Unintended Consequences Kebijakan Penetapan Harga Pembelian Pemerintah Gabah Kering Panen (HPP GKP) Non Rafaksi
DOI:
https://doi.org/10.37385/ceej.v7i5.12123Keywords:
HPP GKP Nonrafaksi, Unintended Consequences, Robert K. Merton, Fungsi Manifest, Fungsi Laten, Disfungsi, Kebijakan Pangan.Abstract
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis unintended consequences kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen (GKP) non rafaksi menggunakan perspektif Teori Struktural Fungsional Robert K. Merton. Kebijakan ini ditujukan untuk melindungi harga gabah di tingkat petani dan memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis data sekunder. Data yang digunakan meliputi dokumen kebijakan, data statistik pemerintah, dokumen fiskal, serta hasil penelitian terdahulu mengenai kebijakan harga dan pengadaan bahan pangan di Zambia, India, dan Filipina. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi disfungsi kebijakan berdasarkan panduan Teori Struktural Fungsional Robert K. Merton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan HPP GKP non rafaksi, memberikan tekanan kenaikan harga beras, peningkatan beban fiskal pengadaan cadangan pangan, serta potensi penurunan mutu gabah yang dikelola Perum Bulog. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan kebijakan dalam mencapai tujuan bagi kelompok sasaran tidak selalu sejalan dengan dampaknya terhadap keseluruhan sistem pangan. Oleh karena itu, evaluasi kebijakan HPP GKP nonrafaksi perlu mempertimbangkan trade-off antara perlindungan petani, stabilitas harga, kualitas cadangan pangan, dan efisiensi fiskal.
References
Al Farizy, M. S., & Rahmawati, L. (2026). Pengaruh Kebijakan Pemerintah terhadap Kinerja Usaha Toko Kelontong di Kecamatan Wonocolo Perspektif The Law of Unintended Consequences. OECONOMICUS Journal of Economics, 10 No. 2. https://doi.org/https://doi.org/10.15642/oje.tahun.v.i.x-yx
Badan Pangan Nasional. (2025). Laporan triwulan I tahun 2025 Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan. Badan Pangan Nasional.
Badan Pangan Nasional. (2026, 12 Januari). Kebijakan HPP gabah any quality untungkan petani dan rakyat. https://badanpangan.go.id/blog/post/kebijakan-hpp-gabah-any-quality-untungkan-petani-dan-rakyat
Badan Pusat Statistik. (2026, 5 Januari). Nilai Tukar Petani (NTP) Desember 2025 sebesar 125,35 atau naik 1,05 persen [Berita resmi statistik]. https://www.bps.go.id
Badan Pusat Statistik. (2026). Statistik nilai tukar petani 2025. Badan Pusat Statistik. https://www.bps.go.id
Baishya, U., & Bezbaruah, M. P. (2025). Public procurement of rice and wheat and agricultural income in Indian states: A panel regression analysis. Indian Journal of Agricultural Economics, 80(2), 386-402. https://doi.org/10.63040/25827510.2025.02.008
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Dalheimer, B., Foster, K., Shively, G., Pede, V. O., Fiankor, D.-D. D., Ricker-Gilbert, J., & Bist, P. (2026). Stocks and shocks: Assessing the relative roles of public and private inventories in buffering rice price volatility in the Philippines. Food Policy, 139, 103052. https://doi.org/10.1016/j.foodpol.2026.103052
Fung, W., Liverpool-Tasie, S., Mason, N., & Uwaifo Oyelere, R. (2015). Can crop purchase programs reduce poverty and improve welfare in rural communities? Evidence from the Food Reserve Agency in Zambia (IZA Discussion Paper No. 9361). Institute of Labor Economics.
Fung, W., Liverpool-Tasie, L. S. O., Mason, N. M., & Uwaifo Oyelere, R. (2020). Do crop purchase programs improve smallholder welfare? The case of Zambia's Food Reserve Agency. Agricultural Economics, 51(4), 519-533. https://doi.org/10.1111/agec.12569
Gouel, C. (2013a). Optimal food price stabilisation policy. European Economic Review, 57, 118-134. https://doi.org/10.1016/j.euroecorev.2012.10.003
Gouel, C. (2013b). Rules versus discretion in food storage policies. American Journal of Agricultural Economics, 95(4), 1029-1044. https://doi.org/10.1093/ajae/aat016
Gouel, C., & Jean, S. (2015). Optimal food price stabilization in a small open developing country. The World Bank Economic Review, 29(1), 72-101. https://doi.org/10.1093/wber/lht018
Hutagalung, P., Sembiring, S. A., & Iskandarini. (2026). Price policy, agrarian structure, and rural welfare: An ARDL analysis of rice governance and farmer exchange rates in Indonesia. Baileo: Jurnal Sosial Humaniora, 3(3), 634-655. https://doi.org/10.30598/baileofisipvol3iss3pp634-655
Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2025 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah.
Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2024). Nota keuangan beserta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun anggaran 2025. Kementerian Keuangan.
Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2025). Nota keuangan beserta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun anggaran 2026. Kementerian Keuangan.
Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2026). Laporan keuangan pemerintah pusat tahun 2025 (Audited). Kementerian Keuangan.
Kementerian Pertanian. (2025a, 1 Februari). Aturan rafaksi pembelian gabah dicabut, Wamentan Sudaryono: Kita ingin petani sejahtera. https://www.pertanian.go.id/?show=news&act=view&id=6578
Kementerian Pertanian. (2025b, 4 Februari). Presiden Prabowo tegaskan ketetapan HPP gabah Rp6.500 dan siap tindak tegas pihak yang merugikan petani. https://www.pertanian.go.id/pug?show=news&act=view&id=6580
Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Harga Pembelian Pemerintah dan Rafaksi Harga Gabah dan Beras.
Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 14 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Harga Pembelian Pemerintah dan Rafaksi Harga Gabah dan Beras.
Khudori. (2025, 1 Oktober). Ongkos eksperimentasi penyerapan gabah semua kualitas. Alinea.id. https://www.alinea.id/peristiwa/ongkos-eksperimentasi-penyerapan-gabah-semua-kualitas-b2nu29Sb1
Khudori. (2026, 2 April). Untung-rugi pengadaan gabah semua kualitas. Apakabar.co.id. https://apakabar.co.id/opini/untung-rugi-pengadaan-gabah-semua-kualitas/
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat 2025 (Audited). (2026). Kementerian Keuangan.
Laporan Triwulan I 2025 Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional. (2025). Bapanas.
Merton, R. K. (1936). The unanticipated consequences of purposive social action. American Sociological Review, 1(6), 894-904. https://doi.org/10.2307/2084615
Merton, R. K. (1968). Social theory and social structure (Enlarged ed.). The Free Press.
Nuryanti, S., Hakim, D. B., Siregar, H., & Sawit, M. H. (2017). Political economic analysis of rice self-sufficiency in Indonesia. Indonesian Journal of Agricultural Science, 18(2), 77-86. https://doi.org/10.21082/ijas.v18n2.2017.p77-86
OECD. (2018). The economic effects of public stockholding policies for rice in Asia. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/9789264305366-en
Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 4 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 6 Tahun 2023 tentang Harga Pembelian Pemerintah dan Rafaksi Harga Gabah dan Beras.
Purbiyanti, E., Yazid, M., & Januarti, I. (2017). Konversi lahan sawah di Indonesia dan pengaruhnya terhadap kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah/beras. Jurnal Manajemen dan Agribisnis, 14(3), 209-217. https://doi.org/10.17358/jma.14.3.209
Reddy, A. A. (2021). Policy implications of Minimum Support Price for agriculture in India. Academia Letters, Article 2406. https://doi.org/10.20935/AL2406
Republic of the Philippines. (2019). Republic Act No. 11203: An act liberalizing the importation, exportation and trading of rice, lifting for the purpose the quantitative import restriction on rice, and for other purposes. Congress of the Philippines.
Saleh, T. W., Lakitan, B., Budianta, D., Yamin, M., & Cahya Huanza, G. M. (2024). The impact of government purchase price policy of rice for producers and consumers in Indonesia. Jurnal Lahan Suboptimal, 13(1), 52-60. https://doi.org/10.36706/JLSO.13.1.2024.654
Silalahi, N. H., Yudha, R. O., Dwiyanti, E. I., Zulvianita, D., Feranti, S. N., & Yustiana, Y. (2019). Government policy statements related to rice problems in Indonesia: Review. 3BIO: Journal of Biological Science, Technology and Management, 1(1), 35-44. https://doi.org/10.5614/3bio.2019.1.1.6
Sitohang, H. (2024). Dana Desa dan Perubahan Sosial di Desa (Studi Kasus Desa Perbangunan Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan). Berajah Journal, 4 No. 3, 711–718. https://doi.org/10.47353/bj.v4i3.363
Suparmin, Siddik, M., Zaini, A., & Tajidan. (2023). Efektivitas kebijakan harga pembelian gabah dan beras oleh pemerintah sebagai instrumen stabilisasi harga di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat. Analisis Kebijakan Pertanian, 20(2), 147-159. https://doi.org/10.21082/akp.v20i2.147-159
Teturan, Y. E., Oja, H., & Adnan, R. (2022). Optimalisasi kinerja Perum Bulog dalam menyerap hasil panen petani di Distrik Kurik. Jurnal Kebijakan Pembangunan, 17(2), 249-260. https://doi.org/10.47441/jkp.v17i2.283
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 227.
Wahyudi Saleh, T., Lakitan, B., Budianta, D., Yamin, M., Cahya, G., & Huanza, M. (2024). The impact of government purchase price policy of rice for producers and consumers in Indonesia Dampak kebijakan harga pembelian beras pemerintah pada produsen dan konsumen di Indonesia. Journal of Suboptimal Lands, 13(1), 52–60. https://doi.org/10.36706/JLSO.13.1.2024.654
Template


