Pengelolaan Taman Wisata Alam Buluh Cina Yang Berkelanjutan Di Kabupaten Kampar Provinsi Riau

Authors

  • Herlina Herlina Herlina
  • Ridwan Manda Putra Universitas Riau
  • Defri Yoza Universitas Riau

DOI:

https://doi.org/10.37385/ceej.v7i6.11469

Keywords:

Keberlanjutan, MDS, Rap-NTP, TWA Buluh Cina, Kawasan Konservasi

Abstract

Taman Wisata Alam (TWA) Buluh Cina merupakan kawasan konservasi yang memiliki potensi ekologis dan wisata alam yang tinggi, namun masih menghadapi berbagai permasalahan yang mempengaruhi keberlanjutan pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis status keberlanjutan pengelolaan TWA Buluh Cina serta mengidentifikasi atribut yang paling berpengaruh terhadap keberlanjutan kawasan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 90 responden yang terdiri atas masyarakat sekitar kawasan dan pemangku kepentingan. Analisis dilakukan menggunakan metode Multidimensional Scaling (MDS) melalui pendekatan Rapid Appraisal for Natural Tourism Park (Rap-NTP) berdasarkan lima dimensi, yaitu ekologi, ekonomi, sosial budaya, teknologi dan infrastruktur, serta hukum dan kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks keberlanjutan dimensi ekologi sebesar 54,84, ekonomi 10,38, sosial budaya 45,12, teknologi dan infrastruktur 58,26, serta hukum dan kelembagaan 64,43. Secara multidimensi, nilai indeks keberlanjutan pengelolaan TWA Buluh Cina sebesar 45,01 termasuk kategori kurang berkelanjutan. Atribut sensitif yang paling mempengaruhi keberlanjutan kawasan meliputi potensi ekonomi objek wisata, pola kehidupan masyarakat, jumlah personel pengamanan kawasan, penutupan lahan berhutan, keterlibatan masyarakat, ketersediaan jaringan komunikasi dan internet, spesies flora dan fauna langka, tingkat kepatuhan masyarakat terhadap hukum, aktivitas pembukaan lahan untuk perkebunan, sarana perlindungan kawasan, pemberdayaan masyarakat, teknologi digital untuk promosi wisata, dan koordinasi antar pemangku kepentingan. Strategi pengelolaan diarahkan pada revitalisasi potensi wisata, peningkatan pemberdayaan masyarakat, penguatan perlindungan kawasan, pemulihan ekosistem, serta optimalisasi promosi wisata berbasis digital untuk meningkatkan keberlanjutan pengelolaan kawasan.

References

5. Daftar Pustaka

Alimi, A., & Mukhroji. (2025). Pengaruh Aksesibilitas, Daya Tarik Wisata, Digital Marketing dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Berkunjung ke Objek Wisata di Kabupaten Cilacap. Jurnal Ilmiah Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi, 2(6), 35-47.

Austin, K.G., Mosnier, A., Pirker, J., McCallum, I., Fritz, S. & Kasibhatla, P.S. (2019). Shifting patterns of oil palm driven deforestation in Indonesia and implications for zero-deforestation commitments. Land Use Policy, 69, 41–48. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2017.08.036.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. (2018, April 26). Taman Wisata Alam Buluh Cina 2018. https://bbksda-riau.id/index.php?r=postdetail&id=199&token=45c1321d2a2e420efaccb61b1a21416c.

Damayanti, I., & Ikomatussuniah. (2024). Perspektif Hukum Lingkungan dalam Perlindungan Biodiversitas di Taman Nasional Gunung Ciremai. Media Hukum Indonesia, 2(4), 76-87.

Darmansyah, R., & Amin, R. M. (2019). Kearifan lokal Desa Buluh Cina: Koordinasi Lembaga Adat, Pemerintahan Desa, dan BBKSDA Riau dalam Melindungi Taman Wisata Alam Desa Buluh Cina. Nakhoda: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 18(1), 35–48.

Fauzi, A., & Anna, S. (2002). Evaluasi status keberlanjutan pembangunan perikanan: Aplikasi pendekatan Rapfish (Studi kasus perairan pesisir DKI Jakarta). Jurnal Pesisir & Lautan, 4(3), 43–55.

Fauzi, A., & Anna, S. (2005). Pemodelan Sumber Daya Perikanan dan Kelautan untuk Analisis Kebijakan. Gramedia Pustaka.

Ginting, K. B., Purwoko, A., & Simanjuntak, J. (2015.) Kearifan Lokal Dalam Pengelolaan Hutan di Desa Serdang Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo. Peronema Forestry Science Journal, 4(4), 186-199.

Gunawan, R. S., & Rosalia, F. (2025). Mengelola Konflik Antar-Generasi di kota Bandar Lampung: Perspektif Manajemen Konflik. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGSS), 4(4), 6152-6158.

