Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemanfaatan Limbah Kulit Salak Menjadi Produk Unggul Melalui Model Industri Kreatif di Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro

  • Abdul Ghofur Universitas Islam Lamongan
  • Yuhronur Efendi Universitas Islam Lamongan
  • Mohammad Rizal Nur Irawan Irawan Universitas Islam Lamongan

Abstract

Homeindustry“ BundaArum” merupakan Homeindustry yang ada dikawasan agrowisata salak wedi Bojonegoro dan memproduksi berbagai olahan dari buah salak seperti kurma salak, madu mongso salak, dodol salak, molen salak, dan kopi biji salak. Limbah organik berupa kulit salak yang merupakan sisa konsumsi salak ataupun sisa pengolahansalak untuk produk makanan lainnya yang saat ini sudah diproduksi di homeindustry ini  maupun masyarakat setempat sangat berlimpah. Hasil uji fitokimia menunjukkan kulit buah salak mengandung senyawa flavonoid dan tannin serta sedikit alkaloid. Kandungan flavonoid didalam ekstrak kulit salak mampu menurunkanka darglukosa dalam darah.Ekstraketanol kulit buah salak mengandung metabolit   sekunder   alkaloid,   polifenolat,   flavonoid,  1mbien,   kuinon,  monoterpen   dan seskuiterpen. Berdasar nilai kapasitas antioksi dan dan IC50, ekstrak kulitsalak memilik ipotensi besaruntuk  dipasarkan menjadi  produk  pangan sebagai  minuman berantioksi dan yang baik untuk kesehatan, selain itu jugasebagai upaya pemanfaatan kulit salak sehingga bernilai ekonomis. Solusi dari permasalahan ini adalah mengolah kulitsalak wedi menjadi produk olahan berupateh  kulit  salak dan  membuat  strategi  pemasarannya baik  secara onlineatau  offline. Rencanakegiatan yang  diusulkanadalahdengan  pelatihan produksi  kulit  salakpada Home industry“Bunda Arum” dan pembuatan strategi pemasaran.Hal ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan, keterampilan, danpeningkatan daya saing berupa diversifikasi produk pada Homeindustry “Bunda Arum”.

Kata kunci: Teh kulit salak,Salak Wedi, Homeindustry

References

Anonim,2011.kulit salak untuk diabetes,http:daunsirsak.net kulit-salak-untuk diabetes(15 agustus 2018)
Anam,dkk.”IbW Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro Perbaikan Budidaya Tanaman Salak”. Prosiding Seminar Nasional dan Gelar Produk UMM.17-18 Oktober 2017
Badriyah, N. (2017). Kontinum Relationship: Konsep Pemberdayaan Pelatihan Masyarakat
Ekonomi Kreatif Menuju Daya Saing. Paper pada Seminar Nasional, FEB Unikama “Peningkatan Ketahanan Ekonomi Nasional dalam Rangka Menghadapi Persaingan
Global. Malang. FEB Unikama.
Dhyanaputri,dkk.”Analisis Kandungan Gizi ekstra Kulit Salak Produksi Kelompok Tani Abian Salak Desa Sibetan Sebagai Upaya Pengembangan Potensi Produk Pangan Lokal”.Jurnal Meditory.Volum 4 No 2 Dsmbr 2016. Hal 93-100
Intanti, E. Y. R., & Lubis, Z. (2018). SERAT ECENG GONDOK SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF ADMIXTURE PADA LASTON TIPE XI SNI 03-1737-1989 DITINJAU TERHADAP NILAI-NILAI UJI MARSHALL. Jurnal CIVILA, 3(2), 154-160.
Kanon,dkk. “Uji efektivitas kulit buah salak (Salacca Zalacca(Gaertn.)Voss) terhadap penurunan kadar gula darah tikus putih jantan galur wistar (Rattus norvegicus L.)yang diinduksi sukrosa”.Jurnal farmasi FMIPA UNSRAT Manado
Mauladi, K. F. (2017). Penentuan Jumlah Produksi Sarung Tenun Tradisional dengan Metode Fuzzy Tsukamoto. SMATIKA JURNAL, 7(01), 21-25.
Published
2020-08-17
How to Cite
Ghofur, A., Efendi , Y., & Irawan , M. R. N. I. (2020). Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemanfaatan Limbah Kulit Salak Menjadi Produk Unggul Melalui Model Industri Kreatif di Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro. Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ), 2(1), 84-90. https://doi.org/10.37385/ceej.v2i1.134
Abstract viewed = 88 times
PDF downloaded = 30 times