Implementasi Pembinaan BUMDes sebagai Penggerak Ekonomi Lokal melalui Pengelolaan Wisata Boon Pring Andeman di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang
DOI:
https://doi.org/10.37385/snb71h56Keywords:
Implementation of Guidance, Village-Owned Enterprises (BUMDes), Local Economy, Tourism Management, Boon Pring AndemanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan Menganalisis implementasi pembinaan BUMDes sebagai penggerak ekonomi lokal melalui pengelolaan wisata Boon Pring Andeman di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, mendeskripsikan dan Menganalisis faktor pendukung dan penghambat dalam pembinaan BUMDes pada pengelolaan wisata Boon Pring Andeman, dan untuk mendeskripsikan dan Menganalisis Dampak Implementasi Pembinaan BUMDes Sebagai Penggerak Ekonomi Lokal Melalui Penggelolaan Wisata Boon Pring Andeman di Desa Sanankerto Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dilakukan di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Fokus penelitian mengacu pada teori implementasi kebijakan George C. Edward III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembinaan BUMDes sebagai penggerak ekonomi lokal melalui pengelolaan wisata Boon Pring Andeman di Desa Sanankerto telah berjalan cukup baik. Ditinjau dari teori Edward III, aspek komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi telah mendukung pelaksanaan program, meskipun masih terdapat kendala pada efektivitas komunikasi, kualitas sumber daya manusia, dan koordinasi antar lembaga. Faktor pendukung utama meliputi dukungan pemerintah desa, potensi wisata, dan partisipasi masyarakat, sedangkan faktor penghambat berasal dari keterbatasan sumber daya dan koordinasi kelembagaan. Implementasi pembinaan BUMDes juga memberikan dampak positif terhadap ekonomi lokal, seperti meningkatnya pendapatan masyarakat, terciptanya lapangan kerja, dan berkembangnya usaha di sekitar kawasan wisata.
References
Agustino, Leo. 2016. Dasar-dasar Kebijakan Publik. Bandung: Alfabeta.
Edward III, George C. 1980. Implementing Public Policy. Washington DC: Congressional Quarterly Press.
Grindle, Merilee S. 1980. Politics and Policy Implementation in the Third World. New Jersey: Princeton University Press.
Gulick, Luther dan Lyndall Urwick. 1937. Papers on the Science of Administration. New York: Institute of Public Administration.
Hidayat, N., Rohman, F., & Nurcahyo, D. 2023. “Analisis Kepemimpinan Politik BUMDes Kerto Raharjo dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Ekowisata Boonpring.” Jurnal Ilmu Komunikasi dan Kebijakan Publik (JICC), Universitas Muhammadiyah Malang.
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. 2022. Laporan Tahunan Pembangunan Desa 2022. Jakarta: Kemendesa PDTT.
Kurniawati, D., & Badriyah, L. 2021. “Pengelolaan Ekowisata Boonpring oleh BUMDes dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Desa.” Akuntabilitas: Jurnal Ilmu Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Lasswell, Harold D. 1948. The Structure and Function of Communication in Society. New York: Harper & Brothers.
Maslow, Abraham H. 1954. Motivation and Personality. New York: Harper & Row.
Mazmanian, Daniel A., dan Paul A. Sabatier. 1983. Implementation and Public Policy. Glenview, Illinois: Scott Foresman and Company.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa.
Pratama, A., & Lestari, E. 2018. “Strategi Pengembangan BUMDes sebagai Penggerak Ekonomi Masyarakat Desa.” Jurnal Pembangunan dan Pemberdayaan Pemerintah, 3(1), 22–34.
Pressman, Jeffrey L., dan Aaron Wildavsky. 1973. Implementation: How Great Expectations in Washington Are Dashed in Oakland. Berkeley: University of California Press.
Priyono, D. 2020. “Pembinaan dan Pemberdayaan BUMDes Menuju Kemandirian Desa.” Jurnal Administrasi Publik, 8(2), 67–79.
Robbins, Stephen P., dan Timothy A. Judge. 2017. Organizational Behavior. 17th Edition. London: Pearson Education.
Rogers, Everett M. 2003. Diffusion of Innovations. 5th Edition. New York: Free Press.
Sari, D. P., & Nugroho, S. A. 2021. “Peran Badan Usaha Milik Desa dalam Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa.” Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 10(2), 145–156.
Sen, Amartya. 1999. Development as Freedom. New York: Oxford University Press.
Subarsono, A.G. 2011. Analisis Kebijakan Publik: Konsep, Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Terry, George R. 2006. Prinsip-Prinsip Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara.
Todaro, M. P., & Smith, S. C. 2011. Economic Development (11th Edition). Boston: Pearson Addison-Wesley.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Van Meter, D. S., & Van Horn, C. E. 1975. “The Policy Implementation Process: A Conceptual Framework.” Administration & Society, 6(4), 445–488.
Van Meter, Donald S., dan Carl E. Van Horn. 1975. “The Policy Implementation Process: A Conceptual Framework.” Administration & Society, 6(4), 445–488.
Vroom, Victor H. 1964. Work and Motivation. New York: John Wiley & Sons.
Weber, Max. 1947. The Theory of Social and Economic Organization. New York: Oxford University Press.
Yabbar, Rahmah, & Hamzah, Ardi. 2015. Tata Kelola Pemerintahan Desa: Dari Peraturan di Desa Hingga Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa, Dari Perencanaan Pembangunan Desa Hingga Pengelolaan Keuangan Desa. Surabaya: Pustaka.
