Elastisitas Permintaan BBM Non-Subsidi RON 92 di DKI Jakarta: Peran Harga Sendiri, Harga Pesaing, Harga Produk Substitusi, dan Pendapatan

Authors

  • Firdaus Sustanto Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Sabar Sabar Institut Teknologi Sepuluh Nopember

DOI:

https://doi.org/10.37385/xtx15146

Keywords:

Elastisitas Permintaan, BBM Non-Subsidi, Ekonometrika, Regresi Linier Berganda, Model Log-Log

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis elastisitas permintaan BBM non-subsidi RON 92 di DKI Jakarta dengan mempertimbangkan pengaruh harga sendiri, harga pesaing, harga produk substitusi, dan pendapatan masyarakat. Penelitian menggunakan data sekunder bulanan periode Oktober 2021 hingga Desember 2025 sebanyak 51 observasi. Data volume penjualan diperoleh dari data internal perusahaan dalam bentuk agregat bulanan, sedangkan data harga diperoleh dari publikasi resmi perusahaan energi nasional dan perusahaan pesaing. Pendapatan masyarakat diproksikan dengan Upah Minimum Provinsi DKI Jakarta. Untuk menjaga netralitas akademik dan kerahasiaan komersial, nama dagang produk tidak disebutkan secara eksplisit. Metode analisis menggunakan regresi linier berganda dengan model log-log, sehingga koefisien dapat diinterpretasikan sebagai elastisitas. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan residual berdistribusi normal berdasarkan Kolmogorov-Smirnov dan tidak terdapat multikolinearitas serius. Namun, Uji Glejser dan Uji Park mengindikasikan heteroskedastisitas, serta uji autokorelasi menunjukkan korelasi serial positif, sehingga pengujian signifikansi menggunakan HAC/Newey-West robust standard errors. Hasil estimasi menunjukkan bahwa harga sendiri berpengaruh negatif signifikan dengan elastisitas sebesar -0,751. Nilai ini menunjukkan bahwa permintaan BBM non-subsidi RON 92 bersifat inelastis, karena kenaikan harga 1% hanya menurunkan permintaan sekitar 0,751%. Harga pesaing berpengaruh positif signifikan dengan elastisitas silang sebesar 0,412, yang mengindikasikan hubungan substitusi antar produk RON 92, meskipun responsnya relatif inelastis. Harga produk substitusi RON lebih tinggi memiliki elastisitas 0,012 dan tidak signifikan, sehingga tidak terbukti menjadi substitusi langsung bagi produk RON 92. Pendapatan berpengaruh positif signifikan dengan elastisitas 1,100, menunjukkan bahwa BBM non-subsidi RON 92 merupakan barang normal dengan respons pendapatan yang elastis. Secara simultan, variabel harga sendiri, harga pesaing, harga produk substitusi, dan pendapatan berpengaruh signifikan terhadap permintaan. Temuan ini menegaskan bahwa permintaan BBM non-subsidi RON 92 di DKI Jakarta terutama dipengaruhi oleh sensitivitas harga sendiri, dinamika harga pesaing, dan daya beli masyarakat.

References

Astutiningsih, F., Sastrywanto, H., & Koesriwulandari. (2021). Permintaan adalah jumlah barang yang diminta pada berbagai tingkat harga dalam periode tertentu dan pasar tertentu. Jurnal Agribisnis Terpadu, 21(1), 53-54.

Basso, L. J., & Oum, T. H. (2007). Automobile fuel demand: A critical assessment of empirical methodologies. Transport Reviews, 27(4), 449-484. https://doi.org/10.1080/01441640601119710

Clement, W. (2022). [Literatur konsep elastisitas permintaan].

Daryanto. (2007). [Literatur bahan bakar minyak dan pengilangan].

Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Gujarati, D. N. (2003). Basic econometrics. McGraw-Hill.

Gujarati, D. N. (2011). Econometrics by example. Palgrave Macmillan.

Jaya, H., Gunawan, R., & Kustini. (2019). [Literatur analisis regresi linier berganda].

Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing management. Pearson.

Kustiawati, et al. (2022). [Literatur klasifikasi elastisitas permintaan].

Mankiw, N. G. (2018). Principles of economics. Cengage Learning.

Mankiw, N. G. (2021). Principles of economics. Cengage Learning.

Morgan, N. A., & Rego, L. L. (2009). Brand portfolio strategy and firm performance. Journal of Marketing, 73(1), 59-74.

Newey, W. K., & West, K. D. (1987). A simple, positive semi-definite, heteroskedasticity and autocorrelation consistent covariance matrix. Econometrica, 55(3), 703-708. https://doi.org/10.2307/1913610

Pappas, J. L., & Mark, H. (1995). Managerial economics. Dryden Press.

Pindyck, R. S., & Rubinfeld, D. L. (2018). Microeconomics. Pearson.

Rahardja, P., & Manurung, M. (2008). Pengantar ilmu ekonomi. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Salvatore, D. (1994). Microeconomic theory. McGraw-Hill.

Samuelson, P. A., & Nordhaus, W. D. (2001). Economics. McGraw-Hill.

Samuelson, P. A., & Nordhaus, W. D. (2010). Economics. McGraw-Hill.

Sukirno, S. (2003). Pengantar teori ekonomi mikro. PT RajaGrafindo Persada.

Sukirno, S. (2016). Mikroekonomi teori pengantar. Rajawali Pers.

Widarjono, A. (2007). Ekonometrika: Teori dan aplikasi untuk ekonomi dan bisnis. Ekonisia.

Winarno, W. W. (2011). Analisis ekonometrika dan statistika dengan EViews. UPP STIM YKPN.

Xie, A. Y., & Harjono, M. (2020). The retail fuels market in Indonesia.

Y. Sri Susilo. (2013). Subsidi bahan bakar minyak (BBM) & perekonomian Indonesia. Gosyen Publishing.

Downloads

Published

2026-05-27

How to Cite

Elastisitas Permintaan BBM Non-Subsidi RON 92 di DKI Jakarta: Peran Harga Sendiri, Harga Pesaing, Harga Produk Substitusi, dan Pendapatan. (2026). Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ), 7(6), 5241-5254. https://doi.org/10.37385/xtx15146