Islamiyenti, Nefilinda, & Putri, R. E. (2025). Strategi Pengelolaan Sampah Kawasan Wisata Ditepian Danau Diatas Untuk Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(3), 260-270.

Kavanagh, P., & Pitcher, T. J. (2004). Implementing Microsoft Excel software for Rapfish: A Technique for The Rapid Appraisal of Fisheries Status (Fisheries Centre Research Reports, 12(2)). University of British Columbia.

Kholil, A., Ariyani, N., Gusdini, N., & Febrina, L. (2023). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Untuk Menjamin Keberlanjutan Taman Tjimanoek Sebagai Eduwisata. JPM:Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 218-226.

Mangamba, N. S. (2023). Potensi Pariwisata Terhadap Peningkatan Ekonomi Masyarakat Di Kecamatan Tabukan Utara Kepulauan Sangihe (Skripsi, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado).

Marasabessy, F., Aryuni, V. T., Mubarak, A. (2025). Penerapan Konsep Menuju Smart Environment dalam Pengelolaan Sampah Berbasis Partisipatif Masyarakat di Kawasan Wisata Takome, Kota Ternate. Dalam Seminar Terbuka Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas terbuka: Inovasi Tanpa Batas Menuju Ekosistem Pemberdayaan Masyarakat Kolaboratif, (Vol.5, pp. 613-625).

Mardhatilla, F., Salwa, Satmaid, E. (2026). Perlindungan Hukum Kawasan Konservasi Menurut Perspektif Hukum Lingkungan di Cagar Alam Taba Penanjung. Jurnal Inovasi Hukum, 7(2), 62-74.

Masrurun, Z. Z., Saraswati, A. N., Hardiman, Hidayah, A. N., & Prasetyo, A. Y. (2026). Kajian Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas dan Ancilliary pada Kawasan Strategis Pariwisata di Kabupaten Wonosobo. Journal of Tourism, Hospitality and Destination, 5(1), 78-86.

Nadira, R. D., Qomar, N., & Andriani, Y. (2025). Persepsi masyarakat terhadap pengelolaan kegiatan wisata di Taman Wisata Alam Buluh Cina Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Ulin – Jurnal Hutan Tropis, 9(1), 211–221.

Pitcher, T.J., dan D. Preikshot, 2001. RAPFISH: A Rapid Appraisal Technique to Evaluate the Sustainability Status of Fisheries. Fisheries Research, 49(3), 255-270.

Rahajoe, J.S., Susanti, R., Semiadi, G., et al. (2025). Status Kekinian Keanekaragaman Hayati Indonesia 2024. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Rijal, S., Anripa, N., Judijanto, L., Agualiana, S., & Jamin, F. S. (2024). Peran Hukum Lingkungan dalam Mendukung Konservasi Sumber Daya Alam di Indonesia. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(2), 1264-1272.

Setiawan, E. (2021). Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Kawasan Konservasi Taman Nasional Alas Purwo. Jurnal Sosiologi USK, 15(2), 174-187.

Syukur, S., Yohanes, S., & Udju, H. R. (2024). Partisipasi Masyarakat Dalam Konservasi Penyu (Chelonioidea) di Desa Riabao dan Desa Duawutun Kecamatan Nagawutung Kabupaten Lembata. Parlementer: Jurnal Studi Hukum dan Administrasi Publik, 1(4), 235-245.

Tazri, M., Rahmawati, N., & Rahman, M. A. (2021). Pengelolaan Objek Wisata Desa Buluh Cina untuk Meningkatkan Perekonomian Melalui Digital Marketing. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI, 5(2), 149–154.

Telila, Z., Amare, A. & Tolera, T., 2025. Evaluating Forest Cover Change and Its Impact on Ecosystem Services in Gargeda State Forest, Western Ethiopia. Scientific Reports 15, 34795.

Utami, L. W., Solikhin, A., & Suparwi. (2025). Pengaruh Pengembangan Infrastruktur Terhadap Kepuasan Pengunjung di Kebun Raya Lemor Nusa Tenggara Barat. Jurnal Pariwisata dan Perhotelan, 3(1), 1-12.

Yulanda, M., & Zainal. (2024). Strategi Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Dalam Pengembangan Objek Wisata Taman Wisata Alam Di Desa Buluh Cina Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar. Jurnal Mahasiswa Pemerintahan, 1(3),1–15.

Downloads

Published

2026-06-18

How to Cite

Pengelolaan Taman Wisata Alam Buluh Cina Yang Berkelanjutan Di Kabupaten Kampar Provinsi Riau. (2026). Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ), 7(6), 5969-5986. https://doi.org/10.37385/ceej.v7i6.11469