Ketahanan Budaya Lokal Di Tengah Perubahan Sosial: Studi Pada Masyarakat Adat Nagekeo Flores Nusa Tenggara Timur
DOI:
https://doi.org/10.37385/ceej.v7i2.11943Keywords:
ketahanan budaya lokal, perubahan sosial, masyarakat adat, Flores, tinjauan pustaka.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketahanan budaya lokal masyarakat adat Flores, Nusa Tenggara Timur, di tengah perubahan sosial yang dipengaruhi oleh globalisasi, modernisasi, perkembangan teknologi informasi, dan mobilitas masyarakat. Penelitian menggunakan metode tinjauan pustaka (literature review) dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa jurnal, buku, laporan penelitian, dan dokumen akademik yang relevan dengan tema ketahanan budaya dan perubahan sosial. Data dianalisis melalui proses identifikasi, klasifikasi, dan sintesis temuan-temuan penelitian terdahulu untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai kondisi budaya masyarakat adat Flores. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat adat Flores masih mampu mempertahankan berbagai unsur budaya lokal seperti ritual adat, sistem kekerabatan, bahasa daerah, nilai gotong royong, dan penghormatan terhadap leluhur meskipun menghadapi berbagai tantangan perubahan sosial. Ketahanan budaya tersebut didukung oleh peran lembaga adat, keluarga, tokoh masyarakat, serta proses pewarisan budaya antargenerasi. Selain itu, masyarakat adat Flores menunjukkan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan zaman dengan memanfaatkan teknologi dan media digital sebagai sarana pelestarian budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketahanan budaya lokal masyarakat adat Flores terbentuk melalui keseimbangan antara pelestarian nilai-nilai tradisional dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan sosial. Oleh karena itu, diperlukan upaya kolaboratif antara masyarakat, lembaga adat, dan pemerintah untuk memperkuat pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
References
Alfiana, A., Azizi, M., Mere, K., Asir, M., & Hasbi, H. (2025). Penguatan Kemampuan Manajemen Keuangan pada Petani Lokal untuk Meningkatkan Akses dan Efisiensi Sumber Daya. I-Com: Indonesian Community Journal, 5(1), 461-470.
Berkes, F., & Ross, H. (2013). Community resilience: Toward an integrated approach. Society and Natural Resources, 26(1), 5–20. https://doi.org/10.1080/08941920.2012.736605
Erb, M. (2006). The Manggaraians: A Guide to Traditional Lifestyles. Singapore: Times Editions.
Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. New York: Basic Books.
Giddens, A. (1991). Modernity and Self-Identity: Self and Society in the Late Modern Age. Stanford, CA: Stanford University Press.
Koentjaraningrat. (2015). Pengantar Ilmu Antropologi (Edisi Revisi). Jakarta: Rineka Cipta.
Mere, K. 2026. Kajian Etnolinguistik Terhadap Penggunaan Bahasa Adat Ma’u Pogo Dalam Tradisi Lisan Masyarakat Lokal. (2026). Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ), 7(5), 5011-5019. https://doi.org/10.37385/jkzb4245
Putra, I. N. D. (2020). Ketahanan budaya lokal dalam menghadapi arus globalisasi. Jurnal Kajian Budaya, 15(2), 120–132.
Suparlan, P. (2014). Kebudayaan dan Pembangunan dalam Masyarakat Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Sztompka, P. (2007). Sosiologi Perubahan Sosial. Jakarta: Prenada Media.
Tilaar, H. A. R. (2019). Perubahan Sosial dan Pendidikan: Pengantar Pedagogik Transformatif untuk Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
UNESCO. (2022). Culture and Sustainable Development: Towards Inclusive Growth and Resilience. Paris: UNESCO Publishing.
Wahyudi, A. (2021). Ketahanan budaya lokal dalam menghadapi arus globalisasi. Jurnal Kebudayaan Indonesia, 16(2), 101–115.
Wahyuni, S., & Rahman, A. (2021). Perubahan sosial dan keberlanjutan budaya masyarakat adat di Indonesia. Jurnal Sosiologi Nusantara, 7(1), 45–58.
Yunus, R. (2014). Nilai-Nilai Kearifan Lokal (Local Genius) sebagai Penguat Karakter Bangsa. Yogyakarta: Deepublish.
Template


