Hubungan Safety Climate dengan Kepatuhan Tenaga Kesehatan pada Prosedur Pelayanan di Klinik Pratama Islamic Center Samarinda
DOI:
https://doi.org/10.37385/ceej.v7i5.12203Keywords:
Safety Climate, Kepatuhan, SOP, Tenaga Kesehatan, NOSACQ-50Abstract
Keselamatan pasien merupakan salah satu indikator penting mutu pelayanan kesehatan yang memerlukan kepatuhan tenaga kesehatan terhadap Standar Prosedur Operasional (SOP). Kepatuhan tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor individu maupun organisasi, salah satunya safety climate. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara safety climate dengan kepatuhan tenaga kesehatan pada prosedur pelayanan di Klinik Pratama Islamic Center Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi dan sampel penelitian berjumlah 99 tenaga kesehatan dengan teknik total sampling. Safety climate diukur menggunakan Nordic Occupational Safety Climate Questionnaire (NOSACQ-50), sedangkan kepatuhan tenaga kesehatan dinilai melalui observasi langsung menggunakan lembar checklist berdasarkan SOP Klinik Pratama Islamic Center Samarinda. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor keseluruhan safety climate sebesar 2,940. Dimensi dengan nilai rata-rata tertinggi adalah komitmen tenaga kesehatan terhadap keselamatan sebesar 3,194, sedangkan nilai terendah adalah prioritas keselamatan dan penolakan terhadap risiko sebesar 2,677. Sebanyak 60 responden (60,61%) memiliki kepatuhan baik dan 39 responden (39,39%) memiliki kepatuhan kurang, dengan rata-rata kepatuhan 83,07%. Hasil uji Spearman Rank diperoleh ρ = 0,051 dan p = 0,618. Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara safety climate dengan kepatuhan tenaga kesehatan pada prosedur pelayanan di Klinik Pratama Islamic Center Samarinda. Disarankan agar klinik tetap melakukan penguatan budaya dan iklim keselamatan serta meningkatkan evaluasi kepatuhan SOP, terutama pada penggunaan APD dan dokumentasi pelayanan, dengan mempertimbangkan faktor lain yang dapat memengaruhi kepatuhan tenaga kesehatan.
References
Amalia, P., Kurniawan, E., Rahayu, I.G. & Noviar, G., 2019. Analisis faktor-faktor kepatuhan penerapan standar operasional prosedur pengambilan darah vena. Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung, 11(2), pp.211–217.
Antika, D., Nurrika, D. et al., 2025. Gambaran kepatuhan petugas kesehatan dalam mengimplementasikan prosedur hand hygiene di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia, 4(2), pp.109–115.
Fatonah, S., Manurung, I. & Aulia, A.P., 2023. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan perawat dalam melaksanakan standar prosedur operasional pencegahan risiko jatuh di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKPI), 4(2), pp.227–235.
Juliyanda, N., Novrikasari, Hasyim, H., Windusari, Y., Sunarsih, E. & Liberty, I.A., 2025. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi safety climate pada Facility Management Services Area Sumbagsel. Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan, 5(3), pp.469–487.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2024. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/1094/2024 tentang Standar Akreditasi dan Biaya Survei Akreditasi Rumah Sakit Kelas D Pratama. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kines, P., Lappalainen, J., Lyngby Mikkelsen, K., Olsen, E., Pousette, A., Tharaldsen, J., Tómasson, K. & Törner, M., 2011. Nordic Safety Climate Questionnaire (NOSACQ-50): A new tool for diagnosing occupational safety climate. International Journal of Industrial Ergonomics, 41(6), pp.634–646.
Liana, D., Dwijayanti, F. & Fauziah, N., 2025. Analisis dimensi iklim keselamatan terhadap keselamatan pasien di rumah sakit. SAGO: Gizi dan Kesehatan, 6(3), pp.606–615.
Liku, J.E.A., Novita, C. & Rusba, K., 2025. Analisis safety climate PT Quantum Energi Khatulistiwa pada proyek RDMP. Identifikasi: Jurnal Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan, 11(2), pp.217–224.
National Research Centre for the Working Environment (NRCWE), 2014. NOSACQ-50: Nordic Occupational Safety Climate Questionnaire. Copenhagen: NRCWE.
Neal, A. & Griffin, M.A., 2006. A study of the lagged relationships among safety climate, safety motivation, safety behavior, and accidents at the individual and group levels. Journal of Applied Psychology, 91(4), pp.946–953.
No, J. & Lee, K., 2024. The safety climate and patient safety activities in mental health nurses: The mediating effect of safety control. Healthcare, 12(12), 1181. https://doi.org/10.3390/healthcare12121181
Notoatmodjo, S., 2018. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Polit, D.F. & Beck, C.T., 2021. Nursing Research: Generating and Assessing Evidence for Nursing Practice. 11th ed. Philadelphia: Wolters Kluwer.
Sugiyono, 2023. Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia.
World Health Organization, 2009. WHO Guidelines on Hand Hygiene in Health Care. Geneva: World Health Organization.
World Health Organization, 2021. Global Patient Safety Action Plan 2021–2030: Towards Eliminating Avoidable Harm in Health Care. Geneva: World Health Organization.
World Health Organization, 2021. Patient Safety. Geneva: World Health Organization.
Zohar, D., 1980. Safety climate in industrial organizations: Theoretical and applied implications. Journal of Applied Psychology, 65(1), pp.96–102.
Template


