau Staff Marketing dan 3 Staff Operasional. Selain itu, perusahaan perlu melakukan penyesuaian pembagian tugas internal pada Divisi Finance serta mengevaluasi beban kerja secara berkala.
References
Amanda, S., & Hadisaputri, Y. E. (2023). Analisis Kebutuhan Tenaga Logistik di Salah Satu PBF Kota Bandung Tahun 2022. Majalah Farmasetika, 8(2), 123–132. https://doi.org/10.24198/mfarmasetika.v8i2.43183
Dwitama, R. P. (2024). Analisis dan Saran Perbaikan Beban Kerja Mental pada Pekerja Divisi Produksi menggunakan Metode NASA-TLX (Studi Kasus: Pakbud Leather) [PhD Thesis]. Universitas Islam Indonesia.
Hart, S. G. (2006). Nasa-Task Load Index (NASA-TLX); 20 Years Later. Proceedings of the Human Factors and Ergonomics Society Annual Meeting, 50(9), 904–908. https://doi.org/10.1177/154193120605000909
Hart, S. G., & Staveland, L. E. (1988). Development of NASA-TLX (Task Load Index): Results of Empirical and Theoretical Research. Dalam P. A. Hancock & N. Meshkati (Ed.), Human Mental Workload (Vol. 52, hlm. 139–183). North-Holland. https://doi.org/10.1016/S0166-4115(08)62386-9
Irwanto, D. (2025). Surabaya Kian Menguat sebagai Pusat Logistik Indonesia Timur. https://www.metrotvnews.com/read/KXyCWogP-surabaya-kian-menguat-sebagai-pusat-logistik-indonesia-timur
Ishikawa, K. (1985). What is total quality control? The Japanese way. Prentice Hall.
Kanda, A. S., & Mariah, S. (2024). Analisis Dampak Minimnya Tenaga Kerja Terhadap Kepuasan Kerja dan Motivasi Kerja Karyawan Midun Brothers. Journal of Student Research, 2(1), 307–317. https://doi.org/10.55606/jsr.v2i1.2622
Kurniasih, D., Rusfiana, Y., Subagyo, A., & Nuradhawati, R. (2021). Teknik Analisa. Alfabeta.
Ogumeyo, S. A., & Ekeh, K. I. (2023). Effect of understaffing and overstaffing constraints on recruitment and wastage manpower planning model. Dutse Journal of Pure and Applied Sciences, 9(3a), 10–18. https://doi.org/10.4314/dujopas.v9i3a.2
Parhan, M., & Bakhtiar, A. (2023). Analisis Beban Kerja Mental Dengan Menggunakan Metode National Aeronautics And Space Administration Task Load Index (Nasa- Tlx) Pada Divisi Maintenance (Studi Kasus: Rumah Sakit Premier Bintaro). Industrial Engineering Online Journal, 12(4). https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/ieoj/article/view/40950
Pramesti, A., & Suhendar, E. (2021). Analisis Beban Kerja Menggunakan Metode NASA-TLX Pada CV. Bahagia Jaya Alsindo. STRING (Satuan Tulisan Riset dan Inovasi Teknologi), 5(3), 229–235.
Ramadhan, F., & Kusnadi, K. (2022). Analisa Pengaruh Beban Kerja Mental Terhadap Kinerja Karyawan Menggunakan Metode Nasa-TLX Pada Hekikai Indonesia. Jurnal Teknik, 20(2), 158–164. https://doi.org/10.37031/jt.v20i2.291
Setiawan, H., Oktavianus, J., Saing, C. A., Wulandari, R., Ghibrandi, M. A., Galingging, G. S. T., & Poernomo, M. T. M. (2025). Analisis Beban Kerja Fisik Pada UMKM Kemplang “X” Menggunakan Metode CVL. Physical Sciences, Life Science and Engineering, 2(2), 12–12. https://doi.org/10.47134/pslse.v2i2.426
Yunaidah, I. (2024). Analisis Beban Kerja Fore-Log Plant B PT XYZ Menggunakan Metode Workload Indicator Of Staffing Needs. Entrepreneur: Jurnal Bisnis Manajemen Dan Kewirausahaan, 5(1), 105–114.
Zein, R. F. N., Widhiarso, W., & Jatiningsih, D. G. M. (2022). Analisis Beban Kerja Menggunakan Metode Workload Analysis (WLA) Untuk Menentukan Kebutuhan Tenaga Kerja Optimal. Jurnal Teknik Industri, 1(2), 70–80.
Template


