Implementasi Kecerdasan Buatan Sebagai Sistem Pendukung Keputusan Untuk Meningkatkan Akurasi Dan Kecepatan Pengambilan Keputusan Dalam Operasi Maritim TNI Angkatan Laut
DOI:
https://doi.org/10.37385/ceej.v6i5.12240Keywords:
Kecerdasan Buatan, Sistem Pendukung Keputusan, Operasi Maritim, Komando dan Pengendalian, C4ISRAbstract
Operasi maritim TNI Angkatan Laut menghadapi ancaman yang kompleks, termasuk pelanggaran wilayah, penangkapan ikan ilegal, dan penyelundupan, yang menuntut pengambilan keputusan secara cepat dan akurat. Namun, proses Komando dan Pengendalian (Command and Control atau C2) masih terkendala oleh fragmentasi data, keterbatasan fusi multisensor, interoperabilitas sistem, kesiapan sumber daya manusia, keamanan siber, serta belum adanya regulasi yang mengatur kecerdasan buatan. Penelitian ini menganalisis implementasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI) sebagai Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System atau DSS) untuk meningkatkan akurasi dan kecepatan pengambilan keputusan dalam operasi maritim TNI Angkatan Laut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis melalui wawancara mendalam dengan lima informan kunci, observasi, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan NVivo dan analisis SWOT dengan pembobotan IFAS–EFAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI-DSS dapat mendukung integrasi data radar, Automatic Identification System (AIS), citra satelit, sistem udara nirawak, dan intelijen maritim; mendeteksi anomali; menyajikan Common Operating Picture; serta memberikan rekomendasi taktis kepada para komandan. Posisi strategis berada pada Kuadran I (SO) dengan koordinat (0,83; 0,64), meskipun dengan margin yang relatif sempit. Implementasi memerlukan integrasi C4ISR, interoperabilitas data, pengembangan sumber daya manusia, penguatan keamanan siber, serta doktrin yang berlandaskan prinsip human-in-the-loop, yang dilaksanakan melalui peta jalan bertahap dan diawali dengan proyek percontohan. Hak Cipta © DEPIPTEK SESKOAL. Seluruh hak dilindungi.
References
Alberts, D. S., & Hayes, R. E. (2006). Understanding command and control. CCRP Publication Series.
Automatic Identification System (AIS) data reliability and its implications for maritime safety in Indonesia. (2025). International Journal of Marine Engineering Innovation and Research, 10(3), 988–997. https://journal.its.ac.id/index.php/ijmeir/article/view/8669
Badrudin, A., et al. (2026). Design of Antasena: An AI-powered maritime surveillance and anomaly detection system for security decision support. IAES International Journal of Artificial Intelligence, 15(1), 269–288. https://doi.org/10.11591/ijai.v15.i1.pp269-288
Boyd, J. R. (2018). A discourse on winning and losing (G. T. Hammond, Ed.). Air University Press.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage Publications.
Eppler, M. J., & Mengis, J. (2004). The concept of information overload: A review of literature from organization science, accounting, marketing, MIS, and related disciplines. The Information Society, 20(5), 325–344.
Hall, D. L., & Llinas, J. (1997). An introduction to multisensor data fusion. Proceedings of the IEEE, 85(1), 6–23.
Hermunahoto. (2024). Analisis strategi pengembangan artificial intelligence pada Labpamsisjar TNI Angkatan Laut dalam rangka memperkuat pengawasan keamanan negara di bidang maritim. Indonesian Maritime Journal, 12(3), 84–92.
Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. (n.d.). STOP IUU (illegal, unreported, and unregulated) fishing! Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur. Diakses 20 Juli 2026, dari https://dkp.jatimprov.go.id/unit/dkp-blitarkab/news/view/3347
Krepinevich, A. F. (1994). Cavalry to computer: The pattern of military revolutions. The National Interest, (37), 30–42.
Mahabror, D., & Hidayat, J. J. (2018). Analisis kerugian ekonomi akibat illegal fishing di Zona Ekonomi Eksklusif perairan Natuna. Dalam Prosiding Seminar Nasional Kelautan dan Perikanan IV.
Mahan, A. T. (1890). The influence of sea power upon history, 1660–1783. Little, Brown and Company.
Mappanganro, Ali, Kurniawan, & Priyono. (2026). Decision support system bagi komandan kapal perang RI dalam menghadapi ancaman di Alur Laut Kepulauan Indonesia II [Skripsi, Akademi TNI Angkatan Laut].
Morris, L. J., & Persi Paoli, G. (2018). A preliminary assessment of Indonesia’s maritime security threats and capabilities. RAND Corporation. https://www.rand.org/pubs/research_reports/RR2469.html
Naval Information Warfare Systems Command. (2021, 16 Juni). NAVWAR launches second Project Overmatch Prize Challenge; aimed at identifying artificial intelligence solutions. U.S. Navy. https://www.navy.mil
Noor, A., Pramesti, A., Girsang, S. A., Nugraha, R. A., Jasmine, A., & Fathiya, R. (2026). ZEE Indonesia di Laut Natuna Utara: Telaah kritis atas klaim nine-dash line Tiongkok. Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu, 3(4), 15–22. https://doi.org/10.69714/npqqza61
Purja, A., Sulistyadi, E., Sudiarso, A., Asvial, M., Gultom, R. AG, & Afpriyanto. (2023). The prospect of using artificial intelligence in TNI ship information systems as a manifestation of a resilient maritime defense industry. International Journal of Humanities Education and Social Sciences, 3(3). https://doi.org/10.55227/ijhess.v3i3.659
Putro, T. W. A. (2024). Implementasi Big Data dan Artificial Intelligence untuk meningkatkan kemampuan intelijen TNI. Ranah Research: Journal of Multidisciplinary Research and Development, 6(6), 2864–2868.
Russell, S., & Norvig, P. (2021). Artificial intelligence: A modern approach (4th ed.). Pearson.
Soemantri, A. I., Risahdi, M., Yulianto, B. A., Prakoso, L. Y., & Lestari, A. (2025). Integrasi AI dan patroli laut untuk mendukung Indonesia Emas 2045. Jurnal Sosial dan Sains, 5(11).
Sprague, R. H., Jr., & Carlson, E. D. (1982). Building effective decision support systems. Prentice-Hall.
Till, G. (2018). Seapower: A guide for the twenty-first century (4th ed.). Routledge.
Turban, E., Sharda, R., & Delen, D. (2015). Decision support and business intelligence systems (10th ed.). Pearson.
Template


