Manajemen Kinerja Adaptif dalam Merespons Lingkungan VUCA-BANI pada Sektor Publik Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.37385/ceej.v7i5.12154Keywords:
Ketahanan Kelembagaan, Manajemen Kinerja Adaptif, Sektor Publik, Sistem Organisasi, VUCA-BANIAbstract
Perubahan lanskap strategis yang menaungi birokrasi publik pada abad ke-21 menuntut pergeseran besar dari corak tata kelola Weberian yang serba baku ke arah pengelolaan yang gesit dan tahan banting. Titik temu antara tekanan berskala makro yang lazim disebut VUCA (Volatile, Uncertain, Complex, Ambiguous) dengan guncangan berskala mikro yang dikenal sebagai BANI (Brittle, Anxious, Nonlinear, Incomprehensible) memunculkan kerapuhan menyeluruh pada struktur organisasi sekaligus kegelisahan kerja di kalangan aparatur, yang pada gilirannya menurunkan mutu layanan publik dan mengikis kepercayaan masyarakat. Tulisan ini disusun untuk membangun Model Integrasi Tata Kelola Kinerja-Resiliensi Sektor Publik melalui Penelitian Systematic Literature Review (SLR) berpedoman protokol PRISMA, yang ditopang oleh teori sistem keorganisasian (sistem tertutup berhadapan dengan sistem terbuka) serta teori kinerja pada aras individu maupun kelembagaan guna memperkukuh fondasi penjelasannya. Dari total 420 naskah awal yang terjaring, sebanyak 25 artikel terpilih (rentang 2016 hingga 2026) ditelaah lebih lanjut memakai analisis isi dan sintesis tematik. Temuan Penelitian memperlihatkan bahwa tata kelola kinerja konvensional yang bertumpu pada Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) justru berfungsi sebagai penghalang yang memperburuk kerapuhan sistemik serta kecemasan aparatur, sebab rancangannya secara mendasar bercorak sistem tertutup dan mekanistik sehingga tidak selaras dengan tuntutan lingkungan VUCA-BANI. Pergeseran arah menuju indikator yang lentur, tata kelola digital yang strategis, dan penilaian berbasis kolaborasi lintas fungsi terbukti secara konseptual sanggup mengubah kerawanan birokrasi menjadi daya lenting kelembagaan (bounce forward) melalui jalinan mekanisme lintas-aras dari kinerja perorangan menuju kinerja organisasi. Tulisan ini menawarkan arah kebijakan aplikatif bagi agenda reformasi birokrasi nasional dalam mewujudkan ketahanan kelembagaan yang berkelanjutan.
References
Amil, M. (2024). Strategi Kebijakan Publik Berbasis Makro-Kontemporer di Era Disrupsi. Jurnal Administrasi Strategis, 12(2), 115-129.
Baran, B. E., & Woznyj, H. M. (2020). Managing in a VUCA World: Possibilities, Pitfalls, and a Framework for Future Research. Human Resource Management Review, 31(4), 100-115.
Boin, A., & 't Hart, P. (2021). From Bounce Back to Bounce Forward: Conceptualizing Institutional Resilience in Public Administration. Public Administration Review, 81(3), 540-552.
Bouckaert, G., & Halligan, J. (2008). Managing Performance: International Comparisons. Routledge.
Butkus, R., Silva, T., & Martinez, J. (2024). Redefining Performance Systems: Agile Management in Contemporary Bureaucracy. International Journal of Public Sector Management, 37(1), 45-63.
Cascio, J. (2020). Facing the Age of Chaos. Medium.
Eaglesfield, D. (2024). Navigating the BANI Horizon: Anxiety Management and Bureaucratic Paralysis in Federal Agencies. Governance & Public Policy, 40(2), 202-218.
Faridawati, E. (2025). Digitalisasi Reformasi Birokrasi dan Fenomena Techno-Anxiety pada Aparatur Sipil Negara. Jurnal Tatakelola Indonesia, 9(1), 34-49.
Ferreira, A., & Otley, D. (2009). The Design and Use of Performance Management Systems: An Extended Framework for Analysis. Management Accounting Research, 20(4), 263-282.
Franken, E., Plimmer, G., & Malinen, S. (2020). Paradoxical Leadership and Governance Digitization: Driving Factors for Public Sector Resilience. Australian Journal of Public Administration, 79(4), 487-504.
Griffin, M. A., Neal, A., & Parker, S. K. (2007). A New Model of Work Role Performance: Positive Behavior in Uncertain and Interdependent Contexts. Academy of Management Journal, 50(2), 327-347.
Katz, D., & Kahn, R. L. (1966). The Social Psychology of Organizations. Wiley.
Li, W., Zhang, X., & Zhao, Y. (2026). Dynamics of Institutional Resilience: Long-term Structuring in Developing Bureaucracies. World Development Governance, 5(1), 101210.
Lituhayu, D. (2016). Patologi Birokrasi dalam Formalitas Pengukuran Kinerja Pegawai. Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 4(2), 143-156.
Nukpezah, J. A., & Jackson, S. (2025). The Structural Linkages of Agile Performance Evaluation, Job Satisfaction, and Institutional Resilience. Public Personnel Management, 54(3), 312-335.
Otley, D. (1999). Performance Management: A Framework for Management Control Systems Research. Management Accounting Research, 10(4), 363-382.
Prasetyo, A., & Utomo, T. W. (2023). Pergeseran Paradigma Birokrasi Weberian Menuju Agile Governance di Indonesia. Jurnal Reformasi Administrasi, 10(2), 89-104.
Pudjono, S., Hartono, B., & Rahayu, S. (2024). Evaluasi Kritis Implementasi SKP Berbasis Regulasi Baru: Tantangan Administratif Menuju Substansi Kinerja. Jurnal Kebijakan & Manajemen ASN, 18(1), 57-72.
Pulakos, E. D., Arad, S., Donovan, M. A., & Plamondon, K. E. (2000). Adaptability in the Workplace: Development of a Taxonomy of Adaptive Performance. Journal of Applied Psychology, 85(4), 612-624.
Rahmawati, A. A., & Nugroho, R. A. (2023). Analisis Kinerja Perangkat Daerah Kota Surakarta terhadap Implementasi Smart City melalui Garuda Smart City Model. JANE (Jurnal Administrasi Negara), 15(1), 71-78.
Roy, S., Mishra, P., & Chatterjee, A. (2023). From Measurement to Strategic Intervention: Reconceptualizing Performance Management Systems in Changing Times. International Review of Administrative Sciences, 89(2), 415-433.
Suryono, B. (2024). Lanskap Tata Kelola Sektor Publik Abad ke-21: Tekanan Global dan Agenda Domestik. PT Remaja Rosdakarya.
Template


