Network Governance dalam Implementasi Ekonomi Hijau di Kalimantan Barat

Authors

  • Yunika Depri Listiana Politeknik Negeri Pontianak image/svg+xml
  • Winda Chelsea Meisari Politeknik Negeri Pontianak
  • Grace Kelly H.P. Sihombing Politeknik Negeri Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.37385/ceej.v7i5.12161

Keywords:

Network Governance, Ekonomi Hijau, Tata Kelola, Kalimantan Barat, Kolaborasi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana network governance beroperasi dalam mengintegrasikan agenda ekonomi hijau serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambatnya di Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara dan studi literatur. Informan penelitian terdiri atas Kementerian Dalam Negeri, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Barat, Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Barat, serta Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Barat. Analisis penelitian menggunakan kerangka network governance dari Klijn dan Koppenjan yang terdiri atas aktor, interdependensi dan frames, manajemen jaringan, karakteristik kelembagaan, serta interaksi dan kompleksitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi agenda ekonomi hijau melibatkan berbagai aktor dengan kewenangan, kepentingan, dan sumber daya yang berbeda, sehingga menciptakan hubungan yang saling bergantung di antara mereka. Network governance dilaksanakan melalui koordinasi, fasilitasi, Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan, pendampingan, pemantauan, dan evaluasi. Regulasi dan dokumen perencanaan menjadi landasan kelembagaan dalam menyelaraskan kebijakan nasional dan daerah. Faktor pendukung meliputi regulasi, keterlibatan aktor lintas sektor, forum koordinasi, serta peran Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan kapasitas dan sumber daya fiskal daerah, kompleksitas pembagian kewenangan, ketidakkonsistenan kebijakan, serta koordinasi dan indikator ekonomi hijau yang belum optimal.

References

Alvaro, R., & Prasetyo, A. (2020). PENGARUH PAD DAN DANA PERIMBANGAN TERHADAP BELANJA MODAL DENGAN PERTUMBUHAN EKONOMI SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA PROVINSI DI INDONESIA. JURNAL BUDGET

Anggraini, D., Sudirman, F. A., Atnan, N., & Husain, M. N. (2020 ). E-Government Utilization and the Political Logic of Network Governance in Indonesia's Local Administration. Jurnal Wacana Politik , 348–356.

BPS-Kalbar. (2025). Ekonomi makro Provinsi Kalimantan Barat triwulan IV.

Hermanto, & Rosidi, A. (2026). Green Economy sebagai Paradigma Baru Pembangunan Ekonomi Nasional. PRIMARY Jurnal of Multidsciplinary Research Vol 2(1), 24-28.

Kartika, A. N., Muliyani, I., Prasetiyo, T., & Mely, P. (2023). Analisis Implementasi Dalam Mewujudkan Ekonomi Hijau Di Kalimantan Barat. JURNAL ILMIAH EKONOMI GLOBAL MASA KINI VOLUME 14(2), 111-120.

Kismartini, Kustarto, I., & Priyadi, B. P. (2019). Analisis Stakeholders dalam Perspektif Governance: Upaya Pencegahan Penyebaran Berita Bohong (Hoax) di Jawa Tengah. Prosiding Seminar dan Lokakarya Kualitatif Indonesia 2019, 21–28.

Klijn, E.-H., & Koppenjan, J. (2012). Governance network theory: Past, present and future. Policy and Politics, 40(4), 587-606.

Osborne, S. P. (2010). The New Public Governance. New York: Routledge.

PPN/Bappenas, K. (2024). Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045.

Rossilawati, R. S., Hanani, R., & Kismartini. (2024). Network Governance dalam Peningkatan IPM Perempuan di Kabupaten Wonogiri. Journal of Management and Public Policy Vol. 13(1), 1-20.

SETDA-Kalbar. (2024, Juli 30). Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Barat. Diambil kembali dari https://adpim.kalbarprov.go.id/: https://adpim.kalbarprov.go.id/berita/rpjpd-2025-2045-provinsi-kalbar-resmi-disahkan/

Tjokroamidjojo, B. (2000). Pembangunan Desa dan Masalah Kepemimpinanya. Jakarta: Rajawali.

Vijanarki, G. (2023, Agustus 15). Green Economy, Manajemen Pemanfaatan Sumber Daya Alam Sebagai Instrumen Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia. Diambil kembali dari ITN Malang / ITN.AC.ID: https://itn.ac.id/opini/15-agustus-23-green-economy-manajemen-pemanfaatan-sumber-daya-alam-sebagai-instrumen-pembangunan-berkelanjutan-di-indonesia/

Downloads

Published

2026-10-15

How to Cite

Network Governance dalam Implementasi Ekonomi Hijau di Kalimantan Barat. (2026). Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ), 7(5), 5271-5282. https://doi.org/10.37385/ceej.v7i5.12161