Analisis Kesesuaian Penggunaan Lahan Permukiman Menggunakan Sistem Informasi Geospasial (SIG) Di Kota Surakarta
DOI:
https://doi.org/10.37385/ceej.v6i6.9867Keywords:
Kesesuaian Lahan, Permukiman, SIG, AHP, RDTRAbstract
Pertumbuhan permukiman di Kota Surakarta menghadapi tekanan akibat tingginya laju pertumbuhan penduduk serta keterbatasan lahan. Kondisi ini berpotensi menyebabkan pemanfaatan ruang yang tidak sesuai sehingga menimbulkan risiko terhadap keberlanjutan kawasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kesesuaian lahan permukiman menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang dikombinasikan dengan Spatial Multi-Criteria Analysis (SMCA) dan pembobotan Analytic Hierarchy Process (AHP). Variabel yang dianalisis meliputi kemiringan lereng, jenis tanah, penggunaan lahan, jarak terhadap sungai dan jalan, serta kerawanan banjir. Hasil pembobotan menunjukkan kerawanan bencana berpengaruh terbesar (41%). Analisis overlay menunjukkan 74,56% wilayah sesuai untuk permukiman. Integrasi dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) 2023–2043 menunjukkan 72,73% alokasi permukiman telah sesuai namun 0,26% berada di zona risiko tinggi. Penelitian menekankan pentingnya mitigasi risiko dan pengelolaan tata ruang berkelanjutan untuk pembangunan yang aman dan lestari
References
Agtha, F. T., Wulandari, A., Mungguk, D. (2014). Pola permukiman kawasan tepian sungai di Desa Mungguk Kecamatan Sekadau Hilir. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 1, 1-11.
Alharbi, T. (2024). A weighted overlay analysis for assessing urban flood risks in arid lands: A case study of Riyadh, Saudi Arabia. Journal of Urban and Regional Analysis, 1-15.
Amaliyah, N., Rustiadi, E. (2021). Suitable and available land for settlement development in Cianjur Regency. Journal of Regional and City Planning, 11(4), 550-566.
Arimjaya, I. W. G. K., Sugandhi, N., Aliyah, N., Aldiansyah, S., Ristiantri, Y. R. A. (2022). Identifikasi pengembangan kawasan permukiman dengan metode spatial multi criteria analysis studi kasus re evaluasi RTRW Provinsi Kalimantan Tengah. Prosiding Seminar Nasional Gepmatika 2021, 735-748.
Badan Pusat Statistik Kota Surakarta. (2024). Kota Surakarta dalam angka 2024. BPS Kota Surakarta.
Daya, K. B. (2007). Pedoman kriteria teknis. Kementerian Pekerjaan Umum.
Hadi, M. A., Putri, N. A., Shofy, Y. F., Gafuraningtyas, D., Wibowo, A. (2023). Analisis spasial kawasan permukiman. Geomedia, 21(1), 62-74.
Kadriansari, R., Subiyanto, S., Sudarsono, B. (2017). Analisis kesesuaian lahan permukiman dengan data citra resolusi menengah menggunakan sistem informasi geografis. Jurnal Geodesi Undip, 6, 199-207.
Manabung, P. I. I., Tilaar, S., Gosal, P. (2021). Analisis pemanfaatan lahan permukiman di kawasan berlereng Kecamatan Singkil. Jurnal Perencanaan Wilayah, 18(1), 22-35.
Mardalena, A., Wibowo, A. (2023). Evaluasi kesesuaian permukiman menggunakan spatial multi criteria analysis di Kecamatan Kota Baru. Jurnal Tata Ruang, 24(1), 101-113.
Maryati, S., Nisaa, A., Humaira, S. (2025). Increasing the infrastructure access of low income people in peri urban of Bandung metropolitan area. Journal of Urban Studies, 2(3), 219-226.
Pemerintah Kota Surakarta. (2021). Peraturan daerah Kota Surakarta Nomor 4 Tahun 2021 tentang rencana tata ruang wilayah Kota Surakarta tahun 2021 sampai 2041.
Putra, R., Hadiwijaya, H., Berliana, A. J., Wening, R., Setyowati, W. (2023). Pengaruh tutupan lahan terhadap urban index Kota Semarang. Jurnal Geografi, 29-41.
Putri, H. H., Oktegar, C. A., Wijaya, A. P. (2021). Pemetaan lahan potensial untuk pengembangan kawasan permukiman berbasis sistem informasi geografis dan daya dukung permukiman Kecamatan Mijen Kota Semarang. Jurnal Geodesi Undip, 6, 1-10.
Ratnawati, H., Djojomartono, P. N. (2020). Analisis kesesuaian lahan permukiman di Kecamatan Playen Kabupaten Gunungkidul menggunakan pendekatan analytic hierarchy process. JGISE Journal of Geospatial Information Science and Engineering, 3(2), 123. https://doi.org/10.22146/jgise.59057
Retnasary, M., Setiawati, S. D., Fitriawati, D., Anggara, R. (2019). Pengelolaan media sosial sebagai strategi digital marketing pariwisata. Jurnal Kajian Pariwisata, 1(1), 76-83. https://doi.org/10.51977/jiip.v1i1.130
Saaty, T. L. (1980). The analytic hierarchy process. McGraw Hill.
Sitorus, S. R. P. (1985). Evaluasi sumber daya lahan. Tarsito.
Sugandhi, N., Aldiansyah, S. (2022). Identifikasi pengembangan kawasan permukiman dengan metode spatial multi criteria analysis studi kasus re evaluasi RTRW Provinsi Kalimantan Tengah. Jurnal Geospasial Indonesia, 1-12.
Widodo, W., Sunarti, S. (2019). Pola perkembangan perumahan di Kota Surakarta. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 15(4), 288. https://doi.org/10.14710/pwk.v15i4.21984
Yusuf, D., Lahay, R. J. (2025). Analisis kesesuaian lahan untuk permukiman wilayah pesisir Kabupaten Boalemo. Jurnal Riset Perencanaan Indonesia, 2(2), 249-260. https://doi.org/10.37905/jrpi.v2i2.29337



Template