Strategi Pengembangan Pariwisata Halal Di Taman Mini Indonesia Indah
DOI:
https://doi.org/10.37385/ceej.v6i5.12218Keywords:
Pariwisata Halal, Muslim-Friendly Tourism, SWOT, QSPM, Pariwisata Berkelanjutan, TMIIAbstract
Perkembangan pasar wisatawan Muslim mendorong kebutuhan terhadap produk dan layanan pariwisata yang mampu memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim sekaligus memberikan pengalaman destinasi yang aman, nyaman, berkualitas, dan inklusif. Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sebagai kawasan wisata budaya yang merepresentasikan keragaman budaya Indonesia memiliki aset budaya, infrastruktur kawasan, fasilitas ibadah, aksesibilitas, dan arah pengelolaan Green, Smart, Culture, dan Inclusive yang dapat menjadi modal pengembangan pariwisata halal. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi alternatif strategi pengembangan pariwisata halal di TMII berdasarkan analisis SWOT dan (2) menentukan prioritas strategi berdasarkan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan orientasi kualitatif yang dilanjutkan penilaian kuantitatif berbasis judgment informan. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan enam informan yang terdiri atas empat pengelola TMII, satu informan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan satu informan Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI). Analisis meliputi identifikasi faktor strategis, Matriks IFE dan EFE, SWOT, serta QSPM. SWOT menghasilkan 16 alternatif strategi yang dikonsolidasikan menjadi delapan strategi operasional untuk penilaian QSPM. Hasil QSPM menunjukkan STR5 memperoleh Total Attractiveness Score (TAS) sebesar 3,676; STR8 sebesar 3,590; dan STR1 sebesar 3,371. Nilai tersebut menunjukkan daya tarik relatif alternatif strategi berdasarkan 20 faktor strategis dan penilaian enam informan. Kebaruan penelitian terletak pada pengintegrasian atribut ramah Muslim dengan karakter TMII sebagai destinasi budaya, perspektif keberlanjutan dan inklusivitas, serta pemilihan strategi melalui kombinasi SWOT dan QSPM. Hasil penelitian mengarahkan pengembangan pariwisata halal TMII pada penguatan pengalaman budaya ramah Muslim yang tetap mempertahankan karakter TMII sebagai representasi keragaman budaya Indonesia.
References
Al-Ansi, A., & Han, H. (2019). Role of halal-friendly destination performances, value, satisfaction, and trust in generating destination image and loyalty. Journal of Destination Marketing & Management, 13, 51–60. https://doi.org/10.1016/j.jdmm.2019.05.007
Battour, M., & Ismail, M. N. (2016). Halal tourism: Concepts, practises, challenges and future. Tourism Management Perspectives, 19, 150–154. https://doi.org/10.1016/j.tmp.2015.12.008
Battour, M., Battor, M., & Bhatti, M. A. (2014). Islamic attributes of destination: Construct development and measurement validation, and their impact on tourist satisfaction. International Journal of Tourism Research, 16(6), 556–564. https://doi.org/10.1002/jtr.1947
Battour, M., Ismail, M. N., & Battor, M. (2010). Toward a halal tourism market. Tourism Analysis, 15(4), 461–470. https://doi.org/10.3727/108354210X12864727453304
Battour, M., Ismail, M. N., Battor, M., & Awais, M. (2017). Islamic tourism: An empirical examination of travel motivation and satisfaction in Malaysia. Current Issues in Tourism, 20(1), 50–67. https://doi.org/10.1080/13683500.2014.965665
Boğan, E., & Sarıışık, M. (2019). Halal tourism: Conceptual and practical challenges. Journal of Islamic Marketing, 10(1), 87–96. https://doi.org/10.1108/JIMA-06-2017-0066
Cadith, J., Yusuf, M., & Yulianti, R. (2022). Strategi pengembangan wisata halal di DKI Jakarta. Publikauma: Jurnal Administrasi Publik Universitas Medan Area, 10(1), 73–88. https://doi.org/10.31289/publika.v10i1.6839
Cooper, C., Fletcher, J., Gilbert, D., & Wanhill, S. (1998). Tourism: Principles and practice. Longman.
Creswell, J. W., & Plano Clark, V. L. (2018). Designing and conducting mixed methods research (3rd ed.). SAGE Publications.
David, F. R., & David, F. R. (2017). Strategic management: A competitive advantage approach, concepts and cases (16th ed., Global ed.). Pearson.
El-Gohary, H. (2016). Halal tourism, is it really halal? Tourism Management Perspectives, 19, 124–130. https://doi.org/10.1016/j.tmp.2015.12.013
Global Sustainable Tourism Council. (2019). GSTC destination criteria (GSTC-D), version 2.0: With performance indicators and SDGs. https://www.gstcouncil.org/wp-content/uploads/GSTC%20Destination%20Criteria%20v2.0.pdf
Gürel, E., & Tat, M. (2017). SWOT analysis: A theoretical review. The Journal of International Social Research, 10(51), 994–1006. https://doi.org/10.17719/jisr.2017.1832
Henderson, J. C. (2016). Halal food, certification and halal tourism: Insights from Malaysia and Singapore. Tourism Management Perspectives, 19, 160–164. https://doi.org/10.1016/j.tmp.2015.12.006
Katuk, N., Ku-Mahamud, K. R., Kayat, K., Abdul Hamid, M. N., Zakaria, N. H., & Purbasari, A. (2021). Halal certification for tourism marketing: The attributes and attitudes of food operators in Indonesia. Journal of Islamic Marketing, 12(5), 1043–1062. https://doi.org/10.1108/JIMA-03-2020-0068
Maftukhatusolikhah, M., Handayani, D. L., Yusuf, E., & Pratomo, N. (2022). Pariwisata halal yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Rajawali Pers.
Mohsin, A., Ramli, N., & Alkhulayfi, B. A. (2016). Halal tourism: Emerging opportunities. Tourism Management Perspectives, 19, 137–143. https://doi.org/10.1016/j.tmp.2015.12.010
Sayekti, N. W. (2019). Strategi pengembangan pariwisata halal di Indonesia. Kajian, 24(3), 159–172. https://doi.org/10.22212/kajian.v24i3.1866
Template


